Skip to content

Most visited

Recently visited

navigation

Membuat dan Mengedit Konfigurasi Run/Debug

Bila Anda menjalankan, men-debug, atau menguji kode, Android Studio menggunakan konfigurasi run/debug untuk menentukan cara melaksanakan operasi. Umumnya, konfigurasi default sudah mencukupi dan Anda tinggal menjalankan atau men-debug aplikasi. Akan tetapi, Anda bisa memodifikasi dan membuat konfigurasi baru, serta memodifikasi template default, agar cocok dengan proses development.

Tentang Konfigurasi Run/Debug

Konfigurasi run/debug menetapkan detail seperti pemasangan aplikasi, peluncuran, dan opsi pengujian. Anda bisa mendefinisikan konfigurasi untuk satu kali penggunaan, atau menyimpannya untuk penggunaan berikutnya. Setelah menyimpannya, Anda bisa memilih konfigurasi dari daftar tarik-turun Select Run/Debug Configuration dalam bilah alat. Android Studio menyimpan konfigurasi sebagai bagian dari proyek.

Konfigurasi run/debug default

Bila Anda baru pertama membuat proyek, Android Studio akan membuat konfigurasi run/debug default untuk aktivitas utama berdasarkan pada template Android App. Untuk menjalankan atau men-debug proyek, Anda harus selalu mendefinisikan setidaknya satu konfigurasi run/debug. Karena alasan ini, kami menyarankan agar Anda tidak menghapus konfigurasi ini.

Cakupan proyek dan kontrol versi

Perubahan konfigurasi run/debug dan template hanya berlaku pada proyek saat ini. Jika Anda memilih untuk berbagi konfigurasi run/debug kemudian menyimpan proyek ke dalam sistem kontrol versi, konfigurasi tersebut akan dibagikan dengan siapa saja yang memeriksa proyek tersebut. Anda tidak bisa berbagi template.

Membuka Dialog Konfigurasi Run/Debug

Dialog Run/Debug Configurations akan menampilkan konfigurasi run/debug Anda dan template default yang tersedia. Dalam dialog ini, Anda bisa:

Untuk membuka dialog, lakukan salah satu langkah berikut:

Dialog Run/Debug Configurations akan muncul, seperti yang ditampilkan dalam Gambar 1.

Gambar 1. Dialog Run/Debug Configurations.

Di panel kiri, dialog menampilkan template default dalam folder Defaults. Konfigurasi yang Anda definisikan dikelompokkan menurut tipe template. Anda bisa mengubah ukuran dialog untuk melihat item yang tersembunyi.

Membuat Konfigurasi Run/Debug Baru

Anda bisa mendefinisikan konfigurasi run/debug baru dari dialog Run/Debug Configurations, jendela Project, atau Code Editor. Konfigurasi baru harus berdasarkan pada template default.

Dalam dialog Run/Debug Configurations, Anda bisa memulai konfigurasi baru secara langsung dari template, atau dari salinan konfigurasi lain. Nanti Anda bisa mengubah nilai bidang bila diperlukan.

Atau, Anda bisa mengeklik-kanan suatu item dalam jendela Project untuk membuat konfigurasi khusus item tersebut secara otomatis. Misalnya, jika Anda ingin menjalankan aktivitas tertentu, klik-kanan file Java aktivitas tersebut dan pilih Run. Bergantung pada item, Android Studio menggunakan template default Android App, Android Tests, atau JUnit untuk membuat konfigurasi.

Di Code Editor, Anda bisa dengan mudah membuat pengujian dan konfigurasi run/debug untuk sebuah kelas atau metode, kemudian mengeksekusinya.

Bila Anda membuat konfigurasi di luar dialog Run/Debug Configurations, konfigurasi tersebut akan bersifat sementara kecuali jika Anda menyimpannya. Secara default, Anda bisa memiliki hingga lima konfigurasi sementara dalam proyek sebelum Android Studio mulai membuangnya. Untuk mengubah setelan default ini, dalam dialog Run/Debug Configurations, klik folder Defaults dan ketikkan sebuah nilai dalam bidang Temporary Configurations Limit. Untuk informasi selengkapnya mengenai konfigurasi sementara, lihat Membuat dan Menyimpan Konfigurasi Run/Debug Sementara.

Anda bisa berbagi konfigurasi run/debug (namun tidak boleh template) melalui sistem kontrol versi. Jika Anda memilih Shared dalam konfigurasi run/debug kemudian menyimpan proyek ke dalam sistem kontrol versi, siapa pun yang memeriksa proyek akan menerima konfigurasi tersebut.

Memulai konfigurasi berdasarkan sebuah template

Untuk mendefinisikan konfigurasi run/debug berdasarkan sebuah template, ikuti langkah-langkah ini:

  1. Buka dialog Run/Debug Configurations.
  2. Klik Add New Configuration .
  3. Pilih sebuah template default.
  4. Ketik nama dalam bidang Name.
  5. Ubah konfigurasi, bila diperlukan.
  6. Pastikan mengoreksi kesalahan yang ditampilkan di bagian bawah dialog.

  7. Klik Apply atau OK.

Memulai konfigurasi dari salinan

Untuk mendefinisikan konfigurasi run/debug yang dimulai dari salinan konfigurasi lain, ikuti langkah-langkah ini:

  1. Buka dialog Run/Debug Configurations.
  2. Pilih sebuah konfigurasi run/debug yang sudah ada di panel kiri.
  3. Klik Copy Configuration .
  4. Ketik nama dalam bidang Name.
  5. Ubah konfigurasi, bila diperlukan.
  6. Pastikan mengoreksi kesalahan yang ditampilkan di bagian bawah dialog.

  7. Klik Apply atau OK.

Mendefinisikan konfigurasi untuk sebuah item dalam proyek

Android Studio bisa secara otomatis membuat konfigurasi run/debug untuk beberapa item yang ditampilkan dalam jendela Project. Konfigurasi tersebut berdasarkan pada template default:

Catatan: Untuk file build.gradle atau settings.gradle, Android Studio menggunakan template Groovy. Sebagai gantinya, Anda harus menggunakan Gradle Console untuk menjalankan atau men-debug file build.gradle.

Untuk membuat konfigurasi run/debug bagi sebuah item di proyek Anda, ikuti langkah-langkah berikut:

  1. Buka sebuah proyek di Android atau tampilan Project.
  2. Dalam jendela Project, klik-kanan sebuah item dan pilih Run atau Debug.
  3. Android Studio akan membuat sebuah konfigurasi run/debug sementara dan meluncurkan aplikasi Anda.

  4. Untuk menyimpan konfigurasi, pilih Save dari daftar tarik-turun Select Run/Debug Configuration di bilah alat.
  5. Daftar tarik-turun terletak di sebelah kiri Run dan Debug ; misalnya, .

    Atau, klik-kanan lagi item tersebut dan pilih Save.

    Atau, pilih konfigurasi dalam dialog Run/Debug Configurations dan klik Save Configuration di kiri atas.

    Selain untuk aktivitas, jika Anda mengeklik-kanan kemudian menjalankan atau men-debug lagi item yang sama, Android Studio akan membuat konfigurasi baru.

Mendefinisikan konfigurasi pengujian ke kelas atau metode

Android Studio memungkinkan Anda mendefinisikan konfigurasi menjalankan pengujian untuk kelas atau metode, kemudian mengeksekusinya. Misalnya, jika membuat kelas baru, Anda bisa membuat dan menjalankan pengujiannya. Jika lulus pengujian, selanjutnya Anda bisa menjalankan pengujian untuk bagian proyek selebihnya guna memastikan kode tersebut tidak merusak apa pun di tempat lainnya.

Android Studio menggunakan template Android Tests atau JUnit, yang bergantung pada set sumber Anda. Untuk pengujian unit lokal, Anda bisa secara opsional menjalankan dengan cakupan kode.

Untuk membuat konfigurasi run/debug bagi kelas atau metode dalam kode Java, ikuti langkah-langkah berikut:

  1. Buka sebuah proyek di Android atau tampilan Project.
  2. Buka file Java dalam Code Editor.
  3. Pilih sebuah kelas atau metode dalam kode, kemudian tekan Ctrl+Shift+T (⌘⇧T).
  4. Pilih Create New Test dari menu yang muncul.
  5. Dalam dialog Create Test, Anda bisa mengubah nilai bidang, kemudian mengeklik OK.
  6. Dalam dialog Choose Destination Directory, pilih androidTest untuk membuat pengujian instrumentasi atau test untuk membuat pengujian unit lokal. Klik OK.
  7. Pengujian baru akan muncul dalam jendela Project di set sumber pengujian yang bersesuaian.

  8. Untuk menjalankan pengujian, lakukan salah satu hal berikut ini:
    • Dalam jendela Project, klik-kanan pada pengujian dan pilih Run atau Debug.
    • Dalam Code Editor, klik-kanan definisi kelas di file pengujian dan pilih Run atau Debug untuk menguji semua metode dalam kelas tersebut.
    • Dalam Code Editor, klik-kanan nama metode dalam file pengujian dan pilih Run atau Debug untuk menguji metode itu.
    • Dalam Code Editor, klik Play pada margin kiri di sebelah kelas atau metode dan pilih Run atau Debug.
  9. Untuk menyimpan konfigurasi, pilih Save dari daftar tarik-turun Select Run/Debug Configuration di bilah alat.
  10. Daftar tarik-turun terletak di sebelah kiri Run dan Debug ; misalnya, .

    Atau, klik-kanan lagi item tersebut dan pilih Save.

    Atau, pilih konfigurasi dalam dialog Run/Debug Configurations dan klik Save Configuration di kiri atas.

Menjalankan atau Men-debug Aplikasi Menggunakan Konfigurasi Tersimpan

Jika telah menyimpan konfigurasi run/debug, Anda bisa memilihnya sebelum menjalankan atau men-debug aplikasi.

Untuk menggunakan konfigurasi run/debug yang tersimpan, ikuti langkah-langkah ini:

  1. Pilih konfigurasi run/debug dari daftar tarik-turun Select Run/Debug Configuration dalam bilah alat.
  2. Daftar tarik-turun terletak di sebelah kiri Run dan Debug ; misalnya, .

  3. Pilih Run > Run atau Run > Debug.
  4. Atau, klik Run atau Debug .

Catatan: Selama sesi Instant Run, memilih konfigurasi run/debug berbeda, kemudian mengeklik Run atau Debug lagi, akan mengakhiri sesi saat ini.

Mengedit Konfigurasi Run/Debug

Untuk mengedit konfigurasi run/debug, ikuti langkah-langkah ini:

  1. Buka dialog Run/Debug Configurations.
  2. Pilih konfigurasi di panel kiri.
  3. Ubah konfigurasi, bila diperlukan.
  4. Pastikan mengoreksi kesalahan yang ditampilkan di bagian bawah dialog.

  5. Klik Apply atau OK.

Mengedit Template Konfigurasi Run/Debug Default

Anda bisa mengedit template default yang disediakan oleh Android Studio agar cocok dengan proses development. Bila Anda mengedit template, itu tidak memengaruhi konfigurasi yang sudah ada yang menggunakan template tersebut. Jadi, misalnya, jika Anda perlu membuat beberapa konfigurasi tipe tertentu, Anda bisa mengedit template kemudian mengubahnya kembali bila sudah selesai.

Walaupun tidak bisa membuat template baru, Anda bisa membuat konfigurasi agar menggunakan template serupa. Anda bisa menyalin konfigurasi dan mengedit salinan tersebut untuk membuat konfigurasi baru.

Untuk mengedit template, ikuti langkah-langkah ini:

  1. Buka dialog Run/Debug Configurations.
  2. Luaskan folder Defaults dan pilih template default.
  3. Ubah konfigurasi, bila diperlukan.
  4. Pastikan mengoreksi kesalahan yang ditampilkan di bagian bawah dialog.

  5. Klik Apply atau OK.

Mengurutkan dan Mengelompokkan Konfigurasi

Dalam dialog Run/Debug Configurations, Anda bisa mengurutkan konfigurasi agar dapat ditemukan dengan cepat. Anda bisa mengurutkan item dalam folder menurut abjad, dan membuat folder baru untuk mengelompokkan konfigurasi.

Untuk mengurutkan konfigurasi menurut abjad, ikuti langkah-langkah ini:

  1. Buka dialog Run/Debug Configurations.
  2. Pilih folder yang berisi konfigurasi.
  3. Klik Sort Configurations .
  4. Klik Apply atau OK.

Untuk mengelompokkan konfigurasi dalam folder, ikuti langkah-langkah ini:

  1. Buka dialog Run/Debug Configurations.
  2. Pilih folder yang berisi konfigurasi.
  3. Klik Create New Folder .
  4. Ketik nama dalam bidang Name.
  5. Seret item dalam kategori template yang sama ke dalam folder tersebut.
  6. Susun folder dan konfigurasi dalam kategori template yang sama dengan menyeretnya ke dalam posisi atau menggunakan Move Up dan Move Down .
  7. Klik Apply atau OK.

Mendefinisikan Sebelum Operasi Peluncuran

Anda bisa menetapkan tugas yang akan dieksekusi sebelum menerapkan konfigurasi run/debug. Tugas akan dilaksanakan sesuai urutan munculnya dalam daftar. Tugas mendefinisikan sebelum peluncuran adalah fitur canggih.

Sebagai ganti menggunakan fitur ini, kami menyarankan Anda agar menempatkan logika persiapan sebagai tugas dalam file build.gradle sehingga nanti akan dieksekusi saat membangun dari baris perintah.

Untuk membuat daftar tugas, ikuti langkah-langkah ini:

  1. Untuk menambahkan sebuah tugas ke daftar, klik Add dan pilih tipe tugas. Jika sebuah dialog terbuka, isi bidang-bidangnya dan klik OK.
  2. Bila perlu, tambahkan tugas lainnya.
  3. Untuk menyusun tugas, pilih sebuah tugas dan klik Up dan Down untuk memindahnya ke atas atau ke bawah dalam daftar.
  4. Pilih Show this page jika Anda ingin menampilkan setelan konfigurasi run/debug sebelum menerapkannya.

    Opsi ini tidak dipilih secara default.

  5. Pilih Active tool window jika Anda ingin jendela alat bantu Run atau Debug diaktifkan secara otomatis bila menjalankan atau men-debug aplikasi.
  6. Opsi ini dipilih secara default.

Untuk membuang sebuah tugas dari daftar, ikuti langkah-langkah ini:

  1. Pilih sebuah tugas.
  2. Klik Remove .

Untuk mengedit sebuah tugas, ikuti langkah-langkah ini:

  1. Pilih sebuah tugas.
  2. Klik Edit .
  3. Edit setelan tugas dalam dialog yang terbuka, kemudian klik OK.

Tabel berikut mencantumkan tugas yang bisa Anda tambahkan.

Tugas Keterangan
Run External tool Menjalankan aplikasi eksternal Android Studio. Dalam dialog External Tools, pilih satu atau beberapa aplikasi yang ingin Anda jalankan kemudian klik OK. Jika aplikasi belum didefinisikan di Android Studio, tambahkan definisinya dalam dialog Create Tools. Untuk informasi selengkapnya, lihat Mengonfigurasi Alat Pihak Ketiga dan Alat Eksternal.
Run Another Configuration Mengeksekusi salah satu konfigurasi run/debug yang ada. Dalam dialog Choose Configuration to Execute, pilih konfigurasi yang akan dieksekusi kemudian klik OK.
Merek Mengompilasi proyek atau modul. Android Studio mengeksekusi perintah Make Module jika konfigurasi run/debug menetapkan modul tertentu, atau mengeksekusi perintah Make Project jika tidak ada modul yang ditetapkan.
Make Project Mengompilasi proyek. Android Studio mengeksekusi perintah Make Project.
Make, no error check Opsi ini sama seperti Make, hanya saja Android Studio mengeksekusi konfigurasi run/debug tanpa bergantung pada hasil kompilasi.
Build Artifacts Tidak didukung di Android Studio.
Run Gradle task Menjalankan sebuah tugas Gradle. Dalam dialog yang terbuka, tetapkan detailnya kemudian klik OK. Untuk informasi selengkapnya, lihat Gradle.
Gradle-aware Make Mengompilasi proyek dan menjalankan Gradle.
App Engine Gradle builder Tugas App Engine Gradle builder menyinkronkan proyek kemudian melakukan pembangunan modul.

Template Konfigurasi Run/Debug Default

Android Studio menyediakan template konfigurasi default untuk membantu Anda memulai dengan cepat. Template berikut berlaku pada development Android dengan Android Studio:

Catatan: Android Studio 2.1.x dan yang lebih rendah memiliki template Aplikasi Asli, yang tidak dimiliki oleh versi yang lebih baru. Jika Anda memiliki template Aplikasi Asli di proyek, Android Studio secara otomatis akan mengonversinya ke Android App saat memuat proyek. Dialog Convert Project akan memandu Anda melalui prosesnya.

Template yang tidak didukung berikut ini berasal dari IntelliJ IDEA dan tidak spesifik untuk development Android dengan Android Studio:

Ikuti tautan ke dokumentasi IntelliJ IDEA untuk detail mengenai penggunaan semua template ini.

Android App

Anda bisa menjalankan atau men-debug aktivitas dan aplikasi Android pada perangkat keras atau perangkat virtual dengan menggunakan konfigurasi yang berbasis template ini.

Nama dan Bagikan

Konfigurasi run/debug memiliki opsi Nama dan Bagikan, sedangkan template tidak memilikinya.

Bidang Keterangan
Nama Nama konfigurasi run/debug.
Bagikan

Pilih opsi ini agar konfigurasi run/debug tersedia untuk anggota tim lainnya melalui kontrol versi. Anda bisa berbagi konfigurasi run/debug, namun tidak boleh template. Jika Anda memilih opsi ini, bila proyek telah disimpan ke Git (atau sistem kontrol versi lain), konfigurasi run/debug akan disertakan bila seseorang memeriksa proyek.

Android Studio menyimpan konfigurasi run/debug bersama dalam file XML individual di folder .idea/runConfigurations; jika tidak maka konfigurasi disimpan di file .idea/workspace.xml. Untuk informasi selengkapnya, lihat Format Proyek Berbasis Direktori.

Default: tidak dipilih

Tab General

Di tab General, Anda bisa menetapkan opsi pemasangan, peluncuran, dan penerapan. Tab Miscellaneous juga berisi opsi pemasangan.

Bidang Keterangan
Module Pilih modul yang akan menerapkan konfigurasi ini.
Installation Options: Deploy

Pilih sebuah opsi:

  • Default APK (default) - Membuat sebuah APK seperti yang ditetapkan dalam konfigurasi versi Anda.
  • Custom Artifact - Tidak didukung di Android Studio.
  • Nothing - Tidak memasang APK di perangkat. Misalnya, jika lebih suka memasang APK secara manual, Anda tidak membutuhkan Android Studio untuk memasangnya.
Installation Options: Install Flags Ketik sembarang opsi pm install adb yang ingin Anda gunakan. Format opsi seperti yang Anda inginkan pada baris perintah, namun tanpa jalur. Inilah beberapa contohnya:

-i foo.bar.baz -r /path/to/apk

dan

-d -r

Default: tanpa opsi

Launch Options: Launch

Pilih sebuah opsi:

  • Nothing - Tidak meluncurkan apa pun. Jika Anda telah menetapkan Nothing dalam bidang Deploy, saat aplikasi sedang berjalan, dan Anda memilih Debug, maka opsi ini sama dengan menggunakan Attach debugger to Android process; sehingga memilih Run tidak akan melakukan apa pun.
  • Default Activity (default) - Meluncurkan aktivitas yang Anda tandai sebagai startup di manifes. Misalnya:
  • <intent-filter>
      <action android:name="android.intent.action.MAIN" />
      <category android:name="android.intent.category.LAUNCHER" />
    </intent-filter>
    
  • Specified Activity - Meluncurkan aktivitas aplikasi tertentu di modul Anda. Ketik nama, atau klik untuk memilih sebuah aktivitas dari daftar.
  • URL - Menetapkan URL yang akan dibuka. Lihat Menguji URL.
Launch Options: Launch Flags Ketik sembarang opsi am start adb yang ingin Anda gunakan. Format opsi seperti yang Anda inginkan pada baris perintah, namun tanpa maksud. Misalnya:

-W

Opsi ini tidak muncul jika Anda memilih Launch dengan nilai Nothing.

Default: tanpa opsi

Deployment Target Options: Target

Pilih sebuah opsi:

  • Open Select Deployment Target Dialog (default) - Membuka dialog Select Deployment Target untuk memilih perangkat keras atau perangkat virtual.
  • USB Device - Menggunakan perangkat keras yang terhubung ke komputer development Anda melalui port USB. Jika ada lebih dari satu, sebuah dialog akan muncul sehingga Anda bisa memilihnya.
  • Emulator - Menggunakan perangkat virtual. Di konfigurasi, Anda bisa memilih AVD; jika tidak maka AVD pertama dalam daftar yang akan digunakan.

Deployment Target Options: Use same device for future launches

Jika Anda ingin secara otomatis menggunakan perangkat yang dipilih melalui dialog Select Deployment Target di saat berikutnya, pilih opsi ini. Jika perangkat tidak tersedia, Anda akan menerima sebuah dialog. Default: tidak dipilih
Before Launch Lihat Mendefinisikan Sebelum Operasi Peluncuran.

Tab Miscellaneous

Di tab Miscellaneous, Anda bisa menetapkan opsi logcat, pemasangan, peluncuran, dan penerapan. Tab General juga berisi opsi pemasangan.

Bidang Keterangan
Logcat: Show logcat automatically Bila opsi ini dipilih, tab logcat pada Android Monitor akan diaktifkan secara otomatis setiap kali Anda berhasil menerapkan dan meluncurkan aplikasi menggunakan konfigurasi ini. Jika tidak, maka fokus tidak akan berpindah ke tab logcat secara otomatis saat aplikasi dimulai. Default: dipilih
Logcat: Clear log before launch Pilih opsi ini jika Anda ingin Android Studio membuang data dari file log sesi sebelumnya sebelum memulai aplikasi. Default: tidak dipilih
Installation Options: Skip installation if APK has not changed Bila dipilih, Android Studio tidak akan menggunakan kembali APK Anda jika tidak mendeteksi perubahan apa pun. Jika Anda ingin Android Studio memaksakan pemasangan APK, sekalipun belum berubah, maka jangan pilih opsi ini. Default: dipilih
Installation Options: Force stop running application before launching activity

Jika dipilih, saat Android Studio mendeteksi bahwa ia tidak harus memasang ulang APK karena belum berubah, ia akan memaksa aplikasi berhenti sehingga aplikasi memulai dari aktivitas peluncur default. Jika opsi ini tidak dipilih, Android Studio tidak akan memaksa aplikasi untuk berhenti.

Opsi ini berfungsi bersama opsi sebelumnya yang mengontrol apakah APK telah dipasang atau belum. Untuk kedua bidang Installation Options, biarkan dengan nilai defaultnya kecuali bila Anda secara eksplisit selalu ingin memaksa pemasangan.

Dalam beberapa kasus, Anda mungkin ingin membatalkan pemilihan opsi ini. Misalnya, jika Anda menulis mesin metode masukan (IME), memaksa berhenti aplikasi akan membuatnya tidak dipilih sebagai keyboard saat ini, yang mungkin hal ini tidak Anda inginkan.

Default: dipilih

Before Launch Lihat Mendefinisikan Sebelum Operasi Peluncuran.

Tab Debugger

Menetapkan opsi debug di tab Debugger.

Untuk kode C dan C++, Android Studio menggunakan debugger LLDB. Selain UI Android Studio normal, jendela debugger memiliki tab LLDB yang memungkinkan Anda untuk memasukkan perintah LLDB selama men-debug. Anda bisa memasukkan perintah yang sama seperti yang digunakan Android Studio untuk menampilkan informasi di UI debugger, dan bisa menjalankan operasi tambahan.

Untuk proyek C dan C++, Anda bisa menambahkan direktori simbol, serta perintah post attach dan LLDB startup, di tab Debugger. Untuk melakukannya, gunakan tombol seperti ini:

Lihat Men-debug Aplikasi Anda untuk informasi selengkapnya tentang men-debug di Android Studio.

Bidang Keterangan
Debug type

Pilih salah satu opsi berikut:

  • Auto (default) - Membiarkan Android Studio memilih tipe debug terbaik untuk proyek Anda.
  • Java - Hanya men-debug kode Java.
  • Native - Men-debug kode C atau C++ native.
  • Hybrid - Men-debug kode Java dan native dalam dua sesi debug terpisah.

Opsi Auto disarankan karena opsi ini secara otomatis memilih tipe debug yang tepat untuk proyek Anda.

Experimental: Use Java aware C++ debugger - Android N+ only

Pilih opsi ini untuk men-debug kode Android C++ dan Java di dalam sesi debug LLDB yang sama. Debugger Java-aware C++ adalah ekstensi mode debugger Native; bersama dengan debugging C++, mode ini juga mendukung Java.

Untuk dapat menggunakan fitur ini, proyek harus

  • menggunakan Android 7.0 (API Level 21) atau yang lebih tinggi
  • memiliki tipe Debug Native atau Auto

Jika Anda memilih tipe Debug Auto, Android Studio secara otomatis memilih opsi ini jika proyek memenuhi persyaratan. Perhatikan bahwa jika Anda memiliki proyek hanya-Java dan ingin menggunakan LLDB untuk men-debugnya, Anda bisa memilih opsi ini dan Native.

Seperti Android Studio 2.2, fitur ini bersifat eksperimental. Untuk informasi selengkapnya, lihat Menggunakan Debugger Java-aware C++ Eksperimental.

Default: tidak dipilih

Symbol Directories

Jika Anda ingin menambahkan file simbol untuk menyediakan informasi C atau C++ kepada debugger yang dihasilkan di luar Android Studio, Anda bisa menambahkan satu atau beberapa direktori di sini. Android Studio lebih suka menggunakan file dalam direktori ini dibandingkan file yang dihasilkan oleh Plugin Android untuk Gradle. Debugger menelusuri direktori dari atas ke bawah, secara berurutan, sampai menemukan yang dibutuhkan. Debugger menelusuri secara rekursif pada file dalam direktori. Untuk mengoptimalkan daftar dan menghemat waktu, tempatkan direktori yang paling sering digunakan di daftar teratas.

Jika menetapkan direktori di tempat yang tinggi pada pohon, pencarian di semua subdirektori akan memakan waktu lebih lama. Jika Anda menambahkan direktori yang sangat spesifik, maka waktu yang dibutuhkan untuk menelusur akan lebih cepat. Anda perlu menemukan keseimbangan antara kecepatan dan menemukan file yang Anda perlukan untuk melakukan debug. Misalnya, jika Anda memiliki direktori yang berisi subdirektori untuk Android Binary Interfaces (ABI) yang berbeda, Anda bisa memilih untuk menambahkan direktori ke ABI tertentu atau ke semua ABI. Walaupun akan memakan waktu lebih lama untuk menelusuri seluruh direktori tingkat atas, namun ini adalah langkah yang paling mudah bila Anda ingin men-debug pada perangkat lain.

Perhatikan bahwa Anda tidak perlu menambahkan direktori yang berisi file simbol Gradle karena debugger menggunakannya secara otomatis.

LLDB Startup Commands

Menambahkan perintah LLDB yang ingin dieksekusi sebelum debugger terlampir pada proses. Misalnya, Anda bisa mendefinisikan setelan untuk lingkungan, seperti yang ditampilkan di perintah berikut ini:

settings set target.max-memory-read-size 2048

LLDB mengeksekusi perintah dengan urutan dari atas ke bawah.

LLDB Post Attach Commands

Menambahkan perintah LLDB yang ingin Anda eksekusi tepat setelah debugger terlampir pada proses. Misalnya:

process handle SIGPIPE -n true -p true -s false

LLDB mengeksekusi perintah dengan urutan dari atas ke bawah.

Host working directory Menetapkan direktori kerja LLDB.
Logging: Target channels

Menetapkan opsi log LLDB. Android Studio menetapkan opsi default berdasarkan pengalaman tim — sehingga tidak terlalu lambat namun berisi informasi yang dibutuhkan untuk pemecahan masalah. Log seringkali diminta untuk laporan bug Android Studio. Defaultnya adalah

lldb process:gdb-remote packets

Anda bisa mengubah default untuk mengumpulkan informasi lebih banyak. Misalnya, opsi log berikut mengumpulkan informasi tentang platform khusus:

lldb process platform:gdb-remote packets

Untuk daftar lengkap perintah log, masukkan perintah log list dari jendela shell LLDB di Android Studio.

Android Studio menempatkan log perangkat di lokasi berikut, dengan ApplicationId adalah ID aplikasi unik yang digunakan dalam manifes APK yang dibuat, dan mengidentifikasi aplikasi pada perangkat Anda dan di Google Play Store:

/data/data/ApplicationId/lldb/log

Atau, jika beberapa pengguna mengakses suatu perangkat, perangkat menempatkan log di lokasi berikut, dengan AndroidUserId adalah pengidentifikasi unik untuk pengguna pada perangkat:

/data/user/AndroidUserId/ApplicationId/lldb/log

Mengenai informasi tentang penggunaan LLDB untuk men-debug dari jauh, lihat Remote Debugging.

Before Launch Lihat Mendefinisikan Sebelum Operasi Peluncuran.

Tab Profiling

Tetapkan opsi profiling GPU Debugger untuk Android Monitor di tab Profiling.

Bidang Keterangan
Graphics Trace Options: Capture GPU Commands

Jika diaktifkan, konfigurasi run/debug ini akan membangun, memasang, dan menjalankan aplikasi dengan pelacakan GPU. Pelacakan tidak didukung saat men-debug aplikasi. Jika Anda men-debug aplikasi dengan pelacakan GPU, Anda akan menerima pesan dan debugger meluncur tanpa pelacakan. Opsi ini relevan untuk alat bantu GPU Debugger.

Perhatikan bahwa setelah Anda mengaktifkan kotak centang ini, setiap kali Anda meluncurkan aplikasi, aplikasi akan memblokir dan menunggu Anda melampirkan debugger atau GPU Debugger.

Graphics Trace Options: Disable precompiled shaders and programs

Pilih opsi ini untuk menonaktifkan dukungan driver grafis OpenGL ES untuk shader dan binari program prakompilasi yang langsung bisa digunakan selama pelacakan. Opsi ini relevan untuk alat bantu GPU Debugger.

Shader prakompilasi tidak mendukung pemutaran ulang pelacakan, sehingga hanya shader yang dikompilasi pada waktu proses menggunakan fungsi glShaderSource yang dapat digunakan untuk inspeksi framebuffer.

Aplikasi harus selalu melakukan kueri untuk dukungan shader prakompilasi sebelum menggunakan fungsi glShaderBinary atau glProgramBinary, dan kembali ke kompilasi waktu proses jika shader atau program prakompilasi tidak didukung.

Default: tidak dipilih

Before Launch Lihat Mendefinisikan Sebelum Operasi Peluncuran.

Android Tests

Template pengujian yang sebaiknya Anda gunakan bergantung pada set sumber. Template Android Tests adalah untuk pengujian instrumentasi. Template JUnit adalah untuk pengujian unit lokal.

Jika Anda menggunakan Firebase Test Lab untuk menguji beragam perangkat, Anda bisa menggunakan template ini untuk mendefinisikan pengujian instrumentasi. Untuk informasi selengkapnya, lihat Menjalankan Pengujian Anda dengan Firebase Test Lab.

Nama dan Bagikan

Konfigurasi run/debug memiliki opsi Nama dan Bagikan, sedangkan template tidak memilikinya.

Bidang Keterangan
Nama Nama konfigurasi run/debug.
Bagikan

Pilih opsi ini agar konfigurasi run/debug tersedia untuk anggota tim lainnya melalui kontrol versi. Anda bisa berbagi konfigurasi run/debug, namun tidak boleh template. Jika Anda memilih opsi ini, bila proyek telah disimpan ke Git (atau sistem kontrol versi lain), konfigurasi run/debug akan disertakan bila seseorang memeriksa proyek.

Android Studio menyimpan konfigurasi run/debug bersama dalam file XML individual di folder .idea/runConfigurations; jika tidak maka konfigurasi disimpan di file .idea/workspace.xml. Untuk informasi selengkapnya, lihat Format Proyek Berbasis Direktori.

Default: tidak dipilih

Tab General

Di tab General, Anda bisa menetapkan lokasi pengujian, runner instrumentasi, adb shell, dan opsi penerapan.

Bidang Keterangan
Module Pilih modul yang akan menerapkan konfigurasi ini.
Pengujian

Di area ini, tetapkan lokasi dari pengujian yang ingin Anda jalankan:

  • All in module (default) - Meluncurkan semua pengujian dari modul yang dipilih.
  • All in package - Meluncurkan pengujian dari paket yang ditetapkan dalam bidang Package. Ketik namanya, atau klik untuk memilih paket dari dialog.
  • Class - Meluncurkan pengujian kelas yang ditetapkan dalam bidang Class. Ketik namanya, atau klik untuk memilih kelas dari dialog.
  • Method - Meluncurkan metode pengujian. Dalam bidang Class, tetapkan kelas yang berisi metode. Dalam bidang Method, tetapkan metode. Ketik namanya, atau klik untuk memilih kelas atau metode dari dialog.
Specific instrumentation runner (optional) Ketikkan lokasi runner instrumentasi; klik untuk menggunakan dialog. File build.gradle menetapkan lokasi runner instrumentasi; nilai ini akan menggantikannya. Biasanya default-nya adalah kelas AndroidJUnitRunner dari Android Testing Support Library.
Extra options Ketik sembarang opsi am instrument adb yang ingin Anda gunakan. Jangan ketikkan komponen. Misalnya, jika menggunakan AndroidJUnitRunner dari Android Testing Support Library, Anda bisa menggunakan bidang ini untuk meneruskan opsi tambahan ke runner, misalnya -e size small. Default: tanpa opsi
Deployment Target Options: Target

Pilih sebuah opsi:

  • Open Select Deployment Target Dialog (default) - Membuka dialog Select Deployment Target untuk memilih perangkat keras atau perangkat virtual.
  • USB Device - Menggunakan perangkat keras yang terhubung ke komputer development Anda melalui port USB. Jika ada lebih dari satu, sebuah dialog akan muncul sehingga Anda bisa memilihnya.
  • Emulator - Menggunakan perangkat virtual. Di konfigurasi, Anda bisa memilih AVD; jika tidak maka AVD pertama dalam daftar yang akan digunakan.
  • Firebase Test Lab Device Matrix - Lihat Menjalankan Pengujian Anda dengan Firebase Test Lab.
Deployment Target Options: Use same device for future launches Jika Anda ingin secara otomatis menggunakan perangkat yang dipilih melalui dialog Select Deployment Target di saat berikutnya, pilih opsi ini. Jika perangkat tidak tersedia, Anda akan menerima sebuah dialog. Default: tidak dipilih
Before Launch Lihat Mendefinisikan Sebelum Operasi Peluncuran.

Tab Miscellaneous

Tab Miscellaneous berisi logcat dan opsi pemasangan.

Bidang Keterangan
Logcat: Clear log before launch Pilih opsi ini jika Anda ingin data dari sesi sebelumnya dibuang dari file log sebelum memulai aplikasi. Default: tidak dipilih
Installation Options: Skip installation if APK has not changed Bila dipilih, Android Studio tidak akan menggunakan kembali APK Anda jika tidak mendeteksi perubahan apa pun. Jika Anda ingin Android Studio memaksakan pemasangan APK, sekalipun belum berubah, maka jangan pilih opsi ini. Default: dipilih
Installation Options: Force stop running application before launching activity

Jika dipilih, saat Android Studio mendeteksi bahwa ia tidak harus memasang ulang APK karena belum berubah, ia akan memaksa aplikasi berhenti sehingga aplikasi memulai dari aktivitas peluncur default. Jika opsi ini tidak dipilih, Android Studio tidak akan memaksa aplikasi untuk berhenti.

Opsi ini berfungsi bersama opsi sebelumnya yang mengontrol apakah APK telah dipasang atau belum. Untuk kedua bidang Installation Options, biarkan dengan nilai defaultnya kecuali bila Anda secara eksplisit selalu ingin memaksa pemasangan.

Dalam beberapa kasus, Anda mungkin ingin membatalkan pemilihan opsi ini. Misalnya, jika Anda menulis mesin metode masukan (IME), memaksa berhenti aplikasi akan membuatnya tidak dipilih sebagai keyboard saat ini, yang mungkin hal ini tidak Anda inginkan.

Default: dipilih

Before Launch Lihat Mendefinisikan Sebelum Operasi Peluncuran.

Tab Debugger

Menetapkan opsi debug di tab Debugger.

Untuk kode C dan C++, Android Studio menggunakan debugger LLDB. Selain UI Android Studio normal, jendela debugger memiliki tab LLDB yang memungkinkan Anda untuk memasukkan perintah LLDB selama men-debug. Anda bisa memasukkan perintah yang sama seperti yang digunakan Android Studio untuk menampilkan informasi di UI debugger, dan bisa menjalankan operasi tambahan.

Untuk proyek C dan C++, Anda bisa menambahkan direktori simbol, serta perintah post attach dan LLDB startup, di tab Debugger. Untuk melakukannya, gunakan tombol seperti ini:

Lihat Men-debug Aplikasi Anda untuk informasi selengkapnya tentang men-debug di Android Studio.

Bidang Keterangan
Debug type

Pilih salah satu opsi berikut:

  • Auto (default) - Membiarkan Android Studio memilih tipe debug terbaik untuk proyek Anda.
  • Java - Hanya men-debug kode Java.
  • Native - Men-debug kode C atau C++ native.
  • Hybrid - Men-debug kode Java dan native dalam dua sesi debug terpisah.

Opsi Auto disarankan karena opsi ini secara otomatis memilih tipe debug yang tepat untuk proyek Anda.

Experimental: Use Java aware C++ debugger - Android N+ only

Pilih opsi ini untuk men-debug kode Android C++ dan Java di dalam sesi debug LLDB yang sama. Debugger Java-aware C++ adalah ekstensi mode debugger Native; bersama dengan debugging C++, mode ini juga mendukung Java.

Untuk dapat menggunakan fitur ini, proyek harus

  • menggunakan Android 7.0 (API Level 21) atau yang lebih tinggi
  • memiliki tipe Debug Native atau Auto

Jika Anda memilih tipe Debug Auto, Android Studio secara otomatis memilih opsi ini jika proyek memenuhi persyaratan. Perhatikan bahwa jika Anda memiliki proyek hanya-Java dan ingin menggunakan LLDB untuk men-debugnya, Anda bisa memilih opsi ini dan Native.

Seperti Android Studio 2.2, fitur ini bersifat eksperimental. Untuk informasi selengkapnya, lihat Menggunakan Debugger Java-aware C++ Eksperimental.

Default: tidak dipilih

Symbol Directories

Jika Anda ingin menambahkan file simbol untuk menyediakan informasi C atau C++ kepada debugger yang dihasilkan di luar Android Studio, Anda bisa menambahkan satu atau beberapa direktori di sini. Android Studio lebih suka menggunakan file dalam direktori ini dibandingkan file yang dihasilkan oleh Plugin Android untuk Gradle. Debugger menelusuri direktori dari atas ke bawah, secara berurutan, sampai menemukan yang dibutuhkan. Debugger menelusuri secara rekursif pada file dalam direktori. Untuk mengoptimalkan daftar dan menghemat waktu, tempatkan direktori yang paling sering digunakan di daftar teratas.

Jika menetapkan direktori di tempat yang tinggi pada pohon, pencarian di semua subdirektori akan memakan waktu lebih lama. Jika Anda menambahkan direktori yang sangat spesifik, maka waktu yang dibutuhkan untuk menelusur akan lebih cepat. Anda perlu menemukan keseimbangan antara kecepatan dan menemukan file yang Anda perlukan untuk melakukan debug. Misalnya, jika Anda memiliki direktori yang berisi subdirektori untuk Android Binary Interfaces (ABI) yang berbeda, Anda bisa memilih untuk menambahkan direktori ke ABI tertentu atau ke semua ABI. Walaupun akan memakan waktu lebih lama untuk menelusuri seluruh direktori tingkat atas, namun ini adalah langkah yang paling mudah bila Anda ingin men-debug pada perangkat lain.

Perhatikan bahwa Anda tidak perlu menambahkan direktori yang berisi file simbol Gradle karena debugger menggunakannya secara otomatis.

LLDB Startup Commands

Menambahkan perintah LLDB yang ingin dieksekusi sebelum debugger terlampir pada proses. Misalnya, Anda bisa mendefinisikan setelan untuk lingkungan, seperti yang ditampilkan di perintah berikut ini:

settings set target.max-memory-read-size 2048

LLDB mengeksekusi perintah dengan urutan dari atas ke bawah.

LLDB Post Attach Commands

Menambahkan perintah LLDB yang ingin Anda eksekusi tepat setelah debugger terlampir pada proses. Misalnya:

process handle SIGPIPE -n true -p true -s false

LLDB mengeksekusi perintah dengan urutan dari atas ke bawah.

Host working directory Menetapkan direktori kerja LLDB.
Logging: Target channels

Menetapkan opsi log LLDB. Android Studio menetapkan opsi default berdasarkan pengalaman tim — sehingga tidak terlalu lambat namun berisi informasi yang dibutuhkan untuk pemecahan masalah. Log seringkali diminta untuk laporan bug Android Studio. Defaultnya adalah

lldb process:gdb-remote packets

Anda bisa mengubah default untuk mengumpulkan informasi lebih banyak. Misalnya, opsi log berikut mengumpulkan informasi tentang platform khusus:

lldb process platform:gdb-remote packets

Untuk daftar lengkap perintah log, masukkan perintah log list dari jendela shell LLDB di Android Studio.

Android Studio menempatkan log perangkat di lokasi berikut, dengan ApplicationId adalah ID aplikasi unik yang digunakan dalam manifes APK yang dibuat, dan mengidentifikasi aplikasi pada perangkat Anda dan di Google Play Store:

/data/data/ApplicationId/lldb/log

Atau, jika beberapa pengguna mengakses suatu perangkat, perangkat menempatkan log di lokasi berikut, dengan AndroidUserId adalah pengidentifikasi unik untuk pengguna pada perangkat:

/data/user/AndroidUserId/ApplicationId/lldb/log

Mengenai informasi tentang penggunaan LLDB untuk men-debug dari jauh, lihat Remote Debugging.

Before Launch Lihat Mendefinisikan Sebelum Operasi Peluncuran.

Tab Profiling

Tetapkan opsi profiling GPU Debugger untuk Android Monitor di tab Profiling.

Bidang Keterangan
Graphics Trace Options: Capture GPU Commands

Jika diaktifkan, konfigurasi run/debug ini akan membangun, memasang, dan menjalankan aplikasi dengan pelacakan GPU. Pelacakan tidak didukung saat men-debug aplikasi. Jika Anda men-debug aplikasi dengan pelacakan GPU, Anda akan menerima pesan dan debugger meluncur tanpa pelacakan. Opsi ini relevan untuk alat bantu GPU Debugger.

Perhatikan bahwa setelah Anda mengaktifkan kotak centang ini, setiap kali Anda meluncurkan aplikasi, aplikasi akan memblokir dan menunggu Anda melampirkan debugger atau GPU Debugger.

Graphics Trace Options: Disable precompiled shaders and programs

Pilih opsi ini untuk menonaktifkan dukungan driver grafis OpenGL ES untuk shader dan binari program prakompilasi yang langsung bisa digunakan selama pelacakan. Opsi ini relevan untuk alat bantu GPU Debugger.

Shader prakompilasi tidak mendukung pemutaran ulang pelacakan, sehingga hanya shader yang dikompilasi pada waktu proses menggunakan fungsi glShaderSource yang dapat digunakan untuk inspeksi framebuffer.

Aplikasi harus selalu melakukan kueri untuk dukungan shader prakompilasi sebelum menggunakan fungsi glShaderBinary atau glProgramBinary, dan kembali ke kompilasi waktu proses jika shader atau program prakompilasi tidak didukung.

Default: tidak dipilih

Before Launch Lihat Mendefinisikan Sebelum Operasi Peluncuran.

App Engine DevAppServer

Konfigurasi run/debug ini diterapkan pada Google Cloud Platform. Untuk informasi selengkapnya, lihat Menambahkan Modul App Engine Java Servlet dan Menjalankan, Menguji, dan Menerapkan Backend. Bila Anda mengikuti langkah-langkah ini dan menyinkronkan proyek ke file build.gradle, Android Studio akan membuatkan sebuah konfigurasi App Engine DevAppServer.

Perhatikan, template App Engine Server dari IntellJ IDEA adalah template yang berbeda, yang tidak tersedia di Android Studio.

Bidang Keterangan
Nama Nama konfigurasi run/debug.
Bagikan

Pilih opsi ini agar konfigurasi run/debug tersedia untuk anggota tim lainnya melalui kontrol versi. Anda bisa berbagi konfigurasi run/debug, namun tidak boleh template. Jika Anda memilih opsi ini, bila proyek telah disimpan ke Git (atau sistem kontrol versi lain), konfigurasi run/debug akan disertakan bila seseorang memeriksa proyek.

Android Studio menyimpan konfigurasi run/debug bersama dalam file XML individual di folder .idea/runConfigurations; jika tidak maka konfigurasi disimpan di file .idea/workspace.xml. Untuk informasi selengkapnya, lihat Format Proyek Berbasis Direktori.

Default: tidak dipilih

Single instance only Jika Anda ingin memastikan bahwa hanya terdapat satu instance konfigurasi run/debug yang dieksekusi saat ini, pilih opsi ini. Ini tidak memungkinkan beberapa konfigurasi yang sama dijalankan secara bersamaan. Default: dipilih
Module Pilih modul yang akan menerapkan konfigurasi ini.
Synchronize with build.gradle configuration Jika Anda menambahkan modul App Engine dan menyinkronkan ke file build.gradle, bidang-bidang konfigurasi App Engine DevAppServer akan diisikan untuk Anda (disarankan). Memilih Tools > Android > Sync Project with Gradle Files juga akan menyinkronkan proyek. Default: dipilih
App Engine SDK Ketik jalur ke Google App Engine SDK untuk Java di mesin lokal. Klik ... untuk memilihnya dari dialog.
War Path Ketik jalur ke direktori Web Application Archive (WAR) dari aplikasi yang sedang Anda terapkan pada server development lokal. Klik ... untuk memilihnya dari dialog.
VM Args

Tetapkan opsi baris perintah yang ingin Anda teruskan ke VM untuk meluncurkan DevAppServer. Saat menetapkan berbagai opsi:

  • Gunakan spasi untuk memisahkan opsi yang berbeda.
  • Untuk opsi yang memiliki spasi, masukkan spasi dalam tanda petik (" ").
  • Jika opsi menyertakan tanda petik, tambahkan backslash sebelum tanda petik tersebut (\").

Untuk informasi selengkapnya tentang opsi VM, lihat dokumentasi versi J2SE Anda, seperti java JDK 7 dan java JDK 8.

Default: tanpa opsi

Server Address Ketik alamat host yang akan digunakan untuk server. Anda mungkin perlu memberikan alamat agar dapat mengakses server development dari komputer lain di jaringan. Alamat 0.0.0.0 memungkinkan akses localhost dan akses hostname. Default: localhost
Server Port Ketikkan nomor port yang akan digunakan untuk server. Default: 8080
Disable Check for App Engine SDK Updates Jika diberikan, server development tidak akan menghubungi App Engine untuk memeriksa ketersediaan SDK rilis terbaru. Secara default, server akan memeriksa versi terbaru saat startup, dan mencetak pesan jika versi baru telah tersedia.
Before Launch Lihat Mendefinisikan Sebelum Operasi Peluncuran.
This site uses cookies to store your preferences for site-specific language and display options.

Get the latest Android developer news and tips that will help you find success on Google Play.

* Required Fields

Hooray!

Follow Google Developers on WeChat

Browse this site in ?

You requested a page in , but your language preference for this site is .

Would you like to change your language preference and browse this site in ? If you want to change your language preference later, use the language menu at the bottom of each page.

This class requires API level or higher

This doc is hidden because your selected API level for the documentation is . You can change the documentation API level with the selector above the left navigation.

For more information about specifying the API level your app requires, read Supporting Different Platform Versions.

Take a short survey?
Help us improve the Android developer experience.
(Sep 2017 survey)