Langsung ke konten

Paling sering dikunjungi

Terakhir dikunjungi

navigation

Mengoptimalkan Aplikasi untuk Chromebook

Google Chromebook sekarang mendukung Google Play Store dan aplikasi Android. Dokumen ini menjelaskan beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk mengoptimalkan aplikasi Android untuk Chromebook.

Memperbarui File Manifes Aplikasi Anda

Untuk mulai mengoptimalkan aplikasi Android untuk Chromebook, perbarui file manifes Anda (AndroidManifest.xml) agar memperhitungkan beberapa perbedaan utama perangkat keras dan perangkat lunak antara Chromebook dan perangkat lain yang menjalankan Android.

Mulai Chrome OS versi M53, semua aplikasi Android yang tidak secara eksplisit memerlukan fitur android.hardware.touchscreen juga akan bekerja pada perangkat Chrome OS yang mendukung fitur android.hardware.faketouch. Akan tetapi, jika Anda ingin agar aplikasi bekerja pada semua Chromebook dengan sebaik mungkin, buka file manifes dan lakukan penyesuaian setelan sehingga fitur android.hardware.touchscreen tidak diperlukan, seperti yang ditampilkan dalam contoh berikut. Anda juga harus meninjau interaksi mouse dan keyboard.

<manifest xmlns:android="http://schemas.android.com/apk/res/android"
          ... >
    <!-- Some Chromebooks don't support touch. Although not essential,
         it's a good idea to explicitly include this declaration. -->
    <uses-feature android:name="android.hardware.touchscreen"
                  required="false" />
</manifest>

Perangkat yang berbeda sering kali memiliki sensor yang berbeda juga. Lihat dokumen Ringkasan Sensor untuk ringkasan dari semua sensor yang didukung platform Android. Meskipun perangkat genggam Android mungkin memiliki GPS dan akselerometer, sensor tidak dijamin akan tersedia pada setiap Chromebook. Akan tetapi, ada beberapa kejadian sehingga fungsionalitas sensor disediakan dengan cara lain. Misalnya, Chromebook mungkin tidak memiliki sensor GPS, namun mereka masih menyediakan data lokasi berdasarkan koneksi Wi-Fi. Jika Anda menginginkan aplikasi untuk berjalan di Chromebook, tanpa menghiraukan dukungan sensor, Anda harus memperbarui file manifes Anda sehingga tidak ada sensor yang diperlukan.

Catatan: Jika Anda tidak memerlukan sensor tertentu untuk aplikasi, tetapi masih menggunakan pengukuran dari sensor ketika tersedia, pastikan Anda secara dinamis memeriksa ketersediaan sensor sebelum mencoba untuk mengumpulkan informasi dari sensor dalam aplikasi Anda.

Beberapa fitur perangkat lunak tidak didukung dalam Chromebook. Misalnya, aplikasi yang menyediakan IME khusus, widget aplikasi, wallpaper animasi, dan peluncur aplikasi tidak didukung dan tidak tersedia untuk pemasangan di Chromebook. Untuk daftar lengkap dari fitur perangkat lunak yang saat ini tidak didukung di Chromebook, lihat fitur perangkat lunak yang tidak kompatibel.

Memanfaatkan Dukungan untuk Mode Multi-Jendela

Implementasi aplikasi Android di Chrome OS menyertakan dukungan multi-jendela dasar. Sebagai ganti secara otomatis menggambar di atas tampilan layar penuh, Android me-render aplikasi di Chrome OS ke dalam layout yang cocok untuk faktor bentuk ini. Google menyediakan dukungan untuk layout jendela yang paling umum:

Selain itu, pengguna akhir disajikan dengan kontrol jendela untuk beralih di antara seluruh layout yang tersedia. Dengan memilih opsi orientasi yang benar, Anda bisa memastikan bahwa pengguna memiliki layout yang tepat saat meluncurkan aplikasi. Jika aplikasi tersedia dalam potret dan lanskap, atur default ke lanskap jika memungkinkan. Setelah opsi disetel, ini akan diingat pada basis per-aplikasi. Google menyarankan agar Anda menguji aplikasi untuk memastikan bahwa aplikasi menangani perubahan ukuran jendela dengan benar.

Mendukung Keyboard, Trackpad, dan Mouse

Semua Chromebook memiliki keyboard fisik dan trackpad, dan beberapa Chromebook juga memiliki layar sentuh. Beberapa perangkat bahkan bisa berubah dari laptop menjadi tablet.

Banyak aplikasi sudah mendukung interaksi mouse dan trackpad tanpa memerlukan usaha tambahan. Akan tetapi, akan lebih baik untuk menyesuaikan perilaku aplikasi Anda secara tepat ketika pengguna berinteraksi dengan menggunakan trackpad sebagai ganti layar sentuh, dan Anda harus mendukung dan membedakan antara kedua antarmuka tersebut dengan benar. Dengan mempertimbangkan dukungan untuk keyboard fisik, Anda sekarang bisa memberikan tombol pintasan agar pengguna aplikasi menjadi lebih produktif. Misalnya, jika aplikasi Anda mendukung pencetakan, Anda bisa menggunakan Ctrl+P untuk membuka dialog cetak.

Menggunakan Pencadangan dan Pemulihan Secara Efektif

Salah satu fitur terkuat dari Chromebook adalah bahwa pengguna bisa dengan mudah berpindah dari satu perangkat ke perangkat lainnya. Artinya, jika seseorang berhenti menggunakan Chromebook dan mulai menggunakan yang lainnya, mereka cukup masuk, dan semua aplikasi mereka akan muncul.

Tip: Meskipun tidak wajib, membuat cadangan data aplikasi ke awan adalah ide bagus.

Chromebook juga bisa dibagikan ke sekelompok besar orang, misalnya di sekolah. Karena storage lokal tidak tak terbatas, keseluruhan akun—bersama dengan storage mereka—dapat dibuang dari perangkat kapan saja. Untuk setelan pendidikan, ide yang baik untuk selalu mengingat skenario ini.

Memperbarui Pustaka NDK

Jika aplikasi Anda menggunakan pustaka Android NDK, dan itu menargetkan versi SDK 23 atau yang lebih tinggi, pastikan bahwa teks relokasi dikeluarkan dari versi ARM dan x86 pustaka NDK, karena mereka tidak kompatibel dalam Android 6.0 (API level 23) dan yang lebih tinggi. Dengan membiarkan teks relokasi di pustaka NDK, Anda juga bisa menyebabkan kesalahan kompatibilitas dengan Chromebook, terutama ketika berjalan pada perangkat yang menggunakan arsitektur x86.

Catatan: Untuk melihat detail selengkapnya tentang pembaruan pustaka NDK dengan benar, lihat bagian Waktu Proses dari dokumen Perubahan Android 6.0.

Merencanakan Dukungan untuk Fitur Baru Android

Aplikasi Android di Chromebook pada awalnya diluncurkan dengan API untuk Android 6.0 (API level 23). Dengan mengikuti praktik terbaik yang diuraikan di atas, aplikasi Anda kemungkinan besar akan kompatibel dengan peningkatan multi-jendela yang diperkenalkan di Android 7.0 (API level 24). Sangat baik untuk merencanakan dukungan untuk API dan perilaku yang tersedia pada Android 7.0, yang memperoleh sejumlah peningkatan. Misalnya, dukungan multi-jendela terintegrasi secara lebih baik, dan Anda bisa mengubah ukuran aktivitas dengan lebih bebas, membuatnya terasa lebih alami. Anda juga bisa mengakses API untuk operasi seret-dan-letakkan di aplikasi dan kontrol kursor mouse.

Menguji Aplikasi Anda

Untuk memuat aplikasi Anda ke Chromebook untuk pengujian, Anda harus masuk ke mode Developer di perangkat Chrome OS dan mengaktifkan unknown sources. Lihat dokumen Menempatkan Perangkat Chrome OS Anda dalam Mode Developer untuk petunjuk lengkap tentang cara memindahkan perangkat Anda dalam mode Developer. Setelah perangkat Anda berada pada mode Developer, Anda bisa masuk ke setelan Chrome dan memilih Enable Unknown Sources di bawah setelan security in app.

Setelah mengaktifkan mode Developer, Anda bisa memuat aplikasi Android ke perangkat Chrome OS menggunakan salah satu dari sejumlah metode. Untuk detail selengkapnya, lihat bagian Memuat Aplikasi Anda dari Memuat Aplikasi pada laman Chromebook.

Catatan: Untuk memastikan bahwa aplikasi Android Anda bekerja dengan baik pada berbagai perangkat Chromebook dan faktor bentuk yang tersedia, Google menyarankan agar Anda menguji aplikasi pada Chromebook berbasis ARM, Chromebook berbasis x86, perangkat dengan layar sentuh dan non-sentuh, dan pada perangkat convertible (perangkat yang bisa berfungsi sebagai laptop dan tablet). Untuk melihat daftar lengkap perangkat yang didukung, lihat laman Dukungan Perangkat Chrome OS untuk Aplikasi.

Mempersiapkan ADB

Sebelum mencoba untuk mempersiapkan koneksi ADB, Anda harus memulai Chrome OS dalam Developer Mode sehingga Anda memiliki wewenang untuk memasang aplikasi Android di Chromebook.

Perhatian: Setelah mengalihkan perangkat Chrome OS Anda ke mode Developer, itu akan memulai ulang dan membersihkan semua data yang ada pada perangkat.

Untuk mempersiapkan ADB, lakukan langkah-langkah berikut:

  1. Tekan Ctrl+D untuk memulai perangkat Anda.
  2. Selesaikan proses persiapan.
  3. Masuk ke akun pengujian.
  4. Menyetujui persyaratan layanan dan ketentuan Google Play Store.

Mengonfigurasi firewall

Untuk mengonfigurasi firewall Chrome OS agar mengizinkan koneksi ADB yang masuk, lakukan langkah-langkah berikut:

  1. Tekan Ctrl+Alt+T untuk memulai terminal Chrome OS.
  2. Ketik shell untuk membuka baris perintah bash shell:
    crosh> shell
    chronos@localhost / $
    
  3. Ketik perintah berikut untuk mempersiapkan fitur developer dan mengizinkan akses disk-write untuk perubahan setelan firewall:
    chronos@localhost / $ sudo /usr/libexec/debugd/helpers/dev_features_rootfs_verification
    chronos@localhost / $ sudo reboot
    
    Perintah sudo reboot akan memulai ulang Chromebook.

    Catatan: Anda bisa menekan tombol Tab untuk mengaktifkan pelengkapan otomatis nama file.

  4. Setelah perangkat memulai ulang, masuk ke akun pengujian dan ketik perintah berikut untuk mengaktifkan secure shell dan mengonfigurasi firewall dengan benar:
    chronos@localhost / $ sudo /usr/libexec/debugd/helpers/dev_features_ssh
    
    Anda sekarang bisa keluar dari shell.

Catatan: Anda harus menyelesaikan prosedur ini sekali saja di Chromebook.

Memeriksa alamat IP Chromebook Anda

Untuk memverifikasi alamat IP Chromebook Anda, lakukan langkah-langkah berikut:

  1. Klik ikon jam di area kanan-bawah layar.
  2. Klik Settings.
  3. Bagian Internet Connection di dalam Settings menampilkan semua jaringan yang tersedia. Pilih satu yang ingin Anda gunakan untuk ADB.
  4. Perhatikan alamat IP yang muncul.

Mengaktifkan ADB debugging

Untuk mengaktifkan ADB debugging, lakukan langkah-langkah berikut:

  1. Klik ikon jam di area kanan-bawah layar.
  2. Klik Settings.
  3. Pada bagian Android Apps, klik tautan Settings di baris yang bertuliskan Manage your Android apps in Settings. Ini akan menampilkan setelan aplikasi Android.
  4. Klik About device.
  5. Klik Build number tujuh kali untuk berpindah ke mode Developer.
  6. Klik tanda panah di area kiri-atas jendela untuk kembali ke layar Settings utama.
  7. Klik item Developer options yang baru, aktifkan ADB debugging, dan kemudian klik OK untuk mengizinkan ADB debugging.
  8. Kembali ke mesin development Anda lalu gunakan ADB untuk menyambungkan ke Chromebook menggunakan alamat IP dan porta 22.
  9. Pada Chromebook, klik Allow ketika ditanya apakah Anda mengizinkan debugger. Sesi ADB Anda telah dibuat.

Pemecahan masalah ADB debugging

Terkadang perangkat ADB menunjukkan status offline bahkan ketika semuanya terhubung dengan benar. Dalam kejadian ini, lakukan langkah-langkah berikut untuk memecahkan masalah:

  1. NonaktifkanADB debugging dalam Developer options.
  2. Pada jendela terminal, jalankan adb kill-server.
  3. Aktifkan ulang opsi ADB debugging.
  4. Pada jendela terminal, coba jalankan adb connect.
  5. Klik Allow ketika ditanya apakah Anda mengizinkan debugging. Sesi ADB Anda telah dibuat.

Material Pembelajaran Tambahan

Untuk mengetahui selengkapnya tentang pengoptimalan aplikasi Android untuk Chromebook, bacalah referensi berikut:

Situs ini menggunakan cookies untuk menyimpan preferensi Anda tentang bahasa di situs tertentu dan opsi tampilan.

Dapatkan berita dan tips terbaru dari developer Android yang akan membantu Anda mencapai kesuksesan di Google Play.

* Wajib Diisi

Hore!

Ikuti Google Developers di WeChat

Buka situs ini dalam bahasa ?

Anda meminta halaman dalam bahasa , namun preferensi bahasa untuk situs ini adalah .

Ingin mengubah preferensi bahasa dan mengakses situs ini dalam bahasa ? Jika nanti Anda ingin mengubah preferensi bahasa, gunakan menu bahasa di bagian bawah setiap halaman.

Kelas ini memerlukan tingkat API atau yang lebih tinggi

Dokumen ini tersembunyi karena level API yang Anda pilih untuk dokumentasi ini adalah . Anda dapat mengubah level API dokumentasi dengan pemilih di atas menu navigasi sebelah kiri.

Untuk informasi lebih lanjut tentang menentukan level API yang diperlukan aplikasi Anda, baca Mendukung Versi Platform Yang Berbeda.

Take a short survey?
Help us improve the Android developer experience. (April 2018 — Developer Survey)