Bergabunglah bersama kami di ⁠#Android11: The Beta Launch Show pada tanggal 3 Juni!

Developer game indie di Amerika Latin mencapai pertumbuhan berkelanjutan setelah meluncurkan aplikasi di Google Play

Dalam pengembangan aplikasi untuk platform seluler, ukuran bukan faktor penting. Perusahaan besar dan kecil berkompetisi di medan yang sama, dan sekarang Indie Corner di Google Play mendapatkan perhatian yang lebih besar dibandingkan di masa lalu. Sementara peluncuran game merupakan prestasi luar biasa, tidak zamannya lagi bagi developer untuk meluncurkan game lalu menelantarkannya karena beralih ke proyek berikutnya. Di bawah ini, kita akan melihat bagaimana developer Indie di Amerika Latin memanfaatkan insight pengguna untuk meningkatkan interaksi dan monetisasi.

Memanfaatkan masukan pengguna

Oktagon Games adalah studio pengembangan game yang berbasis di Brasil. Setelah mengidentifikasi banyak masalah melalui analisis seusai meluncurkan game teka-teki Pooks, tim mereka segera memeriksa bagian rating dan ulasan di Play Store. "Ulasan memberikan insight kualitatif yang bagus tentang game, yang membantu kami mengidentifikasi masalah yang mungkin luput dari analisis," kata Co-Founder & CEO Ronaldo Cruz. Untuk mendapatkan gambaran umum singkat tentang pendapat pengguna, tim memeriksa bagian ringkasan ulasan. Mereka juga mendapati bahwa respons aktif terhadap ulasan membantu meningkatkan skor bintang mereka dari 3,5 menjadi 4.

Mengoptimalkan pengalaman pengguna

Setelah game diluncurkan, sangatlah penting untuk memahami perilaku penggunanya. Dengan memanfaatkan layanan game Google Play, Tiny Bytes, penerbit Monkey Rope, dapat melihat beberapa KPI terkait durasi sesi, retensi, dan konversi untuk mengidentifikasi area pengalaman dalam game yang dapat ditingkatkan. Sebagai contoh, tim menemukan tingkat churn turun 5% di kalangan pengguna yang menyelesaikan tutorial game. Berdasarkan insight ini, tim mengidentifikasi titik-titik churn di sepanjang game dan mengubah bonus dalam game agar bisa diraih lebih awal untuk menyemangati pemain agar menyelesaikan tutorial. Hal ini menghasilkan retensi keseluruhan yang lebih tinggi. Tim juga menggunakan checkpoint di sepanjang game untuk menguji rasio pembayaran mata uang dalam game, model penetapan harga IAP, dan tingkat kesulitan alur game keseluruhan untuk menciptakan pengalaman pengguna yang optimal.

Mendiversifikasi aliran pendapatan

Setelah lebih memahami perilaku pengguna dalam game, developer Tower Crush memperkenalkan pembelian dalam aplikasi (IAP) untuk meningkatkan monetisasi, selain iklan dalam game yang sudah ada. "Tujuannya adalah menciptakan aliran pendapatan yang akan menjadikan game ini menguntungkan dan berkelanjutan," ucap Cleverson Schmidt, Pendiri Impossible Apps. Untuk mewujudkan hal tersebut, tim menawarkan paket mata uang sebagai IAP yang dapat digunakan untuk mempercepat alur game dan mendapatkan senjata baru serta upgrade senjata. Cara ini meningkatkan interaksi pengguna karena menawarkan penyesuaian pemain yang lebih menyeluruh. Pada saat yang sama, tim menguji sejumlah titik harga berbeda mulai dari $0,99 hingga $49,99 dan terkejut mendapati minat yang ada pada semua level. Sekarang, IAP mendorong lebih dari 60% pendapatan Tower Crush.

Seiring pertumbuhan game seluler yang terus meningkat, terjadi pergeseran penekanan yang cepat dari akuisisi ke peningkatan interaksi dan retensi. Dengan akses yang lebih baik ke masukan dan analisis perilaku yang luar biasa, developer menghadapi kebutuhan yang semakin besar untuk menemukan makna dalam data mereka. Tiga developer indie yang dibahas di atas berhasil memperoleh insight pengguna yang sangat berharga untuk membantu mereka membangun bisnis yang sukses.

Memulai

Pelajari lebih lanjut tentang layanan game Google Play dan banyak fitur serta analisis hebat yang ditawarkan di Konsol Google Play.