Membuat dan menjalankan aplikasi perangkat wearable

Aplikasi Wear OS berjalan langsung di jam tangan, yang memberi Anda akses ke hardware seperti sensor dan GPU. Aplikasi wearable mirip dengan aplikasi lainnya yang menggunakan SDK Android, tetapi memiliki desain dan fungsi yang berbeda.

Aplikasi Wear bekerja secara independen dari aplikasi ponsel, sehingga pengguna memiliki fleksibilitas dalam memilih ponsel. Untuk informasi selengkapnya, lihat Aplikasi Mandiri.

Catatan: Anda dapat menguji aplikasi pada jam tangan sebenarnya dengan terhubung ke jam tangan melalui Wi-Fi atau Bluetooth. Pengembangan dengan jam tangan sebenarnya memungkinkan Anda untuk mengevaluasi keseluruhan pengalaman pengguna dengan lebih baik. Tersedia juga emulator jam tangan. Anda dapat menggunakan emulator jam tangan di Android Studio untuk menguji aplikasi Anda dengan berbagai bentuk dan ukuran layar.

Menyiapkan lingkungan Anda

Instal Android Studio versi terbaru. Untuk informasi tentang membuat aplikasi di Android Studio, lihat Ringkasan project.

Gunakan Pengelola SDK untuk mengonfirmasi bahwa Anda memiliki platform Android versi terbaru. Secara khusus, di bagian tab Platform SDK, pilih Android 8.0 (Oreo).

Jika Anda berencana untuk menyediakan aplikasi Wear OS untuk pasar China, lihat Membuat aplikasi Wear OS untuk China.

Membuat aplikasi Wear OS

Anda dapat membuat aplikasi Wear OS menggunakan wizard Project Baru di Android Studio.

Memulai project Wear OS

Untuk membuat project di Android Studio:

  1. Klik File > Baru > Project Baru.
  2. Pada layar Konfigurasi project baru Anda, terima nilai default, lalu klik Berikutnya.
  3. Pada layar Perangkat Android Target, pilih opsi Wear saja, dan pada daftar SDK Minimum, pilih opsi terbaru yang tersedia.
  4. Klik Berikutnya, dan di layar Tambahkan Aktivitas ke Wear, pilih Aktivitas Wear Kosong, lalu klik Berikutnya.
  5. Pada layar Menyesuaikan Aktivitas, klik Selesai.

    Android Studio menggunakan templatenya untuk membuat aplikasi.

  6. Dalam file build.gradle untuk modul aplikasi:
    • Di bagian android, konfirmasi bahwa compileSdkVersion ditetapkan ke 26.
    • Di bagian android, konfirmasi bahwa targetSdkVersion ditetapkan ke 26.
    • Perbarui bagian dependencies. Dependensi pertama adalah untuk Library UI Wear, yang memiliki class yang mencontohkan praktik terbaik. Dependensi kedua adalah untuk Library Dukungan Wearable, yang memiliki class tambahan (termasuk untuk tampilan jam):
          dependencies {
            implementation 'com.android.support:wear:27.1.1'
            implementation 'com.google.android.support:wearable:2.3.0'
            compileOnly 'com.google.android.wearable:wearable:2.3.0'
          }
  7. Dalam file Manifes Android (AndroidManifest.xml) aplikasi Anda, nyatakan bahwa aplikasi Anda berdiri sendiri. Secara khusus, tambahkan tag meta-data sebagai berikut:
    • Temukan tag <application>.
    • Sebagai turunan dari tag tersebut, gunakan tag meta-data dengan nama com.google.android.wearable.standalone dan nilai true:
          <application>
          ...
            <meta-data
              android:name="com.google.android.wearable.standalone"
              android:value="true" />
          ...
          </application>
          
  8. Dalam file Manifes Android, pastikan tag <uses-feature> ditetapkan. Setidak-tidaknya, tag ini harus ditetapkan dengan android:name="android.hardware.type.watch" sebagai berikut:
        <manifest>
        ...
          <uses-feature android:name="android.hardware.type.watch" />
        ...
        </manifest>
        
  9. Sinkronkan project Android Studio Anda. Untuk menjalankan kode di modul baru, lihat Meluncurkan emulator dan menjalankan aplikasi Wear OS.

Meluncurkan emulator dan menjalankan aplikasi Wear OS

Untuk menggunakan emulator, Anda harus mengonfigurasi Android Virtual Device, yang disingkat AVD. Pastikan Anda menggunakan fitur Platform SDK Android versi terbaru dari Pengelola SDK.

Konfigurasikan AVD dan jalankan aplikasi Anda sebagai berikut:

  1. Di Android Studio, buka Android Virtual Device Manager dengan memilih Fitur > AVD Manager.
  2. Klik Buat Perangkat Virtual.
  3. Di panel Kategori, pilih Wear dan pilih profil hardware. Klik Berikutnya.
  4. Pilih gambar O untuk mendownload. Misalnya, pilih gambar dengan Nama Rilis O, Level API 26, dan Target "Android 8.0 (Wear OS)". Klik Berikutnya, lalu klik Selesai.
  5. Tutup Android Virtual Device Manager.
  6. Di Android Studio, klik tombol Jalankan.
  7. Pilih AVD baru, lalu klik Oke.

    AVD dimulai dan, setelah beberapa saat, menjalankan aplikasi Anda. Pesan "Halo..." ditampilkan.

Untuk informasi lebih lanjut tentang menggunakan AVD, lihat Menjalankan aplikasi di emulator Android.

Menyambungkan ponsel dengan AVD jam tangan

Catatan: Penyambungan AVD jam tangan dengan AVD ponsel tidak didukung. Anda harus menyambungkannya ke ponsel yang terhubung.

Jika menginginkan Akun Google pada AVD jam tangan untuk keperluan pengembangan, Anda dapat menyambungkan ponsel dengan AVD jam tangan dan menyinkronkan Akun Google:

  1. Ikuti langkah-langkah untuk menyiapkan ponsel.
  2. Di ponsel, aktifkan Opsi Developer dan Proses Debug USB.
  3. Hubungkan ponsel ke komputer Anda melalui USB.
  4. Teruskan port komunikasi AVD ke ponsel yang terhubung (setiap kali ponsel terhubung):
    adb -d forward tcp:5601 tcp:5601
  5. Di ponsel, pada aplikasi Wear OS, mulailah proses penyambungan standar. Misalnya, pada layar Selamat Datang, ketuk tombol Siapkan. Atau, jika jam tangan yang ada sudah disambungkan, di bagian kiri atas menu drop-down, ketuk Tambahkan Jam Tangan Baru.
  6. Di ponsel, pada aplikasi Wear OS, ketuk tombol Overflow, lalu ketuk Sambungkan dengan Emulator.
  7. Ketuk ikon Setelan.
  8. Di bagian Setelan Perangkat, ketuk Emulator.
  9. Ketuk Akun dan pilih Akun Google, dan ikuti langkah-langkah dalam wizard untuk menyinkronkan akun dengan emulator. Jika perlu, ketikkan sandi penguncian layar perangkat, dan sandi Akun Google, untuk memulai sinkronisasi akun.

Memperbarui project Wear OS

Jika sudah memiliki project, Anda mungkin perlu memperbarui file build.gradle. Gradle versi 4.1 mendukung penggunaan google() untuk menunjukkan repositori Google Maven; Gradle versi sebelumnya tidak mendukung itu. Untuk informasi terkait, lihat Repositori Maven pada Google.

Jadi, jika Anda menggunakan Gradle versi sebelum 4.1, masukkan URL repositori Google Maven dalam file build.gradle untuk project Android Studio Anda. Secara khusus, di bagian repositories, tambahkan bagian maven seperti berikut:

      allprojects {
          repositories {
              jcenter()
              maven {
                  url "https://maven.google.com"
              }
          }
      }

Menyiapkan jam tangan

Proses penerapan aplikasi ke jam tangan dan ke ponsel itu mirip.

Bagian ini mengasumsikan bahwa jam tangan Anda dilengkapi port USB. Jika tidak, lihat petunjuk menghubungkan jam tangan melalui Wi-Fi atau Bluetooth.

Aktifkan proses debug adb di jam tangan:

  1. Buka menu Setelan di jam tangan.
  2. Scroll hingga ke item menu terbawah. Jika Opsi developer tidak ada, ketuk Sistem lalu Tentang.
  3. Ketuk nomor build 7 kali.
  4. Dari menu Setelan, ketuk Opsi developer.
  5. Aktifkan Proses debug ADB.

Menghubungkan jam tangan:

  1. Hubungkan jam tangan ke komputer melalui USB agar Anda dapat menginstal aplikasi langsung ke jam tangan. Atau, hubungkan jam tangan ke komputer melalui Wi-Fi atau Bluetooth.
  2. Pada jam tangan, ketuk Selalu izinkan dari komputer ini, lalu ketuk Oke.

Setelah jam tangan terhubung, jalankan aplikasi dengan memilih target penerapan seperti yang Anda lakukan di ponsel.

Menyiapkan ponsel

Bagian ini berisi informasi tentang menyiapkan ponsel pendamping dengan aplikasi pendamping OS Wear.

Catatan: Aplikasi Wear OS harus berdiri sendiri, dan berfungsi independen dari ponsel. Namun, jika aplikasi Anda bergantung pada aplikasi ponsel, lihat informasi di bawah tentang mengupdate ponsel dengan aplikasi pendamping Wear OS terbaru.

Menggunakan aplikasi pendamping versi Android

Di ponsel Android, buka listing aplikasi Wear OS. Ketuk Update untuk mendownload dan menginstal aplikasi. Setelah penginstalan, pastikan bahwa Update otomatis dipilih untuk aplikasi tersebut (lihat bagian "Menyiapkan update otomatis untuk aplikasi tertentu" pada Mengupdate aplikasi yang didownload). Ketuk Buka untuk memulai aplikasi.

Menyambungkan ponsel Android ke jam tangan

Setelah Anda menginstal aplikasi pendamping di ponsel, lepas sambungan ("Lupakan") untuk penyambungan jam yang sudah tidak digunakan, jika perlu. Selanjutnya Anda dapat menyambungkan ponsel ke jam tangan yang baru diisi gambar:

  1. Pada ponsel, pilih nama perangkat Anda dari daftar perangkat. Kode penyambungan akan ditampilkan pada ponsel dan jam tangan. Pastikan kedua kode sama.
  2. Ketuk Sambungkan untuk melanjutkan proses penyambungan. Setelah jam tangan terhubung ke ponsel, pesan konfirmasi akan ditampilkan. Pada ponsel, akan muncul layar yang berisi daftar akun pada ponsel tersebut.
  3. Pilih Akun Google yang akan ditambahkan dan disinkronkan ke jam tangan Anda.
  4. Konfirmasi kunci layar dan masukkan sandi untuk memulai penyalinan akun dari ponsel ke jam tangan.
  5. Ikuti petunjuk di wizard untuk menyelesaikan proses penyambungan.

Aplikasi pendamping untuk iPhone

Aplikasi pendamping iOS tersedia, tetapi ponsel yang digunakan untuk menginstal aplikasi tersebut harus menjalankan iOS versi 8.2 atau yang lebih baru:

  1. Di iPhone, kunjungi App Store dan download lalu instal aplikasi pendamping Wear.
  2. Ikuti petunjuk di jam tangan dan ponsel untuk memulai proses penyambungan. Untuk informasi tambahan, lihat halaman Bantuan yang terkait.

Menambahkan modul Wear OS ke project Anda

Anda dapat menambahkan modul untuk perangkat Wear OS ke project yang ada di Android Studio, sehingga Anda dapat menggunakan kembali kode dari aplikasi seluler (ponsel).

Memasukkan modul Wear OS ke dalam project yang ada

Untuk membuat modul Wear OS, buka project Android Studio yang ada dan lakukan langkah berikut:

  1. Klik File > Baru > Modul Baru.
  2. Di jendela Modul Baru, pilih Modul Wear OS lalu klik Berikutnya.
  3. Di bagian Konfigurasi modul baru, masukkan:
    • Nama Aplikasi/Library: String ini adalah judul ikon peluncur aplikasi Anda untuk modul baru.
    • Nama Modul: String ini adalah nama folder untuk kode sumber dan file resource Anda.
    • Nama Paket: String ini adalah namespace Java untuk kode dalam modul Anda. String ini ditambahkan sebagai atribut package dalam file manifes Android modul.
    • SDK Minimum: Pilih versi terendah dari platform yang didukung modul aplikasi. Misalnya, pilih API 26: Android 8.0 (Oreo). Nilai ini menetapkan atribut minSdkVersion dalam file build.gradle, yang dapat Anda edit nanti.
  4. Klik Berikutnya. Opsi yang mencakup template kode ditampilkan. Klik Aktivitas Wear Kosong, lalu klik Berikutnya.
  5. Pada jendela Mengonfigurasi Aktivitas, masukkan atau terima nilai default untuk Nama Aktivitas, Nama Tata Letak, dan Bahasa Sumber. Klik Selesai.

Android Studio membuat dan menyinkronkan file untuk modul baru. Android Studio juga menambahkan dependensi yang diperlukan untuk Wear OS ke file build modul baru. Modul baru ini ditampilkan di jendela Project di sisi kiri layar. Jika folder modul baru tidak terlihat, pastikan jendela menampilkan tampilan Android.

Dalam file build.gradle untuk modul baru (Wear OS):

  • Di bagian android, tetapkan nilai compileSdkVersion dan targetSdkVersion ke 26.
  • Perbarui bagian dependencies untuk mencakup baris berikut:
        dependencies {
          implementation 'com.android.support:wear:27.1.1'
          implementation 'com.google.android.support:wearable:2.3.0'
          compileOnly 'com.google.android.wearable:wearable:2.3.0'
        }
  • Sinkronkan project Android Studio Anda. Untuk menjalankan kode di modul baru, lihat Meluncurkan emulator dan menjalankan aplikasi Wear OS.

Menyertakan library

Catatan: Sebaiknya gunakan Android Studio untuk pengembangan Wear OS, karena Android Studio menyediakan penyiapan project, penyertaan library, dan pembuatan paket.

Jika Anda menggunakan Wizard Project Android Studio, wizard akan mengimpor dependensi dalam file build.gradle modul yang sesuai. Namun, dependensi tidak diperlukan untuk semua aplikasi; silakan pelajari informasi tentang dependensi di bawah.

Untuk memperbarui project Wear yang ada ke versi SDK terbaru, gunakan setelan yang tercantum di bagian Memulai project Wear OS.

Notifikasi

Untuk informasi tentang dependensi untuk notifikasi, lihat Membuat notifikasi di Wear.

Library UI Wear

Komponen di Library UI Wear direkomendasikan karena mencontohkan praktik terbaik untuk aplikasi jam tangan. Karena itu, sebaiknya Anda menambahkan dependensi pada Android Support Library. Untuk informasi lebih lanjut, lihat halaman berikut:

Library Dukungan Wearable

Library Dukungan Wearable memiliki komponen UI untuk aplikasi jam tangan. Beberapa class-nya tidak lagi digunakan. Untuk informasi tentang class yang menggantikan class yang sudah usang, lihat Menggunakan Library UI Wear.

Meskipun komponen UI dapat berubah setiap saat, perubahan komponen tidak menyebabkan aplikasi rusak (karena komponen dikompilasi ke dalam aplikasi Anda). Untuk mendapatkan fitur baru dari library yang telah diperbarui, Anda hanya perlu menautkan versi library baru secara statis dan mengupdate aplikasi Anda.

Layanan Play dan Wearable Data Layer API

Jika aplikasi Anda bergantung pada Layanan Google Play, entah untuk menyinkronkan dan mengirim data (menggunakan Data Layer API) atau untuk alasan lainnya, Anda perlu Layanan Google Play versi terbaru. Jika tidak menggunakan API ini, hapus depedensi tersebut.

Perbedaan antara aplikasi ponsel dan jam tangan

Berikut adalah beberapa perbedaan antara aplikasi ponsel dan jam tangan:

  • Aplikasi jam tangan menggunakan API khusus jam tangan, jika memungkinkan (misalnya, untuk tata letak melingkar, panel wearable, mode standby, dll.).
  • Aplikasi jam tangan berisi fungsionalitas yang sesuai untuk jam tangan.
  • Aplikasi jam tangan dapat mengakses banyak API Android standar, tetapi tidak mendukung API berikut:

    Anda dapat memeriksa apakah jam tangan mendukung suatu fitur dengan memanggil hasSystemFeature() sebelum menggunakan API.

Menghemat daya pada jam tangan

Untuk menghemat daya pada jam tangan, aktifkan mode standby pada aplikasi Anda. Jam tangan beralih dari mode interaktif ke mode standby ketika jam tangan menganggur pada suatu aktivitas atau ketika pengguna menutup layar dengan telapak tangannya. Aplikasi jam tangan yang dapat beralih ke mode standby disebut aplikasi always-on. Berikut ini penjelasan tentang dua mode operasi untuk aplikasi always-on:

Interaktif
Dalam mode ini, gunakan warna penuh dengan animasi yang lancar. Aplikasi ini juga responsif terhadap input.
Standby
Dalam mode ini, isi layar dengan grafis hitam putih dan jangan sediakan gestur input apa pun. Mode tampilan ini hanya didukung pada perangkat yang menjalankan Android 5.1 atau yang lebih baru.

Pada perangkat yang menjalankan versi Android di bawah 5.1, atau untuk aplikasi yang tidak mendukung mode standby, ketika pengguna menganggur pada suatu aktivitas atau ketika mereka menutup layar dengan telapak tangannya, layar utama Wear akan ditampilkan sebagai ganti aktivitas yang sedang dalam mode standby tersebut. Jika Anda perlu menampilkan konten persisten pada versi Android di bawah 5.1, buatlah notifikasi dalam aliran konteks.