lightbulb_outline Help shape the future of the Google Play Console, Android Studio, and Firebase. Start survey

Android Interface Definition Language (AIDL)

AIDL (Android Interface Definition Language) sama dengan IDL lain yang mungkin sudah pernah Anda gunakan. AIDL memungkinkan Anda untuk mendefinisikan antarmuka pemrograman yang disepakati oleh klien dan layanan untuk berkomunikasi satu sama lain dengan menggunakan komunikasi antarproses (Interprocess Communication - IPC). Di Android, satu proses biasanya tidak bisa mengakses memori proses lain. Sehingga untuk berkomunikasi, proses-proses itu harus mengurai objek menjadi primitif yang bisa dipahami sistem operasi dan mengarahkan objek melintasi batasan untuk Anda. Menulis kode yang melakukan pengarahan tersebut adalah membosankan, sehingga Android melakukannya untuk Anda dengan AIDL.

Catatan: Menggunakan AIDL hanya perlu jika Anda mengizinkan klien dari aplikasi berbeda untuk mengakses layanan untuk IPC Anda dan ingin menangani multithreading dalam layanan Anda. Jika Anda tidak perlu melakukan IPC bersamaan secara lintas aplikasi berbeda, Anda harus membuat antarmuka dengan mengimplementasikan Binder atau, jika Anda ingin melakukan IPC, tetapi tidak perlu menangani multithreading, terapkan antarmuka Anda dengan menggunakan Messenger. Walau demikian, pastikan Anda memahami Layanan Terikat sebelum mengimplementasikan AIDL.

Sebelum Anda mulai mendesain antarmuka AIDL, ketahuilah bahwa panggilan ke antarmuka AIDL merupakan panggilan fungsi langsung. Anda tidak boleh berasumsi tentang thread tempat terjadinya panggilan. Apa yang terjadi tidak sama, bergantung pada apakah panggilan tersebut dari thread dalam proses lokal atau proses jauh. Khususnya:

  • Panggilan yang dilakukan dari proses lokal dieksekusi dalam thread yang sama yang melakukan panggilan. Jika ini thread UI utama Anda, thread tersebut akan terus mengeksekusi dalam antarmuka AIDL. Jika itu thread berbeda, thread itulah yang mengeksekusi kode Anda dalam layanan ini. Karena itu, jika hanya thread lokal yang mengakses layanan tersebut, Anda bisa mengontrol sepenuhnya thread mana yang mengeksekusi di dalamnya (namun jika kasusnya seperti itu, Anda tidak perlu menggunakan AIDL sama sekali, melainkan harus membuat antarmuka dengan mengimplementasikan Binder).
  • Panggilan dari proses jauh dikirimkan dari pool thread yang dikelola oleh platform dalam proses Anda sendiri. Anda harus siap untuk panggilan masuk dari thread yang tidak dikenal, dengan beberapa panggilan yang terjadi bersamaan. Dengan kata lain, implementasi antarmuka AIDL harus sepenuhnya thread-safe.
  • Kata kunci oneway memodifikasi perilaku panggilan jauh. Bila digunakan, panggilan jauh tidak memblokir; cuma mengirimkan data transaksi dan segera kembali. Implementasi antarmuka tersebut akhirnya menerima ini sebagai panggilan biasa dari pool thread Binder seperti panggilan jauh biasa. Jika oneway digunakan bersama panggilan lokal, tidak ada pengaruhnya dan panggilan tersebut tetap serempak.

Mendefinisikan Antarmuka AIDL

Anda harus mendefinisikan antarmuka AIDL dalam file .aidl dengan menggunakan sintaks bahasa pemrograman Java, kemudian menyimpannya dalam kode sumber (dalam direktori src/) baik pada aplikasi yang menjadi host layanan maupun aplikasi lain yang terikat dengan layanan tersebut.

Bila Anda membangun setiap aplikasi yang berisi file .aidl, Android SDK Tools akan membuat antarmuka IBinder berdasarkan file .aidl dan menyimpannya dalam direktori gen/ proyek. Layanan harus mengimplementasikan antarmuka IBinder dengan semestinya. Aplikasi klien kemudian bisa mengikat ke layanan tersebut dan memanggil metode dari IBinder untuk menjalankan IPC.

Untuk membuat layanan terikat dengan menggunakan AIDL, ikuti langkah-langkah ini:

  1. Buat file .aidl

    File ini mendefinisikan antarmuka pemrograman dengan tanda tangan metode.

  2. Implementasikan antarmuka

    Android SDK Tools menghasilkan antarmuka dalam bahasa pemrograman Java, berdasarkan file .aidl Anda. Antarmuka ini memiliki kelas abstrak internal bernama Stub yang memperluas Binder dan mengimplementasikan metode dari antarmuka AIDL Anda. Anda harus memperluas kelas Stub dan mengimplementasikan metode itu.

  3. Ekspos antarmuka ke klien

    Implementasikan Service dan ganti onBind() untuk mengembalikan implementasi kelas Stub Anda.

Perhatian: Setiap perubahan yang Anda buat pada antarmuka AIDL setelah rilis pertama harus tetap kompatibel ke belakang agar tidak merusak aplikasi lain yang menggunakan layanan Anda. Maksudnya, karena file .aidl Anda harus disalin ke aplikasi lain agar bisa mengakses antarmuka layanan, maka Anda harus mempertahankan dukungan antarmuka semula.

1. Buat file .aidl

AIDL menggunakan sintaks sederhana yang memungkinkan Anda mendeklarasikan antarmuka dengan satu atau beberapa metode yang bisa mengambil parameter dan mengembalikan nilai. Parameter dan nilai yang dikembalikan bisa bertipe apa saja, bahkan antarmuka lain yang dihasilkan AIDL.

Anda harus membuat file .aidl menggunakan bahasa pemrograman Java. Setiap file .aidl harus mendefinisikan satu antarmuka dan hanya memerlukan deklarasi antarmuka dan tanda tangan metode.

Secara default, AIDL mendukung tipe data berikut:

  • Semua tipe primitif dalam bahasa pemrograman Java (misalnya int, long, char, boolean, dan seterusnya)
  • String
  • CharSequence
  • List

    Semua elemen dalam List harus berupa salah satu tipe data yang didukung dalam daftar ini atau salah satu antarmuka lain yang dihasilkan AIDL atau parcelable yang telah Anda deklarasikan. List secara opsional dapat digunakan sebagai kelas "generik" (misalnya, List<String>). Kelas konkret sebenarnya yang diterima pihak lain selalu ArrayList, meskipun metode itu dibuat untuk menggunakan antarmuka List.

  • Map

    Semua elemen dalam Map harus berupa salah satu tipe data yang didukung dalam daftar ini atau salah satu antarmuka lain yang dihasilkan AIDL atau parcelable yang telah Anda deklarasikan. Peta generik, (misalnya peta berbentuk Map<String,Integer> tidak didukung. Kelas konkret yang diterima pihak lain selalu HashMap, meskipun metode itu dibuat untuk menggunakan antarmuka Map.

Anda harus menyertakan pernyataan import untuk setiap tipe tambahan yang tidak ada dalam daftar di atas, bahkan jika telah didefinisikan dalam satu paket dengan antarmuka Anda.

Saat mendefinisikan antarmuka layanan Anda, ketahuilah bahwa:

  • Metode bisa mengambil nol atau beberapa parameter, dan mengembalikan nilai atau void.
  • Semua parameter non-primitif memerlukan tag pengarah yang menunjukkan arah tujuan data. Apakah in, out, atau inout (lihat contoh di bawah).

    Primitif secara default adalah in, dan tidak bisa sebaliknya.

    Perhatian: Anda harus membatasi arah apa yang benar-benar diperlukan, karena pengarahan parameter itu mahal.

  • Semua komentar kode yang disertakan dalam file .aidl dimasukkan dalam antarmuka IBinder yang dihasilkan (kecuali untuk komentar sebelum pernyataan impor dan paket).
  • Hanya metode yang didukung; Anda tidak bisa mengekspos bidang statis di AIDL.

Inilah contoh file .aidl:

// IRemoteService.aidl
package com.example.android;

// Declare any non-default types here with import statements

/** Example service interface */
interface IRemoteService {
    /** Request the process ID of this service, to do evil things with it. */
    int getPid();

    /** Demonstrates some basic types that you can use as parameters
     * and return values in AIDL.
     */
    void basicTypes(int anInt, long aLong, boolean aBoolean, float aFloat,
            double aDouble, String aString);
}

Cukup simpan file .aidl dalam direktori src/ proyek dan saat Anda membangun aplikasi, alat SDK akan menghasilkan file antarmuka IBinder dalam direktori gen/ proyek Anda. Nama file yang dihasilkan sama dengan nama file .aidl, namun dengan ekstensi .java (misalnya, IRemoteService.aidl menghasilkan IRemoteService.java).

Jika Anda menggunakan Android Studio, versi bertahap akan menghasilkan kelas binder secara nyaris segera. Jika Anda tidak menggunakan Eclipse, maka alat Gradle akan menghasilkan kelas binder bila nanti Anda membangun aplikasi—Anda harus membangun proyek dengan gradle assembleDebug (atau gradle assembleRelease) begitu Anda selesai menulis file .aidl, sehingga kode Anda bisa ditautkan dengan kelas yang dihasilkan.

2. Implementasikan antarmuka

Bila Anda membangun aplikasi, Android SDK Tools akan menghasilkan file antarmuka .java yang dinamai menurut file .aidl Anda. Antarmuka yang dihasilkan termasuk subkelas bernama Stub yang merupakan implementasi abstrak antarmuka induknya (misalnya, YourInterface.Stub) dan mendeklarasikan semua metode dari file .aidl.

Catatan: Stub juga mendefinisikan beberapa metode helper, terutama asInterface(), yang mengambil IBinder (biasanya yang diteruskan ke metode callback onServiceConnected() klien) dan mengembalikan instance antarmuka stub. Lihat bagian Memanggil Metode IPC untuk detail selengkapnya tentang cara membuat transmisi ini.

Untuk mengimplementasikan antarmuka yang dihasilkan dari .aidl, perluas antarmuka Binder yang dihasilkan (misalnya, YourInterface.Stub) dan implementasikan metode yang diwarisi dari file .aidl.

Inilah contoh implementasi antarmuka yang disebut IRemoteService (didefinisikan oleh contoh IRemoteService.aidl, di atas) dengan menggunakan instance anonim:

private final IRemoteService.Stub mBinder = new IRemoteService.Stub() {
    public int getPid(){
        return Process.myPid();
    }
    public void basicTypes(int anInt, long aLong, boolean aBoolean,
        float aFloat, double aDouble, String aString) {
        // Does nothing
    }
};

Kini mBinder merupakan instance kelas Stub (sebuah Binder), yang mendefinisikan antarmuka PPK untuk layanan. Di langkah berikutnya, instance ini diekspos ke klien sehingga mereka bisa berinteraksi dengan layanan.

Ada beberapa aturan yang perlu diketahui tentang kapan mengimplementasikan antarmuka AIDL Anda:

  • Panggilan masuk tidak dijamin akan dieksekusi pada thread utama, jadi Anda perlu mempertimbangkan multithreading dari awal dan membangun layanan agar thread-safe.
  • Secara default, panggilan PPK serempak. Jika Anda tahu bahwa layanan memerlukan lebih dari beberapa milidetik untuk melakukan suatu permintaan, Anda jangan memanggilnya dari aktivitas thread utama, karena aplikasi bisa mogok (Android mungkin menampilkan dialog "Application is Not Responding") —biasanya Anda harus memanggilnya dari thread terpisah di klien.
  • Tidak ada pengecualian yang Anda lemparkan akan dikirim balik ke pemanggil.

3. Ekspos antarmuka ke klien

Setelah telah mengimplementasikan antarmuka untuk layanan, Anda perlu mengeksposnya ke klien agar bisa diikat. Untuk mengekspos antarmuka layanan Anda, perluas Service dan implementasikan onBind() untuk mengembalikan instance kelas yang mengimplementasikan Stub yang dihasilkan (seperti yang dibahas di bagian sebelumnya). Inilah contoh layanan yang mengekspos antarmuka contoh IRemoteService ke klien.

public class RemoteService extends Service {
    @Override
    public void onCreate() {
        super.onCreate();
    }

    @Override
    public IBinder onBind(Intent intent) {
        // Return the interface
        return mBinder;
    }

    private final IRemoteService.Stub mBinder = new IRemoteService.Stub() {
        public int getPid(){
            return Process.myPid();
        }
        public void basicTypes(int anInt, long aLong, boolean aBoolean,
            float aFloat, double aDouble, String aString) {
            // Does nothing
        }
    };
}

Kini, saat klien memanggil (misalnya aktivitas) memanggil bindService() untuk menghubungkan ke layanan ini, callback onServiceConnected() klien akan menerima instance mBinder yang dikembalikan oleh metode onBind() layanan.

Klien juga harus memiliki akses ke kelas antarmuka, jadi jika klien dan layanan berada dalam aplikasi terpisah, maka aplikasi klien harus memiliki salinan file .aidl dalam direktori src/-nya (yang menghasilkan antarmuka android.os.Binder —yang memberi klien akses ke metode AIDL).

Saat klien menerima IBinder dalam callback onServiceConnected(), ia harus memanggil YourServiceInterface.Stub.asInterface(service) untuk mentransmisikan parameter yang dikembalikan ke tipe YourServiceInterface. Misalnya:

IRemoteService mIRemoteService;
private ServiceConnection mConnection = new ServiceConnection() {
    // Called when the connection with the service is established
    public void onServiceConnected(ComponentName className, IBinder service) {
        // Following the example above for an AIDL interface,
        // this gets an instance of the IRemoteInterface, which we can use to call on the service
        mIRemoteService = IRemoteService.Stub.asInterface(service);
    }

    // Called when the connection with the service disconnects unexpectedly
    public void onServiceDisconnected(ComponentName className) {
        Log.e(TAG, "Service has unexpectedly disconnected");
        mIRemoteService = null;
    }
};

Untuk kode contoh selengkapnya, lihat kelas RemoteService.java dalam ApiDemos.

Meneruskan Objek melalui IPC

Jika Anda memiliki kelas yang ingin dikirim dari satu proses ke proses lain melalui antarmuka IPC, Anda bisa melakukannya. Akan tetapi, Anda harus memastikan bahwa kode kelas Anda tersedia untuk saluran IPC dan kelas Anda harus mendukung antarmuka Parcelable. Mendukung antarmuka Parcelable adalah penting karena memungkinkan sistem Android untuk mengurai objek menjadi primitif yang bisa diarahkan ke berbagai proses.

Untuk membuat kelas yang mendukung protokol Parcelable, Anda harus melakukan yang berikut ini:

  1. Buat agar kelas Anda mengimplementasikan antarmuka Parcelable.
  2. Implementasikan writeToParcel, yang akan mengambil status objek saat ini dan menuliskannya ke Parcel.
  3. Tambahkan bidang statis yang disebut CREATOR ke kelas Anda sebagai objek yang mengimplementasikan antarmuka Parcelable.Creator.
  4. Terakhir, buat file .aidl yang mendeklarasikan kelas parcelable Anda (seperti yang ditampilkan untuk file Rect.aidl, di bawah ini).

    Jika Anda menggunakan proses versi khusus, jangan tambahkan file .aidl ke versi Anda. Sama dengan file header dalam bahasa C, file .aidl ini tidak dikompilasi.

AIDL menggunakan metode dan bidang ini dalam kode yang dihasilkannya untuk mengarahkan dan tidak mengarahkan objek Anda.

Misalnya, inilah file Rect.aidl untuk membuat kelas Rect yang parcelable:

package android.graphics;

// Declare Rect so AIDL can find it and knows that it implements
// the parcelable protocol.
parcelable Rect;

Berikut ini contoh cara kelas Rect mengimplementasikan protokol Parcelable.

import android.os.Parcel;
import android.os.Parcelable;

public final class Rect implements Parcelable {
    public int left;
    public int top;
    public int right;
    public int bottom;

    public static final Parcelable.Creator<Rect> CREATOR = new
Parcelable.Creator<Rect>() {
        public Rect createFromParcel(Parcel in) {
            return new Rect(in);
        }

        public Rect[] newArray(int size) {
            return new Rect[size];
        }
    };

    public Rect() {
    }

    private Rect(Parcel in) {
        readFromParcel(in);
    }

    public void writeToParcel(Parcel out) {
        out.writeInt(left);
        out.writeInt(top);
        out.writeInt(right);
        out.writeInt(bottom);
    }

    public void readFromParcel(Parcel in) {
        left = in.readInt();
        top = in.readInt();
        right = in.readInt();
        bottom = in.readInt();
    }
}

Pengarahan dalam kelas Rect cukup sederhana. Perhatikan metode lain di Parcel untuk melihat jenis nilai lainnya yang bisa Anda tuliskan ke Parcel.

Peringatan: Jangan lupa implikasi keamanan akibat menerima data dari proses lain. Dalam hal ini, Rect akan membaca empat angka dari Parcel, namun itu terserah Anda untuk memastikan angka tersebut ada dalam kisaran nilai yang bisa diterima untuk apa pun yang coba dilakukan pemanggil. Lihat Keamanan dan Izin untuk informasi selengkapnya tentang cara menjaga aplikasi tetap aman dari malware.

Memanggil Metode IPC

Berikut ini langkah-langkah yang harus diikuti oleh kelas pemanggil untuk memanggil antarmuka jauh yang didefinisikan dengan AIDL:

  1. Sertakan file .aidl dalam direktori src/ proyek.
  2. Deklarasikan instance antarmuka IBinder (yang dihasilkan berdasarkan AIDL).
  3. Implementasikan ServiceConnection.
  4. Panggil Context.bindService(), yang meneruskan implementasi ServiceConnection Anda.
  5. Dalam implementasi onServiceConnected(), Anda akan menerima instance IBinder (yang disebut service). Panggil YourInterfaceName.Stub.asInterface((IBinder)service) untuk mentransmisikan parameter yang dikembalikan menjadi tipe YourInterface.
  6. Panggil metode yang Anda definisikan pada antarmuka Anda. Anda harus selalu menjebak pengecualian DeadObjectException, yang dilontarkan bila koneksi terputus; ini akan menjadi satu-satunya pengecualian yang dilontarkan oleh metode jauh.
  7. Untuk memutus koneksi, panggil Context.unbindService() dengan instance antarmuka Anda.

Beberapa komentar tentang pemanggilan layanan IPC:

  • Objek adalah acuan yang dihitung lintas proses.
  • Anda bisa mengirimkan objek anonim sebagai argumen metode.

Untuk informasi selengkapnya tentang mengikat ke layanan, baca dokumen Layanan Terikat .

Berikut ini beberapa kode contoh yang memperagakan pemanggilan layanan buatan AIDL, yang diambil dari contoh Remote Service dalam proyek ApiDemos.

public static class Binding extends Activity {
    /** The primary interface we will be calling on the service. */
    IRemoteService mService = null;
    /** Another interface we use on the service. */
    ISecondary mSecondaryService = null;

    Button mKillButton;
    TextView mCallbackText;

    private boolean mIsBound;

    /**
     * Standard initialization of this activity.  Set up the UI, then wait
     * for the user to poke it before doing anything.
     */
    @Override
    protected void onCreate(Bundle savedInstanceState) {
        super.onCreate(savedInstanceState);

        setContentView(R.layout.remote_service_binding);

        // Watch for button clicks.
        Button button = (Button)findViewById(R.id.bind);
        button.setOnClickListener(mBindListener);
        button = (Button)findViewById(R.id.unbind);
        button.setOnClickListener(mUnbindListener);
        mKillButton = (Button)findViewById(R.id.kill);
        mKillButton.setOnClickListener(mKillListener);
        mKillButton.setEnabled(false);

        mCallbackText = (TextView)findViewById(R.id.callback);
        mCallbackText.setText("Not attached.");
    }

    /**
     * Class for interacting with the main interface of the service.
     */
    private ServiceConnection mConnection = new ServiceConnection() {
        public void onServiceConnected(ComponentName className,
                IBinder service) {
            // This is called when the connection with the service has been
            // established, giving us the service object we can use to
            // interact with the service.  We are communicating with our
            // service through an IDL interface, so get a client-side
            // representation of that from the raw service object.
            mService = IRemoteService.Stub.asInterface(service);
            mKillButton.setEnabled(true);
            mCallbackText.setText("Attached.");

            // We want to monitor the service for as long as we are
            // connected to it.
            try {
                mService.registerCallback(mCallback);
            } catch (RemoteException e) {
                // In this case the service has crashed before we could even
                // do anything with it; we can count on soon being
                // disconnected (and then reconnected if it can be restarted)
                // so there is no need to do anything here.
            }

            // As part of the sample, tell the user what happened.
            Toast.makeText(Binding.this, R.string.remote_service_connected,
                    Toast.LENGTH_SHORT).show();
        }

        public void onServiceDisconnected(ComponentName className) {
            // This is called when the connection with the service has been
            // unexpectedly disconnected -- that is, its process crashed.
            mService = null;
            mKillButton.setEnabled(false);
            mCallbackText.setText("Disconnected.");

            // As part of the sample, tell the user what happened.
            Toast.makeText(Binding.this, R.string.remote_service_disconnected,
                    Toast.LENGTH_SHORT).show();
        }
    };

    /**
     * Class for interacting with the secondary interface of the service.
     */
    private ServiceConnection mSecondaryConnection = new ServiceConnection() {
        public void onServiceConnected(ComponentName className,
                IBinder service) {
            // Connecting to a secondary interface is the same as any
            // other interface.
            mSecondaryService = ISecondary.Stub.asInterface(service);
            mKillButton.setEnabled(true);
        }

        public void onServiceDisconnected(ComponentName className) {
            mSecondaryService = null;
            mKillButton.setEnabled(false);
        }
    };

    private OnClickListener mBindListener = new OnClickListener() {
        public void onClick(View v) {
            // Establish a couple connections with the service, binding
            // by interface names.  This allows other applications to be
            // installed that replace the remote service by implementing
            // the same interface.
            Intent intent = new Intent(Binding.this, RemoteService.class);
            intent.setAction(IRemoteService.class.getName());
            bindService(intent, mConnection, Context.BIND_AUTO_CREATE);
            intent.setAction(ISecondary.class.getName());
            bindService(intent, mSecondaryConnection, Context.BIND_AUTO_CREATE);
            mIsBound = true;
            mCallbackText.setText("Binding.");
        }
    };

    private OnClickListener mUnbindListener = new OnClickListener() {
        public void onClick(View v) {
            if (mIsBound) {
                // If we have received the service, and hence registered with
                // it, then now is the time to unregister.
                if (mService != null) {
                    try {
                        mService.unregisterCallback(mCallback);
                    } catch (RemoteException e) {
                        // There is nothing special we need to do if the service
                        // has crashed.
                    }
                }

                // Detach our existing connection.
                unbindService(mConnection);
                unbindService(mSecondaryConnection);
                mKillButton.setEnabled(false);
                mIsBound = false;
                mCallbackText.setText("Unbinding.");
            }
        }
    };

    private OnClickListener mKillListener = new OnClickListener() {
        public void onClick(View v) {
            // To kill the process hosting our service, we need to know its
            // PID.  Conveniently our service has a call that will return
            // to us that information.
            if (mSecondaryService != null) {
                try {
                    int pid = mSecondaryService.getPid();
                    // Note that, though this API allows us to request to
                    // kill any process based on its PID, the kernel will
                    // still impose standard restrictions on which PIDs you
                    // are actually able to kill.  Typically this means only
                    // the process running your application and any additional
                    // processes created by that app as shown here; packages
                    // sharing a common UID will also be able to kill each
                    // other's processes.
                    Process.killProcess(pid);
                    mCallbackText.setText("Killed service process.");
                } catch (RemoteException ex) {
                    // Recover gracefully from the process hosting the
                    // server dying.
                    // Just for purposes of the sample, put up a notification.
                    Toast.makeText(Binding.this,
                            R.string.remote_call_failed,
                            Toast.LENGTH_SHORT).show();
                }
            }
        }
    };

    // ----------------------------------------------------------------------
    // Code showing how to deal with callbacks.
    // ----------------------------------------------------------------------

    /**
     * This implementation is used to receive callbacks from the remote
     * service.
     */
    private IRemoteServiceCallback mCallback = new IRemoteServiceCallback.Stub() {
        /**
         * This is called by the remote service regularly to tell us about
         * new values.  Note that IPC calls are dispatched through a thread
         * pool running in each process, so the code executing here will
         * NOT be running in our main thread like most other things -- so,
         * to update the UI, we need to use a Handler to hop over there.
         */
        public void valueChanged(int value) {
            mHandler.sendMessage(mHandler.obtainMessage(BUMP_MSG, value, 0));
        }
    };

    private static final int BUMP_MSG = 1;

    private Handler mHandler = new Handler() {
        @Override public void handleMessage(Message msg) {
            switch (msg.what) {
                case BUMP_MSG:
                    mCallbackText.setText("Received from service: " + msg.arg1);
                    break;
                default:
                    super.handleMessage(msg);
            }
        }

    };
}