Google berkomitmen untuk mendorong terwujudnya keadilan ras bagi komunitas Kulit Hitam. Lihat caranya.

Mem-build dan menjalankan aplikasi Anda

Android Studio menyiapkan project baru untuk di-deploy ke Android Emulator atau perangkat yang terhubung hanya dengan beberapa klik. Setelah aplikasi terinstal, Anda dapat menggunakan Apply Changes untuk men-deploy perubahan kode dan resource tertentu tanpa membuat APK baru.

Untuk membuat dan menjalankan aplikasi, ikuti langkah-langkah berikut:

  1. Di toolbar, pilih aplikasi Anda dari menu drop-down konfigurasi run.
  2. Dari menu drop-down perangkat target, pilih perangkat tempat Anda ingin menjalankan aplikasi Anda.

    Menu drop-down perangkat target.

    Jika tidak memiliki perangkat yang dikonfigurasi, Anda harus menghubungkan perangkat melalui USB atau membuat AVD untuk menggunakan Android Emulator.

  3. Klik Run .

Mengubah konfigurasi run/debug

Saat Anda menjalankan aplikasi untuk pertama kalinya, Android Studio akan menggunakan konfigurasi run default. Konfigurasi run menentukan apakah aplikasi akan di-deploy dari APK atau Android App Bundle, modul yang akan dijalankan, paket yang akan di-deploy, aktivitas yang akan dimulai, perangkat target, setelan emulator, opsi logcat, dan banyak lagi.

Konfigurasi run/debug default akan membuat APK, meluncurkan aktivitas project default, dan menggunakan dialog Select Deployment Target untuk pemilihan perangkat target. Jika setelan default ini tidak sesuai dengan project atau modul Anda, Anda dapat menyesuaikan konfigurasi run/debug, atau bahkan membuat konfigurasi baru, pada tingkat project, default, dan modul. Untuk mengedit konfigurasi run/debug, pilih Run > Edit Configurations. Untuk mengetahui informasi selengkapnya, lihat Membuat dan Mengedit Konfigurasi Run/Debug.

Mengubah varian build

Secara default, Android Studio akan membuat versi debug aplikasi Anda saat Anda mengklik Run. Versi ini hanya untuk digunakan selama pengembangan.

Untuk mengubah varian build yang digunakan Android Studio, pilih Build> Select Build Variant pada panel menu.

Untuk project tanpa kode native/C++, panel Build Variants memiliki dua kolom: Module dan Active Build Variant. Nilai Active Build Variant untuk modul menentukan varian build mana yang akan di-deploy IDE ke perangkat terhubung Anda dan terlihat di editor.

Gambar 1. Panel Build Variants memiliki dua kolom untuk project yang tidak memiliki kode native/C++

Untuk beralih antarvarian, klik sel Active Build Variant untuk modul dan pilih varian yang diinginkan dari kolom daftar.

Untuk project dengan kode native/C++, panel Build Variant memiliki tiga kolom: Module, Active Build Variant, dan Active ABI. Nilai Active Build Variant untuk modul menentukan varian build mana yang akan di-deploy IDE ke perangkat Anda dan terlihat di editor. Untuk modul native, nilai Active ABI menentukan ABI yang digunakan editor, tetapi tidak memengaruhi yang sudah di-deploy.

Gambar 2. Panel Build Variant menambahkan kolom Active ABI untuk project dengan kode native/C++

Untuk mengubah varian build atau ABI, klik sel untuk kolom Active Build Variant atau Active ABI dan pilih varian atau ABI yang diinginkan dari daftar. Setelah Anda mengubah pilihan, IDE akan menyinkronkan project Anda secara otomatis. Mengubah kolom untuk aplikasi atau modul library akan menerapkan perubahan untuk semua baris dependen.

Secara default, project baru disiapkan dengan dua varian build: varian debug dan varian rilis. Anda perlu membuat varian rilis untuk menyiapkan aplikasi Anda untuk rilis publik.

Untuk mem-build variasi lain dari aplikasi Anda, masing-masing dengan fitur atau persyaratan perangkat yang berbeda, Anda dapat menentukan varian build tambahan.

Mem-build project Anda

Tombol Run mem-build dan men-deploy aplikasi Anda ke perangkat. Namun, untuk mem-build aplikasi yang akan dibagikan atau diupload ke Google Play, Anda harus menggunakan salah satu opsi pada menu Build untuk mengompilasi bagian-bagian atau semua project Anda. Sebelum memilih salah satu opsi build yang tercantum pada tabel 1, terlebih dahulu pastikan Anda memilih varian build yang ingin Anda gunakan.

Tabel 1. Opsi build pada menu Build.

Item Menu Deskripsi
Make Module Mengompilasi semua file sumber dalam modul yang dipilih, yang telah dimodifikasi sejak build terakhir, dan semua modul yang menjadi dependensi dari modul yang dipilih secara rekursif. Kompilasi ini mencakup file sumber dependen dan semua tugas build yang terkait. Anda dapat memilih modul yang akan di-build dengan memilih nama modul atau salah satu filenya di jendela Project. Perintah ini tidak menghasilkan APK.
Make Project Membuat semua modul.
Clean Project Menghapus semua file build perantara/cache.
Rebuild Project Menjalankan Clean Project untuk varian build yang dipilih dan menghasilkan APK.
Build Bundle(s) / APK(s) > Build APK(s)

Mem-build APK dari semua modul dalam project saat ini untuk varian yang dipilih. Setelah build selesai, notifikasi konfirmasi ditampilkan, yang menyediakan link ke file APK dan link untuk menganalisisnya di Penganalisis APK.

Jika varian build yang Anda pilih adalah jenis build debug, maka APK akan ditandatangani dengan kunci debug dan siap diinstal. Jika Anda telah memilih varian rilis, maka, secara default, APK tidak akan ditandatangani dan Anda harus menandatangani APK secara manual. Atau, Anda dapat memilih Build > Generate Signed Bundle/APK dari panel menu.

Android Studio menyimpan APK yang Anda buat di project-name/module-name/build/outputs/apk/.

Build Bundle(s)/APK(s) > Build Bundle(s)

Mem-build Android App Bundle dari semua modul dalam project saat ini untuk varian yang dipilih. Setelah build selesai, notifikasi konfirmasi ditampilkan, yang menyediakan link ke app bundle dan link untuk menganalisisnya di Penganalisis APK.

Jika varian build yang Anda pilih adalah jenis build debug, maka app bundle akan ditandatangani dengan kunci debug, dan Anda dapat menggunakan bundletool untuk men-deploy aplikasi dari app bundle ke perangkat yang terhubung. Jika Anda memilih varian rilis, maka app bundle secara default tidak akan ditandatangani, dan Anda harus menandatanganinya secara manual menggunakan jarsigner. Atau, Anda dapat memilih Build > Generate Signed Bundle/APK dari panel menu.

Android Studio menyimpan APK yang Anda buat di project-name/module-name/build/outputs/bundle/.

Generate Signed Bundle/APK Memunculkan dialog dengan wizard untuk menyiapkan konfigurasi penandatanganan baru, dan mem-build APK atau app bundle bertanda tangan. Anda harus menandatangani aplikasi dengan kunci rilis sebelum dapat menguploadnya ke Konsol Play. Untuk informasi selengkapnya tentang penandatanganan aplikasi, lihat Menandatangani aplikasi Anda.

Catatan: Tombol Run mem-build APK dengan testOnly="true", yang berarti APK hanya dapat diinstal melalui adb (yang digunakan Android Studio). Jika Anda menginginkan APK yang dapat di-debug dan dapat diinstal tanpa adb, pilih varian debug, lalu klik Build Bundle/APK > Build APK.

Untuk detail tentang tugas-tugas yang dijalankan Gradle untuk setiap perintah, buka jendela Build seperti yang dijelaskan di bagian berikutnya. Untuk mengetahui informasi selengkapnya tentang Gradle dan proses build, lihat Mengonfigurasi Build Anda.

Memantau proses build

Anda dapat melihat detail proses build dengan mengklik View > Tool Window > Build (atau dengan mengklik Build di kolom jendela alat). Jendela ini menampilkan tugas-tugas yang dijalankan Gradle untuk mem-build aplikasi Anda, seperti yang ditunjukkan pada gambar 3.

Gambar 3. Jendela output Build di Android Studio

  1. Build Tab: Menampilkan tugas-tugas yang dijalankan Gradle sebagai sebuah hierarki, di mana setiap node mewakili fase build atau sekelompok dependensi tugas. Jika Anda menerima error selama waktu build atau waktu kompilasi, periksa hierarki dan pilih sebuah elemen untuk membaca output error-nya, seperti yang ditunjukkan pada gambar 4.

    Gambar 4. Periksa jendela output Build untuk melihat pesan error

  2. SyncTab: Menampilkan tugas-tugas yang dijalankan Gradle untuk menyinkronkan dengan file project Anda. Mirip dengan tab Build, jika Anda mengalami error sinkronisasi, pilih elemen pada hierarki untuk menemukan informasi selengkapnya tentang error tersebut.
  3. Restart: Melakukan tindakan yang sama seperti memilih Build > Make Project dengan membuat file build perantara untuk semua modul dalam project Anda.
  4. Toggle view: Beralih antara menampilkan eksekusi tugas sebagai hierarki grafis dan menampilkan output teks yang lebih mendetail dari Gradle—ini adalah output yang sama dengan yang Anda lihat di jendela Gradle Console pada Android Studio 3.0 dan yang lebih lama.

Jika varian build Anda menggunakan ragam produk, Gradle juga memanggil tugas untuk mem-build ragam produk tersebut. Untuk melihat daftar semua tugas build yang tersedia, klik View > Tool Windows > Gradle (atau klik Gradle pada kolom jendela alat).

Jika terjadi error selama proses build, Gradle dapat merekomendasikan beberapa opsi command line untuk membantu Anda menyelesaikan masalah, seperti --stacktrace atau --debug. Untuk menggunakan opsi command line dengan proses build Anda:

  1. Buka dialog Settings atau Preferences:
    • Pada Windows atau Linux, pilih File > Settings dari panel menu.
    • Pada Mac OSX, pilih Android Studio > Preferences dari panel menu.
  2. Arahkan ke Build, Execution, Deployment > Compiler.
  3. Dalam kolom teks di samping Command-line Options, masukkan opsi command line Anda.
  4. Klik OK untuk menyimpan dan keluar.

Gradle menerapkan opsi command line ini saat berikutnya Anda mencoba mem-build aplikasi.

Apply Changes

Di Android Studio 3.5 dan yang lebih tinggi, Apply Changes memungkinkan Anda mengirim perubahan kode dan resource ke aplikasi yang sedang berjalan tanpa memulai ulang aplikasi—dan, dalam beberapa kasus, tanpa memulai ulang aktivitas saat ini. Fleksibilitas ini membantu mengontrol seberapa sering aplikasi dimulai ulang saat Anda ingin men-deploy dan menguji perubahan kecil dan inkremental sambil mempertahankan status perangkat saat ini. Apply Changes menggunakan kemampuan pada implementasi Android JVMTI yang didukung pada perangkat yang menjalankan Android 8.0 (API level 26) atau yang lebih tinggi. Untuk mempelajari lebih lanjut cara kerja Apply Changes, lihat Android Studio Project Marble: Apply Changes.

Persyaratan

Tindakan Apply Changes hanya tersedia setelah Anda memenuhi ketentuan berikut:

  • Anda mem-build APK aplikasi menggunakan varian build debug.
  • Anda men-deploy aplikasi ke perangkat target atau emulator yang menjalankan Android 8.0 (API level 26) atau yang lebih tinggi.

Menggunakan Apply Changes

Gunakan opsi berikut saat Anda ingin men-deploy perubahan ke perangkat yang kompatibel:

Apply Changes and Restart Activity Ikon Apply Changes and Restart Activity

Berupaya menerapkan perubahan kode dan resource Anda dengan memulai ulang aktivitas, tetapi tanpa memulai ulang aplikasi. Umumnya, Anda dapat menggunakan opsi ini setelah Anda mengubah kode di bagian isi suatu metode atau mengubah resource yang ada.

Anda juga dapat melakukan tindakan ini dengan menekan Ctrl+Alt+F10 (atau Control+Shift+Command+R pada macOS).

Apply Code Changes Ikon Apply Code Changes

Berupaya menerapkan perubahan kode saja tanpa memulai ulang apa pun. Umumnya, Anda dapat menggunakan opsi ini setelah Anda mengubah kode di bagian isi suatu metode, tetapi belum mengubah resource apa pun. Jika Anda telah mengubah kode dan resource, gunakan Apply Changes and Restart Activity.

Anda juga dapat melakukan tindakan ini dengan menekan Ctrl+F10 (atau Control+Command+R pada macOS).

Run Ikon Run

Men-deploy semua perubahan dan memulai ulang aplikasi. Gunakan opsi ini jika perubahan yang telah Anda buat tidak dapat diterapkan menggunakan salah satu opsi Apply Changes. Untuk mempelajari lebih lanjut jenis perubahan yang memerlukan mulai ulang aplikasi, lihat Limitation of Apply Changes.

Mengaktifkan fallback Run untuk Apply Changes

Setelah Anda mengklik Apply Changes and Restart Activity atau Apply Code Changes, Android Studio akan mem-build APK baru dan menentukan apakah perubahan dapat diterapkan. Jika perubahan tidak dapat diterapkan dan akan membuat Apply Changes gagal, Android Studio akan meminta Anda untuk melakukan Run Ikon Run aplikasi Anda lagi. Namun, jika Anda tidak ingin diminta setiap kali hal ini terjadi, Anda dapat mengonfigurasi Android Studio untuk otomatis menjalankan ulang aplikasi saat perubahan tidak dapat diterapkan.

Untuk mengaktifkan perilaku ini, ikuti langkah-langkah berikut:

  1. Buka dialog Settings atau Preferences:

    • Pada Windows atau Linux, pilih File > Settings dari panel menu.
    • Pada macOS, pilih Android Studio > Preferences dari panel menu.
  2. Arahkan ke Build, Execution, Deployment > Deployment.

  3. Pilih kotak centang untuk mengaktifkan fallback Run otomatis untuk salah satu tindakan Apply Changes.

  4. Klik OK.

Batasan Apply Changes

Apply Changes dirancang untuk mempercepat proses deployment aplikasi. Namun, ada sejumlah batasan terkait kapan Apply Changes dapat digunakan. Jika Anda mengalami masalah saat menggunakan Apply Changes, laporkan bug.

Perubahan kode yang memerlukan mulai ulang aplikasi

Beberapa perubahan kode dan resource tidak dapat diterapkan hingga aplikasi dimulai ulang, termasuk yang berikut ini:

  • Menambahkan atau menghapus metode atau kolom
  • Mengubah tanda tangan metode
  • Mengubah pengubah metode atau class
  • Mengubah pewarisan class
  • Mengubah nilai dalam enum
  • Menambahkan atau menghapus resource
  • Mengubah manifes aplikasi
  • Mengubah library native (file SO)

Library dan plugin

Beberapa library dan plugin otomatis membuat perubahan pada file manifes aplikasi Anda atau pada resource yang direferensikan pada manifes. Update otomatis ini dapat mengganggu Apply Changes dengan beberapa cara berikut:

  • Jika library atau plugin membuat perubahan pada manifes aplikasi Anda, Anda tidak dapat menggunakan Apply Code Changes Ikon Apply Code Changes atau Apply Changes and Restart Activity Ikon Apply Changes and Restart Activity dan harus memulai ulang aplikasi Anda sebelum dapat melihat perubahan.
  • Jika library atau plugin membuat perubahan pada file resource aplikasi Anda, Anda tidak dapat menggunakan Apply Code Changes Ikon Apply Code Changes, dan Anda harus menggunakan Apply Changes and Restart Activity Ikon Apply Changes and Restart Activity untuk melihat perubahan.

Anda dapat menghindari pembatasan ini dengan menonaktifkan semua update otomatis untuk varian build debug.

Misalnya, Crashlytics memperbarui resource aplikasi dengan ID build unik selama setiap build, yang mencegah Anda menggunakan Apply Code Changes Ikon Apply Code Changes dan mengharuskan Anda memulai ulang aktivitas aplikasi untuk melihat perubahan. Anda dapat menonaktifkan perilaku ini sehingga Anda dapat menggunakan Apply Code Changes bersama Crashlytics dengan build debug Anda.

Kode yang secara langsung merujuk konten dalam APK yang terinstal

Jika kode Anda secara langsung merujuk konten dari APK aplikasi yang terinstal di perangkat, kode tersebut dapat menyebabkan error atau tidak berfungsi setelah mengklik Apply Code Changes Ikon Apply Code Changes. Perilaku ini terjadi karena ketika Anda mengklik Apply Code Changes, APK yang mendasarinya pada perangkat akan diganti selama penginstalan. Dalam hal ini, Anda dapat mengklik Apply Changes and Restart Activity Ikon Apply Changes and Restart Activity atau Run Ikon Run sebagai gantinya.