The Android Developer Challenge is back! Submit your idea before December 2.

Mengenal Android Studio

Android Studio adalah Lingkungan Pengembangan Terpadu (Integrated Development Environment/IDE) resmi untuk pengembangan aplikasi Android, yang didasarkan pada IntelliJ IDEA. Selain sebagai editor kode dan fitur developer IntelliJ yang andal, Android Studio menawarkan banyak fitur yang meningkatkan produktivitas Anda dalam membuat aplikasi Android, seperti:

  • Sistem build berbasis Gradle yang fleksibel
  • Emulator yang cepat dan kaya fitur
  • Lingkungan terpadu tempat Anda bisa mengembangkan aplikasi untuk semua perangkat Android
  • Terapkan Perubahan untuk melakukan push pada perubahan kode dan resource ke aplikasi yang sedang berjalan tanpa memulai ulang aplikasi
  • Template kode dan integrasi GitHub untuk membantu Anda membuat fitur aplikasi umum dan mengimpor kode sampel
  • Framework dan fitur pengujian yang lengkap
  • Fitur lint untuk merekam performa, kegunaan, kompatibilitas versi, dan masalah lainnya
  • Dukungan C++ dan NDK
  • Dukungan bawaan untuk Google Cloud Platform, yang memudahkan integrasi Google Cloud Messaging dan App Engine

Halaman ini menyediakan pengantar fitur-fitur dasar Android Studio. Untuk ringkasan perubahan terbaru, lihat catatan rilis Android Studio.

Struktur project

Gambar 1. File project dalam tampilan Android.

Setiap project di Android Studio berisi satu atau beberapa modul dengan file kode sumber dan file resource. Jenis modul meliputi:

  • Modul aplikasi Android
  • Modul library
  • Modul Google App Engine

Secara default, Android Studio menampilkan file project Anda dalam tampilan project Android, seperti yang ditunjukkan pada gambar 1. Tampilan ini disusun menurut modul untuk memberikan akses cepat ke file sumber utama project Anda.

Semua file build terlihat di tingkat teratas di bagian Gradle Script dan setiap modul aplikasi berisi folder berikut:

  • manifests: Berisi file AndroidManifest.xml.
  • java: Berisi file kode sumber Java, termasuk kode pengujian JUnit.
  • res: Berisi semua resource non-kode, seperti tata letak XML, string UI, dan gambar bitmap.

Struktur project Android pada disk berbeda dengan representasi tersatukan ini. Untuk melihat struktur file project sebenarnya, pilih Project dari menu drop-down Project (pada gambar 1, ditampilkan sebagai Android).

Anda juga dapat menyesuaikan tampilan file project untuk berfokus pada aspek spesifik dari pengembangan aplikasi Anda. Misalnya, memilih tampilan Problems pada project Anda akan menampilkan link ke file sumber yang berisi error coding dan sintaks yang dikenali, seperti tag penutup elemen XML yang tidak ada dalam file tata letak.

Gambar 2. File project dalam tampilan Problems, menunjukkan file tata letak yang memiliki masalah.

Untuk informasi selengkapnya, lihat Ringkasan project.

Antarmuka Pengguna

Jendela utama Android Studio terdiri dari beberapa area logis yang diidentifikasi dalam gambar 3.

Gambar 3. Jendela utama Android Studio.

  1. Toolbar memungkinkan Anda melakukan berbagai tindakan, termasuk menjalankan aplikasi dan meluncurkan fitur Android.
  2. Menu navigasi membantu Anda menjelajah project dan membuka file untuk diedit. Menu ini memberikan tampilan struktur yang lebih ringkas yang terlihat di jendela Project.
  3. Jendela editor adalah tempat Anda membuat dan memodifikasi kode. Tergantung jenis file yang ada, editor ini dapat berubah. Misalnya, saat menampilkan file tata letak, editor akan menampilkan Layout Editor.
  4. Panel jendela fitur berada di sisi luar jendela IDE dan berisi tombol-tombol yang memungkinkan Anda memperluas atau menciutkan setiap jendela fitur.
  5. Jendela fitur memberi Anda akses ke tugas tertentu seperti pengelolaan project, penelusuran, kontrol versi, dan banyak lagi. Anda dapat memperluas dan menciutkan jendela ini.
  6. Status bar menampilkan status project Anda dan IDE itu sendiri, serta semua peringatan atau pesan.

Anda dapat mengatur jendela utama untuk memperluas ruang layar dengan menyembunyikan atau memindahkan toolbar dan jendela fitur. Anda juga dapat menggunakan pintasan keyboard untuk mengakses sebagian besar fitur IDE.

Anda dapat menelusuri kode sumber, database, tindakan, elemen antarmuka pengguna, dan sebagainya kapan saja, dengan menekan tombol Shift dua kali, atau mengklik kaca pembesar di sudut kanan atas jendela Android Studio. Tips ini sangat berguna jika, misalnya, Anda mencoba menemukan tindakan IDE tertentu yang Anda lupa cara memicunya.

Jendela fitur

Sebagai ganti menggunakan perspektif preset, Android Studio mengikuti konteks Anda dan otomatis menampilkan jendela fitur yang relevan saat Anda bekerja. Secara default, jendela fitur yang paling umum digunakan disematkan ke panel jendela fitur di tepi jendela aplikasi.

  • Untuk memperluas atau menciutkan jendela fitur, klik nama fitur di panel jendela fitur. Anda juga dapat menarik, menyematkan, melepaskan sematan, memasang, dan melepas jendela fitur.
  • Untuk kembali ke tata letak jendela fitur default saat ini, klik Window > Restore Default Layout atau sesuaikan tata letak default dengan mengklik Window > Store Current Layout as Default.
  • Untuk menampilkan atau menyembunyikan seluruh panel jendela fitur, klik ikon jendela di pojok kiri bawah jendela Android Studio.
  • Untuk menemukan jendela fitur tertentu, arahkan kursosr ke atas ikon jendela dan pilih jendela fitur tersebut dari menu.

Anda juga bisa menggunakan pintasan keyboard untuk membuka jendela fitur. Tabel 1 mencantumkan pintasan jendela paling umum.

Tabel 1. Pintasan keyboard untuk beberapa jendela fitur yang bermanfaat.

Jendela fitur Windows dan Linux Mac
Project Alt+1 Command+1
Version Control Alt+9 Command+9
Run Shift+F10 Control+R
Debug Shift+F9 Control+D
Logcat Alt+6 Command+6
Return to Editor Esc Esc
Hide All Tool Windows Control+Shift+F12 Command+Shift+F12

Jika Anda ingin menyembunyikan semua toolbar, jendela fitur, dan tab editor, klik View > Enter Distraction Free Mode. Langkah ini akan mengaktifkan Distraction Free Mode. Untuk keluar dari Distraction Free Mode, klik View > Exit Distraction Free Mode.

Anda dapat menggunakan Speed Search untuk menelusuri dan memfilter di dalam sebagian besar jendela fitur pada Android Studio. Untuk menggunakan Speed Search, pilih jendela fitur, lalu ketik kueri penelusuran Anda.

Untuk tips lainnya, lihat Pintasan keyboard.

Pelengkapan kode

Android Studio memiliki tiga jenis pelengkapan kode, yang dapat Anda akses menggunakan pintasan keyboard.

Tabel 2. Pintasan keyboard untuk pelengkapan kode.

Jenis Deskripsi Windows dan Linux Mac
Basic Completion Menampilkan saran dasar untuk variabel, jenis, metode, ekspresi, dan sebagainya. Jika memanggil Basic Completion dua kali berturut-turut, Anda akan melihat lebih banyak hasil, termasuk anggota pribadi dan anggota statis yang tidak diimpor. Control+Space Control+Space
Smart Completion Menampilkan opsi yang relevan berdasarkan konteks. Smart Completion mengetahui jenis dan alur data yang diharapkan. Jika Anda memanggil Smart Completion dua kali berturut-turut, Anda akan melihat lebih banyak hasil, termasuk chain. Control+Shift+Space Control+Shift+Space
Statement Completion Melengkapi pernyataan saat ini secara otomatis, seperti menambahkan tanda kurung, tanda kurung siku, tanda kurung kurawal, pemformatan, dll. yang tidak lengkap. Control+Shift+Enter Shift+Command+Enter

Anda juga dapat melakukan perbaikan cepat dan menampilkan tindakan maksud dengan menekan Alt+Enter.

Menemukan kode contoh

Code Sample Browser di Android Studio membantu Anda menemukan contoh kode Android berkualitas tinggi yang disediakan Google berdasarkan simbol yang saat ini ditandai dalam project Anda. Untuk informasi selengkapnya, lihat Menemukan kode contoh.

Berikut ini beberapa tips untuk membantu Anda menjelajah di dalam Android Studio.

  • Beralih antar file yang baru saja diakses menggunakan tindakan Recent Files. Tekan Control+E (Command+E pada Mac) untuk memunculkan tindakan Recent Files. Secara default, file yang terakhir diakses akan dipilih. Anda juga dapat mengakses jendela fitur mana saja melalui kolom kiri dalam tindakan ini.
  • Lihat struktur file saat ini menggunakan tindakan File Structure. Munculkan tindakan File Structure dengan menekan Control+F12 (Command+F12 pada Mac). Dengan tindakan ini, Anda dapat membuka bagian mana pun dari file saat ini dengan cepat.
  • Telusuri dan buka class tertentu dalam project menggunakan tindakan Navigate to Class. Munculkan tindakan ini dengan menekan Control+N (Command+O pada Mac). Navigate to Class mendukung ekspresi canggih, termasuk camel humps, jalur, baris navigasi ke, pencocokan nama tengah, dan banyak lagi. Jika Anda memanggilnya dua kali berturut-turut, hasil dari class project akan ditampilkan.
  • Buka file atau folder menggunakan tindakan Navigate to File. Munculkan tindakan Navigate to File dengan menekan Control+Shift+N (Command+Shift+O pada Mac). Untuk menelusuri folder dan bukan file, tambahkan / (garis miring) di akhir ekspresi Anda.
  • Buka metode atau kolom menurut nama menggunakan tindakan Navigate to Symbol. Munculkan tindakan Navigate to Symbol dengan menekan Control+Shift+Alt+N (Command+Option+O pada Mac).
  • Temukan semua bagian kode yang merujuk ke class, metode, kolom, parameter, atau pernyataan di posisi kursor saat ini dengan menekan Alt+F7 (Option+F7 pada Mac).

Gaya dan pemformatan

Saat Anda mengedit, Android Studio otomatis menerapkan pemformatan dan gaya seperti yang ditentukan dalam setelan gaya kode Anda. Anda dapat menyesuaikan setelan gaya kode menurut bahasa pemrograman, termasuk menentukan konvensi untuk tab dan indentasi, spasi, penggabungan, tanda kurung kurawal, dan baris kosong. Untuk menyesuaikan setelan gaya kode Anda, klik File > Settings > Editor > Code Style (Preferences > Editor > Code Style pada Mac.)

Meskipun IDE otomatis menerapkan pemformatan selagi Anda bekerja, Anda juga bisa memanggil tindakan Reformat Code secara eksplisit dengan menekan Control+Alt+L (Opt+Command+L pada Mac), atau secara otomatis mengindentasi semua baris dengan menekan Control+Alt+I (Control+Option+I pada Mac).

Gambar 4. Kode sebelum pemformatan.

Gambar 5. Kode setelah pemformatan.

Dasar-dasar kontrol versi

Android Studio mendukung berbagai sistem kontrol versi (VCS), termasuk Git, GitHub, CVS, Mercurial, Subversion, dan Google Cloud Source Repositories.

Setelah mengimpor aplikasi Anda ke Android Studio, gunakan opsi menu VCS pada Android Studio untuk mengaktifkan dukungan VCS bagi sistem kontrol versi yang diinginkan, membuat repositori, mengimpor file baru ke kontrol versi, dan menjalankan operasi kontrol versi lainnya:

  1. Dari menu VCS Android Studio, klik Enable Version Control Integration.
  2. Dari menu drop-down, pilih sistem kontrol versi yang ingin dikaitkan dengan root project, lalu klik OK.

Menu VCS sekarang menampilkan sejumlah opsi kontrol versi berdasarkan sistem yang Anda pilih.

Catatan: Anda juga dapat menggunakan opsi menu File > Settings > Version Control untuk menyiapkan dan mengubah setelan kontrol versi.

Sistem build Gradle

Android Studio menggunakan Gradle sebagai dasar dari sistem build, dengan lebih banyak kemampuan khusus Android yang disediakan oleh plugin Android untuk Gradle. Sistem build ini berjalan sebagai fitur terintegrasi dari menu Android Studio, dan terpisah dari command line. Anda dapat menggunakan fitur-fitur sistem build untuk:

  • Menyesuaikan, mengonfigurasi, dan memperluas proses pembuatan build.
  • Membuat banyak APK untuk aplikasi Anda, dengan berbagai fitur yang menggunakan project dan modul yang sama.
  • Menggunakan kembali kode dan resource di seluruh set sumber.

Berkat fleksibilitas Gradle, Anda dapat mencapai semua ini tanpa mengubah file sumber inti aplikasi Anda. File build Android Studio diberi nama build.gradle. File tersebut adalah file teks biasa yang menggunakan sintaks Groovy untuk mengonfigurasi build dengan elemen yang disediakan oleh plugin Android untuk Gradle. Setiap project memiliki satu file build tingkat atas untuk seluruh project dan file build tingkat modul terpisah untuk setiap modul. Saat Anda mengimpor project yang ada, Android Studio akan otomatis menghasilkan file build yang diperlukan.

Untuk mempelajari sistem build dan cara mengonfigurasinya lebih lanjut, lihat Mengonfigurasi build.

Varian build

Sistem build dapat membantu Anda membuat beberapa versi berbeda untuk aplikasi yang sama dari satu project. Hal ini berguna saat Anda menyediakan aplikasi dalam versi gratis dan berbayar, atau jika Anda ingin mendistribusikan beberapa APK untuk berbagai konfigurasi perangkat di Google Play.

Untuk informasi selengkapnya tentang cara mengonfigurasi varian build, lihat Mengonfigurasi varian build.

Dukungan multi-APK

Dukungan multi-APK memungkinkan Anda membuat beberapa APK sekaligus secara efisien berdasarkan kepadatan layar atau ABI. Misalnya, Anda dapat membuat APK aplikasi terpisah untuk kepadatan layar hdpi dan mdpi, dengan tetap menganggapnya sebagai varian tunggal serta mengizinkannya berbagi setelan APK pengujian, javac, dx, dan ProGuard.

Untuk informasi selengkapnya tentang dukungan multi-APK, baca Membuat beberapa APK.

Penyusutan resource

Penyusutan resource di Android Studio otomatis menghapus resource yang tidak digunakan dari aplikasi terpaket dan dependensi library Anda. Misalnya, jika aplikasi Anda menggunakan layanan Google Play untuk mengakses fungsi Google Drive, dan saat ini Anda tidak menggunakan Login dengan Google, penyusutan resource dapat menghapus beragam aset yang dapat digambar untuk tombol SignInButton.

Catatan: Penyusutan resource bekerja bersamaan dengan fitur penyusutan kode, seperti ProGuard.

Untuk informasi selengkapnya tentang menyusutkan kode dan resource, lihat Menyusutkan kode dan resource.

Mengelola dependensi

Dependensi untuk project Anda ditentukan oleh nama dalam file build.gradle. Gradle menangani penemuan dependensi dan menyediakannya di build Anda. Anda dapat mendeklarasikan dependensi modul, dependensi biner jarak jauh, dan dependensi biner lokal di file build.gradle Anda. Android Studio mengonfigurasi project untuk menggunakan Maven Central Repository secara default. (Konfigurasi ini disertakan dalam file build tingkat atas untuk project.) Untuk informasi selengkapnya tentang mengonfigurasi dependensi, baca Menambahkan dependensi build.

Fitur profil dan debug

Android Studio membantu Anda menjalankan proses debug dan meningkatkan performa kode, termasuk proses debug inline dan fitur analisis performa.

Proses debug inline

Gunakan proses debug inline untuk menyempurnakan panduan kode Anda dalam tampilan debugger dengan verifikasi inline untuk referensi, ekspresi, dan nilai variabel. Informasi debug inline meliputi:

  • Nilai variabel inline
  • Objek perujuk yang merujuk ke objek terpilih
  • Nilai yang dihasilkan metode
  • Ekspresi operator dan lambda
  • Nilai tooltip

Gambar 6. Nilai variabel inline.

Untuk mengaktifkan proses debug inline, di jendela Debug, klik Settings dan centang kotak Show Values Inline.

Profiler performa

Android Studio menyediakan profiler performa agar Anda dapat melacak penggunaan memori dan CPU aplikasi, menemukan objek yang batal dialokasikan, menemukan kebocoran memori, mengoptimalkan performa grafis, dan menganalisis permintaan jaringan dengan mudah. Saat aplikasi Anda berjalan di perangkat atau emulator, buka tab Android Profiler.

Untuk informasi lebih lanjut tentang profiler performa, lihat Fitur profiling performa.

Heap dump

Saat memprofilkan penggunaan memori di Android Studio, Anda dapat sekaligus memulai pembersihan sampah memori dan membuang heap Java ke cuplikan heap dalam file format biner HPROF khusus Android. Penampil HPROF akan menampilkan class, instance setiap class, dan struktur referensi untuk membantu Anda melacak penggunaan memori serta menemukan kebocoran memori.

Untuk informasi selengkapnya tentang menangani heap dump, lihat Memeriksa heap dan alokasi.

Memory Profiler

Anda dapat menggunakan Memory Profiler untuk melacak alokasi memori dan melihat di mana objek dialokasikan saat Anda melakukan tindakan tertentu. Dengan mengetahui alokasi ini, Anda dapat mengoptimalkan performa dan penggunaan memori aplikasi dengan menyesuaikan panggilan metode yang terkait dengan tindakan tersebut.

Untuk informasi tentang pelacakan dan analisis alokasi, lihat Memeriksa heap dan alokasi.

Akses file data

Fitur SDK Android, seperti Systrace dan logcat, menghasilkan data performa dan proses debug untuk analisis aplikasi secara mendetail.

Untuk menampilkan file data yang dihasilkan, buka jendela fitur Captures. Pada daftar file yang dihasilkan, klik dua kali file untuk melihat data. Klik kanan file .hprof apa pun untuk mengonversinya ke dalam format file standar Menyelidiki penggunaan RAM.

Pemeriksaan kode

Setiap kali Anda mengompilasi program, Android Studio akan otomatis menjalankan Lint yang telah dikonfigurasi dan pemeriksaan IDE lainnya untuk memudahkan Anda mengidentifikasi serta memperbaiki masalah kualitas struktur kode Anda.

Fitur Lint memeriksa file sumber project Android Anda untuk menemukan potensi bug dan peluang pengoptimalan guna mencapai ketepatan, keamanan, performa, kegunaan, aksesibilitas, serta internasionalisasi.

Gambar 7. Hasil pemeriksaan Lint di Android Studio.

Selain pemeriksaan Lint, Android Studio juga menjalankan pemeriksaan kode IntelliJ dan memvalidasi anotasi untuk menyederhanakan alur kerja coding Anda.

Untuk informasi selengkapnya, lihat Menyempurnakan kode dengan pemeriksaan lint.

Anotasi di Android Studio

Android Studio mendukung anotasi variabel, parameter, dan nilai kembalian untuk membantu Anda merekam bug, seperti pengecualian pointer null dan konflik jenis resource. Android SDK Manager mengemas library Support-Annotations di Android Support Repository untuk digunakan dengan Android Studio. Android Studio memvalidasi anotasi yang sudah dikonfigurasi selama pemeriksaan kode.

Untuk penjelasan selengkapnya tentang anotasi Android, lihat Menyempurnakan pemeriksaan kode dengan anotasi.

Pesan log

Saat membuat dan menjalankan aplikasi dengan Android Studio, Anda bisa melihat output adb dan pesan log perangkat di jendela Logcat.

Profiling performa

Jika Anda ingin memprofilkan performa CPU, memori, dan jaringan aplikasi, buka Android Profiler, dengan mengklik View > Tool Windows > Android Profiler.