Pratinjau Developer untuk Android 11 kini tersedia; uji dan sampaikan masukan Anda.

Menambahkan modul untuk perangkat baru

Modul menyediakan container untuk kode sumber aplikasi Anda, file resource, dan setelan tingkat aplikasi, seperti file build tingkat modul dan file manifes Android. Setiap modul dapat dibuat, diuji, dan di-debug secara independen.

Android Studio menggunakan modul untuk mempermudah penambahan perangkat baru ke project Anda. Dengan mengikuti beberapa langkah mudah di Android Studio, Anda dapat membuat modul untuk memuat kode yang khusus bagi suatu jenis perangkat, misalnya Wear OS atau Android TV. Android Studio secara otomatis membuat direktori modul, misalnya direktori sumber dan resource, serta file build.gradle default yang sesuai untuk jenis perangkat tersebut. Android Studio juga membuat modul perangkat beserta konfigurasi build yang direkomendasikan, misalnya menggunakan library Leanback untuk modul Android TV.

Halaman ini menjelaskan cara menambahkan modul baru untuk perangkat tertentu.

Android Studio juga mempermudah penambahan library atau modul Google Cloud ke project Anda. Untuk detail mengenai pembuatan modul library, lihat Membuat Modul Library.

Membuat modul baru

Untuk menambahkan modul baru ke project Anda pada sebuah perangkat baru, lakukan langkah-langkah berikut:

  1. Klik File > New > New Module.
  2. Di jendela Create New Module yang muncul, Android Studio menawarkan modul perangkat berikut:
    • Modul Ponsel & Tablet
    • Modul Wear OS
    • Modul Android TV
    • Modul Glass
    Pilih modul untuk perangkat yang Anda inginkan, kemudian klik Next.
  3. Dalam formulir Configure your new module, masukkan detail berikut:
    • Application Name: Nama ini digunakan sebagai judul ikon peluncur aplikasi Anda untuk modul yang baru.
    • Module Name: Teks ini digunakan sebagai nama folder tempat kode sumber dan file resource Anda ditampilkan.
    • Package Name: Ini adalah namespace Java untuk kode dalam modul Anda. Namespace ini ditambahkan sebagai atribut package dalam file manifes Android modul.
    • Minimum SDK: Setelan ini menunjukkan versi terendah platform Android yang didukung oleh modul aplikasi. Nilai ini menetapkan atribut minSdkVersion dalam file build.gradle, yang dapat Anda edit nanti.

    Kemudian klik Next.

  4. Tergantung pada modul perangkat yang dipilih, halaman berikut menampilkan pemilihan template kode yang sesuai yang dapat Anda pilih untuk digunakan sebagai aktivitas utama Anda. Klik template aktivitas yang ingin Anda gunakan untuk memulai, kemudian klik Next. Jika Anda tidak memerlukan aktivitas, klik Add No Activity, lalu klik Finish, dan selesai.
  5. Jika Anda memilih template aktivitas, masukkan setelan untuk aktivitas Anda pada halaman Customize the Activity. Sebagian besar template meminta Activity Name, Layout Name, Title, dan Source Language, tetapi setiap template memiliki setelan khusus aktivitas. Klik Finish. Jika membuat modul aplikasi bersama template aktivitas, Anda dapat langsung menjalankan dan menguji modul tersebut di perangkat Anda.

Android Studio membuat semua file yang diperlukan untuk modul baru tersebut dan menyinkronkan project dengan file gradle modul yang baru. Menambahkan modul untuk perangkat baru juga akan menambahkan dependensi yang diperlukan bagi perangkat target ke file build modul tersebut.

Setelah sinkronisasi project Gradle selesai, modul baru akan muncul di jendela Project di sebelah kiri. Jika Anda tidak melihat folder modul baru tersebut, pastikan jendela menampilkan tampilan Android.

Mengimpor modul

Untuk mengimpor modul yang ada ke dalam project Anda, lakukan langkah-langkah berikut:

  1. Klik File > New > Import Module.
  2. Dalam kotak Source directory, ketik atau pilih direktori modul yang ingin Anda impor:
    • Jika Anda mengimpor satu modul, tentukan direktori utamanya.
    • Jika Anda mengimpor beberapa modul dari sebuah project, tentukan folder projectnya. Untuk setiap modul di dalam folder, kotak akan muncul dan menunjukkan Source location serta Module name. Pastikan kotak Import dicentang untuk setiap modul yang ingin Anda impor.
    Jika modul Anda memiliki dependensi lainnya, dependensi tersebut akan dicantumkan untuk diimpor pada pagian Additional required modules.
  3. Ketikkan nama modul yang Anda inginkan di kolom Module name.
  4. Klik Finish.

Setelah diimpor, modul akan muncul di jendela Project di sebelah kiri.

Langkah berikutnya

Setelah menambahkan modul baru, Anda dapat mengubah resource dan kode modul, mengonfigurasi setelan build modul, dan membuat modul. Anda juga dapat menjalankan dan men-debug modul seperti aplikasi lainnya.

Anda juga perlu menambahkan kode dan resource agar dapat mendukung perangkat baru dengan benar. Untuk informasi selengkapnya tentang cara mengembangkan modul aplikasi bagi berbagai jenis perangkat, baca masing-masing dokumentasinya:

Saat mengembangkan modul baru, Anda mungkin membuat kode khusus perangkat yang sudah ada duplikatnya dalam modul aplikasi lain. Sebaiknya tidak perlu mempertahankan kode duplikat, dan lebih baik pindahkan kode bersama ke modul library, lalu tambahkan library sebagai dependensi ke modul aplikasi Anda. Untuk informasi selengkapnya tentang membuat modul library dan menambahkannya sebagai dependensi, baca Membuat Library Android.