Fitur-fitur baru di Pratinjau Android Studio

Android Studio 3.1.4 telah dirilis ke saluran stabil. Download di sini.

Android Studio 3.3 saat ini ada dalam saluran Canary dan Developer.

Android Studio 3.2 saat ini ada dalam saluran Beta.

Halaman ini menyediakan ringkasan fitur-fitur baru dan perubahan dalam versi pratinjau tersebut.

Untuk berita terbaru tentang rilis, termasuk daftar perbaikan penting di setiap rilis, lihat juga Berita rilis.

Jika Anda mengalami masalah saat menggunakan versi pratinjau Android Studio, harap beri tahu kami. Laporan bug Anda akan membantu kami menyempurnakan Android Studio.

Android Studio 3.3

Bagian ini menyediakan ringkasan fitur dan perubahan baru pada Android Studio 3.3.

Dialog Show Gradle Daemon

Sekarang Anda dapat menampilkan daftar Gradle Daemon aktif di Android Studio. Untuk melakukannya, tekan dua kali tombol Shift untuk memunculkan dialog Search Everywhere, ketik "Show Gradle Daemon", dan klik pada hasil Show Gradle Daemon yang muncul.

R8 diaktifkan secara default

R8 adalah fitur baru untuk penciutan dan obfuscation kode yang menggantikan ProGuard, dan fitur ini diaktifkan secara default. Jika Anda mengalami masalah dengan R8, harap laporkan bug. Anda dapat menonaktifkan R8 dengan menambahkan kode berikut ini ke file gradle.properties project:

android.enableR8 = false

Sinkronisasi project varian tunggal

Menyinkronkan project dengan konfigurasi build merupakan langkah penting yang akan memungkinkan Android Studio memahami struktur project. Namun, untuk project besar, proses ini dapat membutuhkan waktu lama. Jika project Anda menggunakan berbagai varian build, sekarang Anda dapat mengoptimalkan sinkronisasi project dengan membatasinya hanya ke varian yang saat ini Anda pilih.

Saat menyinkronkan project menggunakan Android Studio 3.3 Canary 6 atau yang lebih baru, IDE akan meminta Anda untuk mengaktifkan pengoptimalan ini.

Untuk mengaktifkan pengoptimalan ini secara manual, klik File > Settings > Experimental > Gradle (Android Studio > Preferences > Experimental > Gradle di Mac) dan centang Only resolve selected variants.

Dialog Project Structure yang diperbarui

Android Studio 3.3 Canary 4 menghadirkan pembaruan pada dialog Project Structure. Saat membuka dialog ini dengan memilih File > Project Structure dari panel menu, Anda dapat mengatur bagaimana project dikonfigurasi dengan fitur-fitur baru berikut:

  • Visualisasikan struktur sebenarnya dari sebuah project, seperti yang ditetapkan oleh Gradle sebagai sinkronisasi project. Misalnya, Anda dapat memvisualisasikan grafik dependensi setiap modul.
  • Dapatkan notifikasi saat versi baru dependensi library Anda tersedia.
  • Konfigurasikan project melalui UI dialog, tanpa mengedit file build.gradle secara manual.

Memberikan masukan cepat

Jika Anda memilih untuk membagikan statistik penggunaan guna membantu menyempurnakan Android Studio, Anda akan melihat dua ikon baru berikut pada status bar di bagian bawah jendela IDE:

Cukup klik ikon yang mewakili pengalaman Anda selama menggunakan IDE. Setelah itu, IDE akan mengirim statistik penggunaan yang memungkinkan tim Android Studio untuk memahami pengalaman Anda dengan lebih baik. Dalam beberapa kasus, misalnya saat Anda melaporkan pengalaman yang negatif selama menggunakan IDE, Anda diberi kesempatan untuk memberikan masukan tambahan.

Jika belum melakukannya, Anda dapat mengaktifkan berbagi statistik pengguna dengan membuka dialog Settings (Preferences di Mac), mengklik Appearance & Behavior > System Settings > Data Sharing, dan mencentang Send usage statistics to Google.

Penghapusan opsi untuk kustomisasi C++

Opsi berikut telah dihapus dari dialog Customize C++ Support:

  • Exceptions Support (-fexceptions)
  • Runtime Type Information Support (-ftti)

Masing-masing perilaku diaktifkan untuk semua project yang dibuat melalui Android Studio.

Android Studio 3.2

Bagian ini menyediakan ringkasan fitur dan perubahan baru pada Android Studio 3.2.

Asisten Yang Baru

Android Studio 3.2 memiliki panel Assistant baru, yang menampilkan informasi tentang perubahan terbaru di Android Studio.

Panel ini terbuka saat Anda memulai Android Studio jika panel mendeteksi ada informasi baru yang perlu ditampilkan. Anda juga dapat membuka panel Assistant dengan memilih Help > What's new in Android Studio.

Android Jetpack

Android Jetpack membantu mempercepat pengembangan Android dengan komponen, fitur, dan panduan yang meniadakan tugas berulang dan memungkinkan Anda membuat aplikasi berkualitas tinggi yang dapat diuji dengan lebih cepat dan mudah. Android Studio menyertakan pembaruan berikut untuk mendukung Jetpack. Untuk informasi lebih lanjut, lihat dokumentasi Jetpack.

Navigation Editor baru terintegrasi dengan komponen navigasi Android Jetpack untuk menyediakan tampilan grafis guna membuat struktur navigasi aplikasi Anda. Navigation Editor menyederhanakan desain dan impelementasi navigasi antara berbagai tujuan dalam aplikasi.

Pada Android Studio 3.2, Navigation Editor merupakan fitur eksperimental. Untuk mengaktifkan Navigation Editor, klik File > Settings (Android Studio > Preferences di Mac), pilih kategori Experimental pada panel kiri, dan centang kotak di sebelah Enable Navigation Editor.

Untuk mempelajari lebih lanjut, baca dokumentasi Navigation Editor.

Migrasi AndroidX

Sebagai bagian dari Jetpack, kami memigrasikan Library Dukungan Android ke library ekstensi Android baru menggunakan ruang nama androidx. Untuk informasi lebih lanjut, baca pengumuman AndroidX.

Android Studio 3.2 membantu Anda menyelesaikan proses ini dengan fitur migrasi baru.

Untuk memigrasikan project yang ada ke AndroidX, pilih Refactor > Migrate to AndroidX. Jika Anda memiliki dependensi maven yang belum dimigrasikan ke ruang nama AndroidX, sistem build Android Studio juga akan mengonversi dependensi project tersebut secara otomatis.

Plugin Android Gradle menyediakan tanda global berikut yang dapat Anda setel di file gradle.properties Anda:

  • android.useAndroidX: Jika disetel ke true, tanda ini menunjukkan bahwa mulai sekarang Anda ingin menggunakan AndroidX. Jika tanda ini tidak ada, Android Studio akan berperilaku seolah-olah tanda ini disetel ke false.
  • android.enableJetifier: Jika disetel ke true, tanda ini menunjukkan bahwa Anda ingin mendapatkan dukungan fitur (dari plugin Android Gradle) untuk otomatis mengonversi library pihak ketiga yang ada seolah-olah library tersebut ditulis untuk AndroidX. Jika tanda ini tidak ada, Android Studio akan berperilaku seolah-olah tanda ini disetel ke false.

Kedua tanda akan disetel ke true jika Anda menggunakan perintah Migrate to AndroidX.

Jika Anda ingin segera mulai menggunakan library AndroidX dan tidak perlu mengonversi library pihak ketiga yang ada, Anda dapat menyetel tanda android.useAndroidX ke true dan tanda android.enableJetifier ke false.

Android App Bundle

Android App Bundle adalah format upload baru yang mencakup semua kompilasi kode dan referensi aplikasi Anda, namun menyerahkan pembuatan dan penandatanganan APK ke Google Play Store.

Model penayangan aplikasi baru di Google Play, yang disebut Pengiriman Dinamis, menggunakan app bundle untuk membuat dan menayangkan APK yang dioptimalkan untuk setiap konfigurasi perangkat pengguna, sehingga setiap pengguna hanya mendownload kode dan referensi yang mereka butuhkan untuk menjalankan aplikasi Anda. Anda tidak perlu lagi membuat, menandatangani, dan mengelola banyak APK, dan pengguna mendapatkan objek download yang lebih kecil serta lebih optimal.

Selain itu, Anda dapat menambahkan modul fitur dinamis ke project aplikasi dan menyertakannya dalam app bundle. Melalui Pengiriman Dinamis, pengguna dapat mendownload dan menginstal fitur dinamis aplikasi Anda sesuai permintaan.

Untuk membuat bundle, pilih Build > Build Bundle(s) / APK(s) > Build Bundle(s).

Untuk informasi lebih lanjut, termasuk petunjuk membuat dan menganalisis Android App Bundle, lihat Memulai Android App Bundle.

Data sampel di Layout Editor

Banyak tata letak Android yang memiliki data runtime yang dapat mempersulit visualisasi tampilan dan nuansa tata letak selama tahap desain pengembangan aplikasi. Sekarang Anda dapat melihat pratinjau tampilan di Layout Editor yang sudah diisi dengan data sampel. Saat Anda menambahkan sebuah tampilan, tombol akan muncul di bawah tampilan itu di jendela Design. Klik tombol ini untuk menyetel atribut tampilan waktu desain. Anda dapat memilih dari berbagai template data sampel dan menentukan jumlah item sampel yang ingin digunakan untuk mengisi tampilan.

Untuk mencoba menggunakan sampel data, tambahkan RecyclerView ke tata letak baru, klik tombol atribut waktu desain di bawah tampilan, dan pilih salah satu opsi dari carousel template data sampel.

Slice

Slice menyediakan cara baru untuk menyematkan bagian-bagian dari fungsi aplikasi Anda di lapisan antarmuka pengguna lain di Android. Misalnya, dengan slice, fungsi dan konten aplikasi dapat muncul di saran Google Penelusuran.

Android Studio 3.2 memiliki template bawaan untuk membantu Anda memperluas aplikasi dengan Slice Provider API baru, beserta pemeriksaan lint baru untuk memastikan Anda mengikuti praktik terbaik saat menyusun slice.

Untuk memulai, klik kanan folder project dan pilih New > Other > Slice Provider.

Untuk mempelajari lebih lanjut, termasuk cara menguji interaksi slice, baca Panduan memulai slice.

IntelliJ IDEA 2018.1.1

Android Studio IDE inti telah diperbarui dengan penyempurnaan dari IntelliJ IDEA melalui rilis 2018.1.1.

Android profiler

Coba Android Profiler baru berikut di versi terbaru Android Studio 3.2.

Energy Profiler

Energy Profiler menampilkan visualisasi perkiraan penggunaan energi aplikasi Anda.

Energy Profiler muncul sebagai baris baru di bawah jendela Profiler saat Anda menjalankan aplikasi di perangkat yang terhubung atau Android Emulator yang menjalankan Android 8.0 (API 26) atau yang lebih baru.

Klik baris Energy untuk memaksimalkan tampilan Energy Profiler. Tempatkan kursor mouse di atas bar pada timeline untuk melihat perincian penggunaan energi oleh CPU, jaringan, dan resource lokasi (GPS), beserta peristiwa sistem seperti wakelock, alarm, dan tugas.

Sesi

Sekarang Anda dapat menyimpan data Profiler sebagai "sesi" untuk dibuka kembali dan diperiksa di lain waktu. (Profiler menyimpan data sesi hingga Anda memulai ulang IDE.)

Setelah Anda menerapkan aplikasi dengan memilih Run > Profile dari menu utama, mulai sesi baru dengan mengklik dan memilih proses aplikasi dari menu drop-down, seperti ditunjukkan di bawah ini.

Saat Anda merekam pelacakan metode atau mengambil heap-dump, IDE akan menambahkan data tersebut (beserta aktivitas jaringan aplikasi Anda) sebagai entri terpisah ke sesi saat ini, dan Anda dapat beralih maju mundur antar-rekaman untuk membandingkan data. Untuk berhenti menambahkan data ke sesi saat ini, klik .

System Trace

Pada CPU profiler, pilih konfigurasi System Trace baru untuk memeriksa aktivitas thread dan CPU sistem perangkat Anda. Konfigurasi pelacakan ini dikembangkan dari systrace dan berguna untuk menyelidiki masalah tingkat sistem, seperti UI yang lambat.

Saat menggunakan konfigurasi pelacakan baru ini, Anda dapat menandai rutinitas kode penting di timeline profiler secara visual dengan menambahkan class Trace ke kode Anda.

Memeriksa referensi JNI di Memory Profiler

Jika Anda menerapkan aplikasi ke perangkat yang menjalankan Android 8.0 (level API 26) atau yang lebih baru, sekarang Anda dapat memeriksa alokasi memori untuk kode JNI aplikasi Anda menggunakan Memory Profiler.

Saat aplikasi sedang berjalan, pilih bagian timeline yang ingin diperiksa dan pilih JNI heap dari menu drop-down di atas daftar class, seperti ditunjukkan di bawah ini. Selanjutnya, Anda dapat memeriksa objek di heap seperti biasa dan mengklik dua kali objek di tab Allocation Call Stack untuk melihat di mana referensi JNI dialokasikan dan dilepas dalam kode Anda.

Mengimpor dan memeriksa file heap-dump memori

Sekarang Anda dapat mengimpor dan memeriksa file heap-dump memori .hprof yang dibuat dengan Memory Profiler.

Impor file .hprof dengan mengklik Start new profiler session di panel Sessions pada profiler, lalu pilih Load from file. Selanjutnya, Anda dapat memeriksa datanya di Memory Profiler seperti pada heap-dump lainnya.

Merekam aktivitas CPU selama startup aplikasi

Sekarang Anda dapat merekam aktivitas CPU selama startup aplikasi seperti berikut:

  1. Pilih Run > Edit Configurations dari menu utama.
  2. Di bagian tab Profiling pada konfigurasi berjalan yang diinginkan, centang kotak di sebelah Start recording a method trace on startup.
  3. Pilih konfigurasi perekaman CPU yang ingin digunakan dari menu dropdown.
  4. Terapkan aplikasi Anda ke perangkat yang menjalankan Android 8.0 (level API 26) atau yang lebih baru dengan memilih Run > Profile.

Mengekspor rekaman aktivitas CPU

Setelah merekam aktivitas CPU dengan CPU profiler, Anda dapat mengekspor datanya sebagai file .trace untuk dibagikan dengan orang lain atau diperiksa nanti.

Untuk mengekspor rekaman aktivitas CPU, lakukan langkah berikut:

  1. Klik kanan pada rekaman yang ingin diekspor dari timeline CPU.
  2. Pilih Export trace dari menu drop-down.
  3. Arahkan ke lokasi yang diinginkan untuk menyimpan file, lalu klik Save.

Mengimpor dan memeriksa file rekaman aktivitas CPU

Sekarang Anda dapat mengimpor dan memeriksa file .trace yang dibuat dengan Debug API atau CPU profiler. (Saat ini, Anda tidak dapat mengimpor rekaman System Trace.)

Impor file rekaman aktivitas dengan mengklik Start new profiler session di panel Session pada profiler, lalu pilih Load from file. Selanjutnya, Anda dapat memeriksa datanya di CPU profiler dengan cara yang mirip seperti biasanya, namun dengan beberapa pengecualian:

  • Aktivitas CPU tidak terwakili di sepanjang timeline CPU.
  • Timeline aktivitas thread hanya menunjukkan di mana data rekaman aktivitas tersedia untuk setiap thread, dan bukan status thread aktual (seperti berjalan, menunggu, atau tidur).

Merekam aktivitas CPU menggunakan Debug API

Sekarang Anda dapat memulai dan menghentikan perekaman aktivitas CPU di CPU profiler dengan menambahkan Debug API ke aplikasi Anda. Setelah Anda menerapkan aplikasi ke perangkat, profiler akan otomatis mulai merekam aktivitas CPU saat aplikasi Anda memanggil startMethodTracing(String tracePath), dan akan berhenti merekam saat aplikasi Anda memanggil stopMethodTracing(). Selagi merekam aktivitas CPU yang dipicu menggunakan API ini, CPU profiler akan menampilkan Debug API sebagai konfigurasi perekaman CPU yang dipilih.

Pemeriksaan lint

Android Studio 3.2 menyertakan banyak fitur baru dan yang disempurnakan untuk pemeriksaan lint.

Pemeriksaan lint untuk interoperabilitas Java/Kotlin

Untuk memastikan bahwa kode Java Anda mendukung interoperabilitas yang lancar dengan kode Kotlin, pemeriksaan lint baru akan menerapkan praktik terbaik seperti yang dijelaskan dalam Panduan Interoperabilitas Kotlin. Pemeriksaan ini mencakup pencarian keberadaan anotasi Nullability, penggunaan kata kunci keras Kotlin, penempatan parameter lambda di akhir, dan lain-lain.

Untuk mengaktifkan pemeriksaan ini, buka File > Preferences > Editor > Inspections dan periksa aturan yang ingin Anda aktifkan pada Kotlin Interoperability, seperti ditunjukkan di bawah ini. Selanjutnya, Anda dapat menjalankan pemeriksaan dengan memilih Analyze > Inspect Code dari menu utama.

Untuk mengaktifkan pemeriksaan ini untuk build command-line, tambahkan kode berikut ke file build.gradle:

android {
    lintOptions {
        check 'Interoperability'
    }
}

Pemeriksaan lint untuk slice

Pemeriksaan lint baru untuk slice membantu memastikan bahwa Anda menyusun slice dengan benar. Misalnya, pemeriksaan lint akan memperingatkan Anda jika tindakan utama ke suatu slice belum ditetapkan.

Pemeriksaan lint baru lainnya

Selain pemeriksaan lint untuk slice dan interoperabilitas Kotlin yang dijelaskan di bagian sebelumnya, Android Studio 3.2 mengimplementasikan 20 pemeriksaan lint baru untuk membantu Anda menemukan dan mengidentifikasi masalah kode yang umum. Cakupan pemeriksaan baru ini meliputi peringatan tentang potensi masalah kegunaan hingga error prioritas tinggi terkait potensi kerentanan keamanan.

Target Gradle baru

Gunakan tugas Gradle lintFix yang baru untuk menerapkan semua perbaikan aman yang disarankan oleh pemeriksaan lint langsung ke kode sumber. Contoh pemeriksaan lint yang menyarankan perbaikan yang aman untuk diterapkan adalah SyntheticAccessor.

Pembaruan metadata

Berbagai metadata, seperti pemeriksaan cast layanan, telah diperbarui agar pemeriksaan lint berfungsi dengan Pratinjau Developer Android P.

Peringatan jika menjalankan lint pada varian baru

Sekarang lint mencatat varian dan versi mana yang digunakan untuk merekam baseline, dan lint akan memperingatkan jika Anda menjalankannya pada varian yang berbeda dengan yang digunakan untuk membuat baseline.

Peningkatan pada pemeriksaan lint yang ada

Android Studio 3.2 menyertakan banyak peningkatan pada pemeriksaan lint yang ada. Misalnya, pemeriksaan siklus resource kini berlaku pada jenis resource tambahan, dan detektor terjemahan sekarang dapat menemukan terjemahan yang hilang dengan cepat, di editor.

ID masalah lebih mudah ditemukan

Sekarang ID Masalah ditampilkan di lebih banyak tempat, termasuk di jendela Inspection Results, sehingga memudahkan Anda untuk menemukan informasi yang diperlukan untuk mengaktifkan atau menonaktifkan pemeriksaan tertentu melalui lintOptions di build.gradle.

Untuk informasi lebih lanjut, lihat Mengonfigurasi opsi lint dengan Gradle.

Data Binding V2

Sekarang Data Binding V2 diaktifkan secara default dan kompatibel dengan V1. Dengan kata lain, jika Anda memiliki dependensi library yang dikompilasi dengan V1, Anda dapat menggunakannya dengan project yang menggunakan Data Binding V2. Namun, perhatikan bahwa project yang menggunakan V1 tidak dapat menggunakan dependensi yang dikompilasi dengan V2.

Desugaring D8

Pada Android Studio 3.1, kami mengintegrasikan langkah desugaring ke dalam D8 sebagai fitur eksperimental, sehingga mengurangi waktu build keseluruhan. Sekarang, di Android Studio 3.2, desugaring dengan D8 diaktifkan secara default.

Shrinker kode baru

R8 adalah fitur baru untuk penyusutan dan obfuscation kode yang menggantikan ProGuard. Anda dapat mulai menggunakan versi pratinjau R8 dengan menyertakan kode berikut dalam file gradle.properties project:

android.enableR8 = true

ABI default untuk multi-APK diubah

Saat membuat banyak APK yang masing-masing menargetkan ABI berbeda, plugin tidak lagi menghasilkan APK untuk ABI berikut secara default: mips, mips64, dan armeabi.

Jika ingin membuat APK yang menargetkan ABI ini, Anda harus menggunakan NDK r16b atau yang lebih lama dan menentukan ABI di file build.gradle, seperti ditunjukkan di bawah ini:

splits {
    abi {
        include 'armeabi', 'mips', 'mips64'
        ...
    }
}

Fitur editor yang disempurnakan untuk file build CMake

Jika Anda menggunakan CMake untuk menambahkan kode C dan C++ ke project, kini Android Studio menyertakan fitur editor yang disempurnakan selagi Anda mengedit skrip build CMake, seperti:

  • Penyorotan sintaks dan pelengkapan kode: Sekarang IDE menyorot dan menyarankan pelengkapan kode untuk perintah CMake yang umum. Selain itu, Anda dapat membuka file dengan mengkliknya sambil menekan tombol Control (atau Command di MacOS).
  • Pemformatan ulang kode: Sekarang Anda dapat menggunakan opsi pemformatan ulang kode IntelliJ untuk menerapkan gaya kode ke skrip build CMake.
  • Pemfaktoran ulang yang aman: Sekarang fitur pemfaktoran ulang bawaan IDE juga memeriksa apakah Anda mengganti nama atau menghapus file yang dirujuk di skrip build CMake.

Saat menggunakan jendela Project di Android Studio versi sebelumnya, Anda hanya dapat membuka dan memeriksa file header yang termasuk dalam library yang Anda buat dari project lokal. Dengan rilis ini, sekarang Anda juga dapat melihat dan memeriksa file header yang disertakan dengan dependensi library C/C++ eksternal yang Anda impor ke dalam project aplikasi.

Jika Anda sudah memasukkan kode dan library C/C++ dalam project, buka jendela Project di sebelah kiri IDE dengan memilih View > Tool Windows > Project dari menu utama, lalu pilih Android dari menu drop-down. Pada direktori cpp, semua header yang ada dalam cakupan project aplikasi Anda akan diatur di bawah node include untuk setiap dependensi library C/C++ lokal, seperti ditunjukkan di bawah ini.

Native multidex diaktifkan secara default

Android Studio versi sebelumnya mengaktifkan native multidex saat menerapkan versi debug sebuah aplikasi ke perangkat yang menjalankan Android API level 21 atau lebih tinggi. Sekarang, entah Anda menerapkan ke perangkat atau membuat APK untuk rilis, plugin Android untuk Gradle akan mengaktifkan native multidex untuk semua modul yang menetapkan minSdkVersion=21 atau lebih tinggi.

AAPT2 dipindahkan ke repositori Maven Google

Mulai Android Studio 3.2 Canary 11, sumber untuk AAPT2 (Android Asset Packaging Tool 2) adalah repositori Maven Google.

Untuk menggunakan AAPT2, pastikan Anda memiliki dependensi google() dalam file build.gradle, seperti ditunjukkan di sini:

  buildscript {
      repositories {
          google() // here
          jcenter()
      }
      dependencies {
          classpath 'com.android.tools.build:gradle:3.2.0-alpha12'
      }
  } allprojects {
      repositories {
          google() // and here
          jcenter()
  }

AAPT2 versi baru ini memperbaiki banyak masalah, termasuk penanganan karakter non-ASCII yang lebih baik di Windows.

Penghapusan konfigurasi sesuai permintaan

Preferensi Configure on demand telah dihapus dari Android Studio.

Android Studio tidak lagi meneruskan argumen --configure-on-demand ke Gradle.

ADB Connection Assistant

ADB Connection Assistant yang baru menyediakan petunjuk langkah demi langkah untuk membantu Anda menyiapkan dan menggunakan perangkat melalui koneksi Android Debug Bridge (ADB).

Untuk memulai asisten ini, pilih Tools > Connection Assistant.

ADB Connection Assistant menyediakan petunjuk, kontrol sesuai konteks, dan daftar perangkat yang terhubung dalam serangkaian halaman di panel Assistant.

Penyempurnaan emulator

Sekarang Anda dapat menyimpan dan memuat snapshot AVD (perangkat virtual Android) kapan saja di Android Emulator, sehingga Anda dapat mengembalikan perangkat emulasi ke kondisi yang diketahui untuk pengujian dengan cepat dan mudah. Saat mengedit AVD menggunakan AVD Manager, Anda dapat menentukan snapshot AVD yang akan dimuat saat AVD dimulai.

Sekarang kontrol untuk menyimpan, memuat, dan mengelola snapshot AVD tersedia dari tab Snapshot di jendela Extended controls pada emulator.

Lihat Catatan rilis Android Emulator 27.3.0 Canary untuk informasi selengkapnya.