Skip to content

Most visited

Recently visited

navigation

Membuat dan Menjalankan Aplikasi Anda

Secara default, Android Studio menyiapkan proyek baru untuk diluncurkan ke Emulator atau perangkat fisik hanya dengan beberapa klik. Dengan Instant Run, Anda bisa mendorong perubahan ke metode dan sumber daya aplikasi yang sudah ada ke aplikasi yang berjalan tanpa membuat APK baru, sehingga perubahan kode terlihat hampir seketika.

Untuk membuat dan menjalankan aplikasi Anda, klik Run . Android Studio membuat aplikasi Anda dengan Gradle, meminta Anda untuk memilih target penerapan (emulator atau perangkat yang terhubung), dan kemudian menerapkan aplikasi Anda ke sana. Anda bisa menyesuaikan beberapa perilaku default ini, seperti memilih target penerapan otomatis, dengan mengubah konfigurasi jalankan.

Jika Anda ingin menggunakan Android Emulator untuk menjalankan aplikasi, Anda harus memiliki Android Virtual Device (AVD). Jika Anda belum membuatnya, maka setelah Anda mengeklik Run, klik Create New Emulator pada dialog Select Deployment Target. Ikuti wizard Virtual Device Configuration untuk menentukan jenis perangkat yang ingin disimulasikan. Untuk informasi selengkapnya, lihat Membuat dan Mengelola Perangkat Virtual.

Jika Anda menggunakan perangkat Android fisik, Anda harus mengaktifkan debug USB pada perangkat. Untuk informasi selengkapnya, lihat Menjalankan Aplikasi di Perangkat Keras.

Catatan: Anda juga bisa menerapkan aplikasi dalam mode debug dengan mengeklik Debug . Menjalankan aplikasi dalam mode debug memungkinkan Anda untuk mengatur titik putus dalam kode, memeriksa variabel dan mengevaluasi ekspresi saat dijalankan, dan menjalankan alat debug. Untuk mengetahui selengkapnya, lihat Debug Aplikasi Anda.

Memilih dan membuat modul yang berbeda

Jika proyek Anda memiliki beberapa modul di luar modul aplikasi default, Anda bisa membuat sebuah modul yang spesifik dengan cara berikut:

Android Studio membuat akan modul menggunakan Gradle. Setelah modul dibuat, Anda bisa menjalankan dan men-debug-nya jika Anda telah membuat modul untuk aplikasi atau perangkat yang baru, atau menggunakannya sebagai dependensi jika Anda mempunyai modul pustaka atau Google Cloud.

Untuk menjalankan modul aplikasi yang telah dibuat:

Mengubah konfigurasi jalankan/debug

Konfigurasi jalankan/debug menentukan modul yang dijalankan, paket untuk diterapkan, aktivitas yang dimulai, perangkat target, setelan emulator, pilihan logcat, dan lainnya. Konfigurasi jalankan/debug default meluncurkan aktivitas proyek default dan menggunakan dialog Select Deployment Target untuk pemilihan perangkat target. Jika setelan default tidak sesuai dengan proyek atau modul, Anda bisa menyesuaikan konfigurasi jalankan/debug, atau bahkan membuat yang baru, pada tingkat proyek, default, dan modul. Untuk mengedit konfigurasi jalankan/debug, pilih Run > Edit Configurations. Untuk informasi selengkapnya, lihat Membuat dan Mengedit Konfigurasi Jalankan/Debug.

Mengubah varian versi

Secara default, Android Studio membuat versi debug aplikasi, yang ditujukan hanya untuk pengujian, ketika Anda mengeklik Run. Anda harus membuat versi rilis untuk mempersiapkan aplikasi Anda untuk rilis publik.

Untuk mengubah varian versi yang digunakan Android Studio, buka Build > Select Build Variant dan pilih salah satu yang berbeda dari menu tarik-turun. Secara default, proyek baru disiapkan dengan debug dan merilis varian versi.

Menggunakan cita rasa produk, Anda bisa menciptakan varian versi tambahan untuk berbagai versi aplikasi, yang masing-masing memiliki fitur atau persyaratan perangkat yang berbeda. Untuk mengetahui selengkapnya tentang varian versi dan cita rasa produk, lihat Mengonfigurasi Versi.

Memantau proses versi

Anda bisa melihat detail mengenai proses versi dengan mengeklik Gradle Console . Konsol menampilkan setiap tugas yang dijalankan Gradle dalam membuat aplikasi Anda, seperti yang ditampilkan pada gambar 1.

Gambar 1. Konsol Gradle di Android Studio.

Jika varian versi Anda menggunakan cita rasa produk, Gradle juga memanggil tugas untuk membuat cita rasa produk tersebut. Untuk melihat daftar semua tugas versi yang tersedia, klik Gradle di sisi kanan jendela IDE.

Jika terjadi kesalahan selama proses versi, jendela Pesan akan muncul untuk menjelaskan masalah ini. Gradle mungkin merekomendasikan beberapa opsi baris perintah untuk membantu Anda menyelesaikan masalah, seperti --stacktrace atau --debug. Untuk menggunakan opsi baris perintah dengan proses versi Anda:

  1. Buka kotak dialog Settings atau Preferences:
    • Pada Windows atau Linux, pilih File > Settings dari menu utama.
    • Pada Mac OSX, pilih Android Studio > Preferences dari menu utama.
  2. Arahkan ke Build, Execution, Deployment > Compiler.
  3. Dalam bidang teks di sebelah Command-line Options, masukkan opsi baris perintah Anda.
  4. Klik OK untuk menyimpan dan keluar.

Gradle akan menerapkan opsi baris perintah ini pada saat berikutnya Anda membuat aplikasi.

Menghasilkan APK

Saat Anda mengeklik Run, Android Studio akan menghasilkan APK debug dan menerapkannya ke perangkat target Anda. Sebelum Anda bisa menghasilkan aplikasi versi rilis untuk distribusi publik, Anda harus terlebih dahulu belajar cara menandai aplikasi Anda. Anda kemudian bisa mengeluarkan beberapa APK yang sudah ditandai dari debug atau merilis varian versi. Untuk mencari file APK yang dihasilkan, klik tautan dalam dialog munculan, seperti yang ditunjukkan pada gambar 2.

Gambar 2. Klik tautan untuk mencari file APK yang dihasilkan.

Tentang Instant Run

Diperkenalkan di Android Studio 2.0, Instant Run adalah suatu perilaku untuk perintah Run dan Debug yang secara signifikan mengurangi waktu antar pembaruan untuk aplikasi Anda. Meskipun versi pertama Anda mungkin memakan waktu lebih lama untuk diselesaikan, Instant Run mendorong pembaruan berikutnya untuk aplikasi Anda tanpa membuat APK baru, sehingga perubahan bisa terlihat jauh lebih cepat.

Instant Run hanya didukung ketika Anda menerapkan varian versi debug, menggunakan Android Plugin for Gradle versi 2.0.0 atau yang lebih tinggi, dan menetapkan minSdkVersion ke 15 atau lebih tinggi dalam file build.gradle tingkat-modul aplikasi Anda. Untuk kinerja terbaik, atur minSdkVersion ke 21 atau lebih tinggi.

Setelah mendistribusikan aplikasi, ikon petir kuning dan kecil akan muncul dalam tombol Run (atau tombol Debug ), yang menunjukkan bahwa Instant Run siap untuk mendorong pembaruan saat Anda mengeklik tombol. Ketimbang membuat APK baru, Instant Run hanya mendorong perubahan baru dan, dalam beberapa kejadian, aplikasi bahkan tidak perlu memulai ulang dan langsung menampilkan efek dari perubahan kode tersebut.

Instant Run mendorong kode dan sumber daya yang diperbarui ke perangkat atau emulator yang terhubung dengan melakukan hot swap, warm swap, atau cold swap. Itu secara otomatis menentukan tipe swap yang dilakukan berdasarkan tipe perubahan yang Anda buat. Video di atas memberikan detail menarik tentang bagaimana semua ini bekerja. Untuk rangkuman singkat tentang perilaku Instant Run ketika Anda mendorong perubahan kode tertentu ke perangkat target, lihat tabel berikut.

Perubahan Kode Perilaku Instant Run
  • Mengubah kode implementasi dari metode yang ada

Didukung dengan hot swap: Ini adalah tipe swap yang tercepat dan perubahan yang terlihat jauh lebih cepat. Aplikasi Anda tetap berjalan dan potongan metode dengan implementasi yang baru akan digunakan saat metode ini dipanggil.

Hot swap tidak melakukan inisialisasi ulang objek dalam aplikasi yang berjalan. Anda mungkin perlu memulai ulang aktivitas yang aktif, atau memulai ulang aplikasi, sebelum Anda bisa melihat pembaruan tertentu. Secara default, Android Studio secara otomatis memulai ulang aktivitas setelah melakukan hot swap. Jika tidak menginginkan perilaku ini, Anda bisa nonaktifkan aktivitas mulai ulang otomatis.

  • Mengubah atau membuang sumber daya yang ada
Didukung dengan warm swap: Swap tipe ini masih tergolong sangat cepat, tetapi Instant Run harus memulai ulang aktivitas yang aktif ketika mendorong sumber daya yang berubah ke aplikasi Anda. Aplikasi Anda tetap berjalan, namun layar mungkin sedikit berkedip ketika aktivitas dimulai ulang—ini normal.
Perubahan kode struktural, seperti:
  • Menambahkan, membuang, atau mengubah:
    • anotasi
    • bidang instance
    • bidang statis
    • tanda tangan metode statis
    • tanda tangan metode instance
  • Mengubah kelas induk mana yang diturunkan ke kelas yang aktif
  • Mengubah daftar antarmuka yang diimplementasikan
  • Mengubah inisialisasi statis kelas
  • Menyusun ulang elemen tata letak yang menggunakan ID sumber daya dinamis

Didukung dengan cold swap (API level 21 atau yang lebih tinggi): Swap tipe ini sedikit lebih lambat karena, meskipun tidak memerlukan APK baru, Instant Run harus memulai ulang seluruh aplikasi ketika mendorong perubahan kode struktural.

Untuk perangkat target yang menjalankan API level 20 atau lebih rendah, Android Studio mendistribusikan APK penuh.

  • Mengubah manifes aplikasi
  • Mengubah sumber daya yang dirujuk oleh manifes aplikasi
  • Mengubah elemen UI widget Android (memerlukan Clean and Rerun)

Saat membuat perubahan untuk manifes aplikasi atau sumber daya yang dirujuk oleh manifes, Android Studio secara otomatis akan meluncurkan versi baru untuk menerapkan perubahan ini. Ini karena informasi tertentu tentang aplikasi, seperti nama, sumber daya ikon aplikasi, dan filter maksud, ditentukan dari manifes ketika APK diinstal pada perangkat.

Jika proses versi Anda secara otomatis memperbarui setiap bagian manifes aplikasi, seperti melakukan iterasi secara otomatis versionCode atau versionName, Anda tidak akan memperoleh keuntungan dari kinerja penuh Instant Run. Ketika menggunakan Instant Run, Anda harus menonaktifkan pembaruan otomatis untuk setiap bagian manifes aplikasi dalam varian versi debug Anda.

Ketika memperbarui elemen UI widget Android, Anda harus melakukan Clean and Rerun untuk melihat perubahan. Karena melakukan versi bersih mungkin memerlukan waktu yang lebih lama saat menggunakan Instant Run, Anda bisa secara sementara nonaktifkan Instant Run saat melakukan pembaruan UI widget Anda.

Catatan: Jika Anda harus memulai ulang aplikasi setelah mogok, jangan luncurkan aplikasi dari perangkat target. Memulai ulang aplikasi dari perangkat target tidak akan menerapkan perubahan kode sesudah cold swap terakhir atau versi secara bertahap. Untuk meluncurkan aplikasi dengan semua perubahan terbaru, klik Run (atau Debug ) dari Android Studio.

Menggunakan Rerun

Ketika mendorong perubahan kode yang memengaruhi initializer tertentu, seperti perubahan terhadap metode aplikasi onCreate(), Anda harus memulai ulang aplikasi agar perubahan diterapkan. Untuk melakukan versi secara bertahap dan memulai ulang aplikasi, klik Rerun .

Jika Anda membutuhkan versi yang bersih, pilih Run > Clean and Rerun dari menu utama, atau tahan tombol Shift sambil mengeklik Rerun . Tindakan ini menghentikan aplikasi yang berjalan, membuat versi bersih secara penuh, dan mendistribusikan APK baru ke perangkat target.

Menonaktifkan mulai ulang aktivitas otomatis

Ketika melakukan hot swap, aplikasi Anda tetap berjalan namun Android Studio secara otomatis memulai ulang aktivitas yang aktif. Untuk menonaktifkan setelan default ini:

  1. Buka kotak dialog Settings atau Preferences:
    • Pada Windows atau Linux, pilih File > Settings dari menu utama.
    • Pada Mac OSX, pilih Android Studio > Preferences dari menu utama.
  2. Masuk ke Build, Execution, Deployment > Instant Run.
  3. Hapus centang pada kotak di sebelah Restart activity on code changes.

Jika mulai ulang aktivitas otomatis dinonaktifkan, Anda bisa secara manual memulai ulang aktivitas aktif dari menu dengan memilih Run > Restart Activity.

Mengonfigurasi dan mengoptimalkan proyek Anda untuk Instant Run

Android Studio mengaktifkan Instant Run secara default untuk proyek yang dibuat menggunakan Android Plugin for Gradle 2.0.0 dan yang lebih tinggi.

Untuk memperbarui proyek yang sudah ada dengan versi plugin terbaru:

  1. Buka kotak dialog Settings atau Preferences.
  2. Masuk ke Build, Execution, Deployment > Instant Run dan klik Update Project, seperti yang ditunjukkan pada gambar 3.

    Jika opsi untuk memperbarui proyek tidak muncul, maka itu sudah menggunakan Android Plugin for Gradle terbaru.

    Gambar 3. Memperbarui Android Plugin for Gradle untuk proyek yang ada.

Anda juga harus mengubah varian versi ke versi debug dari aplikasi agar bisa menggunakan Instant Run.

Meningkatkan waktu pembuatan versi dengan mengonfigurasi sumber daya DEX

Ketika Anda menerapkan versi bersih, Android Studio akan memperlengkapi aplikasi Anda agar mengizinkan Instant Run untuk mendorong pembaruan kode dan sumber daya. Meskipun memperbarui aplikasi yang berjalan akan jauh lebih cepat, versi pertama mungkin memakan waktu lebih lama untuk selesai. Anda bisa meningkatkan proses versi dengan mengonfigurasi setelan beberapa DexOptions:

maxProcessCount
Menetapkan jumlah maksimum proses DEX yang bisa dimulai secara bersamaan. Jika daemon Gradle sudah berjalan, Anda harus menghentikan proses sebelum menginisialisasinya dengan hitungan proses maksimum yang baru. Anda bisa mengakhiri daemon Gradle dengan memanggil salah satu opsi berikut dari jendela Terminal:
  • Pada Windows, panggil gradlew --stop
  • Pada Linux/Mac OSX, panggil ./gradlew --stop
javaMaxHeapSize
Menetapkan ukuran kelompok alokasi memori maksimum untuk operasi dex. Ketika memberikan sebuah nilai, Anda bisa menambahkan huruf 'k' untuk menunjukkan kilobyte, 'm' untuk menunjukkan megabyte, atau 'g' untuk menunjukkan Gigabyte.

Contoh berikut menetapkan maxProcessCount ke 4 dan javaMaxHeapSize ke "2g" dalam file build.gradle tingkat-modul:

android {
  ...
  dexOptions {
    maxProcessCount 4 // this is the default value
    javaMaxHeapSize "2g"
  }
}

Anda harus bereksperimen dengan setelan ini dengan menaikkan nilai-nilai mereka secara bertahap dan mengamati efeknya pada waktu pembuatan versi. Kinerjanya bisa kurang bagus jika Anda mengalokasikan terlalu banyak sumber daya untuk proses dexing.

Aktifkan proses dexing dan susunan Java secara bertahap

Android Plugin for Gradle versi 2.1.0 dan lebih tinggi menawarkan peningkatan proses versi tambahan, termasuk susunan Java secara bertahap dan proses dexing. Susunan Java incremental diaktifkan secara default dan mengurangi waktu penyusunan selama pengembangan dengan hanya mengumpulkan bagian-bagian dari sumber yang telah berubah atau perlu disusun ulang.

Proses dexing melakukan dexing dalam proses versi, bukan dalam proses VM eksternal yang terpisah. Hal ini bukan hanya membuat kenaikan versi secara bertahap jauh lebih cepat, namun juga secara signifikan mempercepat versi penuh. Untuk mengaktifkan fitur ini, Anda harus mengatur ukuran memori maksimum daemon Gradle setidaknya 2048 MB. Anda bisa melakukan ini dengan memasukkannya dalam file gradle.properties proyek:

org.gradle.jvmargs = -Xmx2048m

Jika Anda telah menetapkan nilai untuk javaMaxHeapSize dalam file build.gradle tingkat-modul, Anda harus mengatur ukuran memori maksimum daemon ke nilai javaMaxHeapSize + 1024 MB. Misalnya, jika Anda telah mengatur javaMaxHeapSize ke "2g", Anda harus menambahkannya ke file gradle.properties proyek:

org.gradle.jvmargs = -Xmx3072m

Masukkan proyek Anda dalam pengecualian Windows Defender

Pada sistem Windows, Windows Defender bisa menyebabkan performa yang menurun saat menggunakan Instant Run. Jika Anda menggunakan Windows Defender, Anda harus mengecualikan folder proyek Android Studio dari pemindaian malware Windows Defender.

Meningkatkan waktu pembuatan versi ketika menggunakan Crashlytics

Jika versi plugin Fabric Gradle lebih rendah dari 1.21.6, Crashlytics bisa menyebabkan waktu pembuatan versi yang lebih lambat. Untuk meningkatkan kinerja pembuatan versi ketika mengembangkan aplikasi, Anda bisa memperbarui plugin ke versi terbaru atau menonaktifkan Crashlytics untuk varian versi debug.

Keterbatasan Instant Run

Instant Run dirancang untuk mempercepat proses buat dan terapkan dalam kebanyakan situasi. Namun, ada beberapa aspek dalam menggunakan Instant Run yang mungkin memengaruhi perilaku dan kompatibilitas dengan aplikasi Anda. Jika Anda mengalami masalah yang lain saat menggunakan Instant Run, silakan laporkan bug.

Menerapkan ke beberapa perangkat

Instant Run menggunakan teknik yang berbeda untuk melakukan hot, warm, dan cold swap yang disesuaikan dengan tingkat API perangkat target. Karena alasan ini, ketika menerapkan aplikasi ke beberapa perangkat sekaligus, Android Studio mematikan Instant Run untuk sementara.

Multidex aplikasi Anda

Jika proyek dikonfigurasi untuk Legacy Multidex—yaitu, ketika build.gradle dikonfigurasi dengan multiDexEnabled true dan minSdkVersion 20 atau lebih rendah—dan Anda menerapkan ke perangkat target yang menjalankan Android 4.4 (API level 20) atau lebih rendah, Android Studio akan menonaktifkan Instant Run.

Jika minSdkVersion diatur ke 21 atau lebih tinggi, Instant Run secara otomatis mengonfigurasi aplikasi Anda untuk multidex. Oleh karena Instant Run hanya bekerja dengan versi debug aplikasi, Anda mungkin perlu mengonfigurasi aplikasi Anda untuk multidex ketika mendistribusikan varian versi rilis.

Menjalankan pengujian berinstrumen dan pembuat profil kinerja

Pengujian berinstrumen memuat APK debug dan APK tes ke dalam proses yang sama pada perangkat pengujian, yang memungkinkan metode kontrol untuk mengganti siklus normal aplikasi dan melakukan tes. Saat menjalankan atau melakukan debug pengujian berinstrumen, Android Studio tidak memasukkan metode tambahan yang dibutuhkan untuk Instant Run dan mematikan fitur.

Ketika membuat profil aplikasi, Anda harus menonaktifkan Instant Run. Ada sedikit dampak terhadap kinerja ketika menggunakan Instant Run dan dampak yang lebih besar ketika mengganti metode dengan hot swap. Dampak terhadap kinerja ini bisa mengganggu informasi yang diberikan oleh alat pembuat profil kinerja. Selain itu, potongan metode yang dihasilkan setiap kali hot swap bisa mempersulit pelacakan tumpukan.

Menggunakan plugin pihak ketiga

Android Studio untuk sementara waktu akan menonaktifkan Java Code Coverage Library (JaCoCo) dan ProGuard saat menggunakan Instant Run. Oleh karena Instant Run hanya bekerja dengan versi debug, hal ini tidak memengaruhi versi rilis.

Plugin pihak ketiga tertentu yang melakukan peningkatan bytecode mungkin bermasalah dengan bagaimana Instant Run memperlengkapi aplikasi Anda. Jika Anda mengalami masalah ini, namun ingin terus menggunakan Instant Run, Anda harus menonaktifkan plugin untuk varian versi debug tersebut. Anda juga bisa membantu meningkatkan kompatibilitas plugin pihak ketiga dengan melaporkan bug.

Mendorong perubahan aplikasi multiproses

Instant Run hanya memperlengkapi proses utama aplikasi untuk melakukan hot swap dan warm swap. Ketika mendorong perubahan kode untuk proses aplikasi lainnya, seperti perubahan implementasi metode atau sumber daya yang ada, Instant Run akan melakukan cold swap.

Menonaktifkan Instant Run

Untuk menonaktifkan Instant Run:

  1. Buka kotak dialog Settings atau Preferences.
  2. Masuk ke Build, Execution, Deployment > Instant Run.
  3. Hapus centang kotak di sebelah Enable Instant Run.
This site uses cookies to store your preferences for site-specific language and display options.

Get the latest Android developer news and tips that will help you find success on Google Play.

* Required Fields

Hooray!

Follow Google Developers on WeChat

Browse this site in ?

You requested a page in , but your language preference for this site is .

Would you like to change your language preference and browse this site in ? If you want to change your language preference later, use the language menu at the bottom of each page.

This class requires API level or higher

This doc is hidden because your selected API level for the documentation is . You can change the documentation API level with the selector above the left navigation.

For more information about specifying the API level your app requires, read Supporting Different Platform Versions.

Take a short survey?
Help us improve the Android developer experience.
(Sep 2017 survey)