Google berkomitmen untuk mendorong terwujudnya keadilan rasial bagi komunitas Kulit Hitam. Lihat caranya.

Aplikasi BeautyPlus meningkatkan keterbacaan sebesar 15% dengan Komponen Arsitektur Android

Diperkenalkan tahun 2013, BeautyPlus adalah salah satu aplikasi pengeditan foto paling populer di dunia, yang digunakan oleh penata rias, fotografer, dan pemotret biasa yang mengandalkan ponselnya. Setiap bulannya, sekitar 50 juta orang menggunakan aplikasi ini untuk mengedit dan menambahkan filter ke foto selfie, gambar, dan video mereka. Dikembangkan oleh Xiamen Meitu Technology Co., Ltd., China, aplikasi ini (yang sangat populer dengan fitur selfie-nya) digunakan untuk segala keperluan, mulai dari mengoreksi warna kulit dan mencerahkan senyuman, hingga fitur pelangsing dan airbrush penghilang noda kulit, yang semuanya bisa dilakukan cukup dengan gerakan menarik dan mengklik yang sederhana.

Karena sering mengupdate aplikasi ini, perusahaan memerlukan banyak developer. Namun, seiring waktu, arsitektur yang mendasari aplikasi ini menjadi kurang seragam dan tidak jelas. Tim yang bergerak cepat ini memerlukan cara agar para developer yang berkolaborasi selalu mendapatkan informasi terbaru, sekaligus menyederhanakan pengelolaan siklus proses dan menyelesaikan masalah dalam pembaruan UI yang tidak sinkron.

Gambar 1: Contoh sesi pengeditan foto di BeautyPlus

Apa yang mereka lakukan

Komponen Arsitektur Android menyediakan fitur yang diperlukan developer untuk membuat kode aplikasi tersebut menjadi ringkas, stabil, dan mudah dibaca oleh engineer baru yang mengikuti orientasi.

Salah satu komponen yang mulai digunakan developer BeautyPlus adalah ViewModel, yang mempermudah pemrosesan logika melalui update fragmen dan aktivitas. ViewModel didesain untuk menyimpan dan mengelola data terkait UI dengan cara yang mempertimbangkan siklus proses dan memperhatikan siklus proses komponen aplikasi lainnya.

Mereka juga memanfaatkan komponen LiveData, yakni class penyimpanan data yang dapat diamati dan juga mempertimbangkan siklus proses, untuk membantu memastikan bahwa UI sesuai dengan status data. Tim mendapati bahwa Komponen Arsitektur Android ini mudah digunakan tanpa menimbulkan masalah apa pun—dan manfaatnya dapat langsung dirasakan,

Hasil

Berkat Komponen Arsitektur Android, aplikasi BeautyPlus segera memiliki kode yang 5% lebih ramping dan 15% lebih mudah dibaca. Arsitekturnya juga lebih padu, menghemat waktu dan tenaga developer, serta memudahkan developer baru untuk belajar dengan cepat. Selain itu, kebocoran memori lebih sedikit, pembaruan data menjadi lebih mudah, dan developer tidak perlu lagi mengkhawatirkan pembaruan UI yang tidak sinkron.

"Berkat penggunaan ViewModel dan LiveData untuk BeautyPlus, kode kami menjadi lebih ringkas dan mudah dibaca, serta arsitekturnya lebih padu," kata Zheng Songyin, manajer pengembangan senior. "Pengoperasian siklus aplikasi dikelola dengan aman, dan stabilitasnya juga meningkat".

Memulai

Komponen Arsitektur Android tersedia untuk semua developer. Mulai gunakan Komponen Arsitektur Android.