Menguji aksesibilitas aplikasi

Pengujian aksesibilitas memungkinkan Anda merasakan pengalaman menggunakan aplikasi dari perspektif pengguna dan menemukan masalah kegunaan yang mungkin terlewatkan. Pengujian aksesibilitas dapat mengungkap peluang untuk menjadikan aplikasi Anda lebih andal dan serbaguna bagi semua pengguna, termasuk yang menyandang disabilitas.

Untuk hasil terbaik, gunakan semua pendekatan yang dijelaskan dalam dokumen ini:

  • Pengujian manual: Lakukan interaksi dengan aplikasi Anda menggunakan layanan aksesibilitas Android.
  • Menguji dengan alat analisis: Gunakan alat untuk menemukan peluang meningkatkan aksesibilitas aplikasi Anda.
  • Pengujian otomatis: Aktifkan pengujian aksesibilitas di Espresso dan
  • Pengujian pengguna: Dapatkan masukan dari orang sungguhan yang berinteraksi dengan aplikasi Anda.

Pengujian manual

Pengujian manual menempatkan Anda di posisi pengguna. Objek AccessibilityService Android mengubah cara konten aplikasi ditampilkan kepada pengguna dan cara pengguna berinteraksi dengan konten tersebut. Melalui interaksi dengan aplikasi menggunakan layanan aksesibilitas, Anda dapat merasakan pengalaman menggunakan aplikasi sebagaimana yang dirasakan pengguna.

TalkBack

TalkBack adalah pembaca layar bawaan Android. Saat TalkBack aktif, pengguna dapat berinteraksi dengan perangkat Android mereka tanpa melihat layar. Pengguna dengan gangguan penglihatan dapat mengandalkan TalkBack untuk menggunakan aplikasi Anda.

Mengaktifkan TalkBack

  1. Di perangkat, buka aplikasi Setelan.
  2. Buka Aksesibilitas, lalu pilih TalkBack.
  3. Di bagian atas layar TalkBack, tekan Aktif/Nonaktif untuk mengaktifkan TalkBack.
  4. Pada dialog konfirmasi, pilih Oke untuk mengonfirmasi izin.

Menjelajahi aplikasi Anda dengan TalkBack

Setelah TalkBack aktif, ada dua cara umum untuk menjelajahinya:

  • Navigasi linier: Geser ke kanan atau ke kiri dengan cepat untuk menavigasi seluruh elemen layar secara berurutan. Ketuk dua kali di mana saja untuk memilih.
  • Klik untuk info: Tarik jari Anda di atas layar untuk mendengar konten di bawah jari Anda. Ketuk dua kali di mana saja untuk memilih.

Untuk menjelajahi aplikasi Anda dengan TalkBack, selesaikan langkah-langkah berikut:

  1. Buka aplikasi.
  2. Geser setiap elemen secara berurutan.
  3. Sambil menjelajah, temukan masalah berikut:

    • Apakah masukan lisan untuk setiap elemen menyampaikan konten atau tujuannya secara tepat? (Pelajari cara menulis label yang bermakna.)
    • Apakah pengumuman ringkas, atau terlalu panjang?
    • Apakah Anda dapat menyelesaikan alur kerja utama dengan mudah?
    • Apakah Anda dapat menjangkau setiap elemen dengan menggeser?
    • Jika notifikasi atau pesan sementara lainnya ditampilkan, apakah dibacakan dengan keras?

Untuk informasi selengkapnya dan tips, lihat Dokumentasi pengguna TalkBack.

Opsional: Setelan developer TalkBack

Setelan developer TalkBack dapat mempermudah Anda menguji aplikasi dengan TalkBack.

Untuk melihat atau mengubah setelan developer, selesaikan langkah-langkah berikut:

  1. Di perangkat, buka aplikasi Setelan.
  2. Buka Aksesibilitas, lalu pilih TalkBack.
  3. Pilih Setelan > Setelan developer:

    1. Tingkat keluaran log: Pilih VERBOSE.
    2. Tampilkan keluaran ucapan: Aktifkan setelan ini untuk melihat keluaran ucapan TalkBack di layar.

Switch Access

Switch Access memungkinkan pengguna berinteraksi dengan perangkat Android menggunakan tombol akses, bukan layar sentuh. Ada beberapa jenis tombol akses: perangkat teknologi pendukung seperti yang dijual oleh AbleNet, Enabling Devices, RJ Cooper, atau Tecla*; tombol keyboard eksternal; atau tombol. Layanan ini dapat bermanfaat bagi pengguna yang mengalami gangguan motorik.

* Google tidak mendukung perusahaan ini atau produknya.

Mengaktifkan Switch Access

Cara mudah untuk mengonfigurasi Switch Access adalah dengan dua tombol akses. Tombol akses pertama ditetapkan sebagai tombol "Berikutnya" yang memindahkan fokus ke seluruh layar, sedangkan tombol akses kedua ditetapkan sebagai tombol "Pilih" untuk memilih elemen yang difokuskan. Untuk menggunakan metode dua tombol ini, Anda dapat menggunakan sepasang tombol hardware.

Catatan: Pengalaman Anda dengan Switch Access dapat bervariasi, bergantung pada alat dan software yang Anda gunakan:

  • Jika Anda menggunakan tombol akses eksternal, seperti keyboard, diperlukan langkah penyiapan tambahan. Misalnya, Anda perlu mengaktifkan ulang keyboard virtual. Untuk informasi selengkapnya, lihat Dokumentasi pengguna Switch Access.
  • Jika Anda menggunakan TalkBack 5.1 atau yang lebih baru, wizard penyiapan tersedia untuk mengonfigurasi Switch Access. Untuk menggunakan wizard ini sebagai pengganti langkah-langkah di bawah, buka Setelan > Aksesibilitas > Switch Access > Setelan > Buka penyiapan Switch Access.

Untuk menyiapkan Switch Access menggunakan tombol kecilkan volume sebagai tombol akses "Berikutnya" dan tombol naikkan volume sebagai tombol akses "Pilih", selesaikan langkah-langkah berikut:

  1. Pastikan TalkBack dinonaktifkan.
  2. Di perangkat, buka aplikasi Setelan.
  3. Buka Aksesibilitas dan pilih Switch Access, lalu pilih Setelan.
  4. Di layar Preferensi Switch Access, Pastikan Pemindaian otomatis dinonaktifkan.
  5. Menggunakan tombol kecilkan volume sebagai tombol akses "Berikutnya":

    1. Sentuh Tetapkan Tombol untuk Pemindaian > Berikutnya.
    2. Saat dialog terbuka, tekan tombol kecilkan volume. Dialog ini menampilkan KEYCODE_VOLUME_DOWN.
    3. Sentuh Oke untuk mengonfirmasi dan keluar dari dialog.
  6. Menggunakan tombol naikkan volume sebagai tombol akses "Pilih":

    1. Sentuh Pilih.
    2. Saat dialog terbuka, tekan tombol naikkan volume. Dialog ini menampilkan KEYCODE_VOLUME_UP.
    3. Sentuh Oke untuk mengonfirmasi dan keluar dari dialog.
  7. Untuk kembali ke Preferensi Switch Access, tekan tombol kembali.

  8. Opsional: Jika menggunakan TalkBack 5.1 atau yang lebih baru, Anda dapat memilih Masukan lisan untuk mengaktifkan masukan lisan.

  9. Untuk kembali ke layar utama Switch Access, tekan tombol kembali.

  10. Di bagian atas layar Switch Access, tekan Aktif/Nonaktif untuk mengaktifkan Switch Access.

  11. Pada dialog konfirmasi, pilih Oke untuk mengonfirmasi izin.

Menjelajahi aplikasi menggunakan Switch Access

Untuk menjelajahi aplikasi dengan Switch Access, lakukan langkah-langkah berikut:

  1. Buka aplikasi.
  2. Untuk memulai pemindaian, tekan tombol "Berikutnya" (kecilkan volume).
  3. Terus tekan "Berikutnya" hingga Anda mencapai item yang ingin dipilih.
  4. Untuk memilih item yang disorot, tekan tombol "Pilih" (naikkan volume).
  5. Sambil menjelajah, temukan masalah berikut:

    • Apakah Anda dapat menyelesaikan alur kerja utama dengan mudah?
    • Jika Anda menggunakan teks atau input lain, dapatkah Anda menambahkan dan mengedit konten dengan mudah?
    • Apakah item hanya disorot jika Anda dapat melakukan tindakan pada item tersebut?
    • Apakah setiap item hanya disorot sekali?
    • Apakah semua fungsionalitas yang tersedia melalui gestur layar sentuh juga tersedia sebagai kontrol yang dapat dipilih atau tindakan kustom dalam Switch Access?
    • Jika Anda menggunakan TalkBack 5.1 atau yang lebih baru, dan telah mengaktifkan masukan lisan, apakah masukan lisan untuk setiap elemen menyampaikan konten atau tujuannya dengan tepat? (Pelajari cara menulis label yang bermakna.)

Opsional: Menggunakan pemilihan grup untuk melihat semua item yang dapat dipindai

Pemilihan grup adalah metode navigasi Switch Access yang memungkinkan Anda melihat semua item yang dapat dipindai sekaligus. Opsi ini memungkinkan Anda melakukan pemeriksaan cepat untuk melihat apakah elemen yang disorot di layar sudah benar.

Untuk mengaktifkan pemilihan grup, selesaikan langkah-langkah berikut:

  1. Di perangkat, buka aplikasi Setelan.
  2. Buka Aksesibilitas dan pilihSwitch Access, lalu pilih Setelan.
  3. Di layar Preferensi Switch Access, Pastikan Pemindaian otomatis dinonaktifkan.
  4. Pilih Metode pemindaian > Pemilihan grup.
  5. Sentuh Tetapkan tombol untuk pemindaian.
  6. Pastikan teks di Tombol pemilihan grup 1 dan Tombol pemilihan grup 2 menunjukkan bahwa tombol akses ditetapkan ke masing-masing tombol. Jika Anda telah mengikuti langkah-langkah untuk mengaktifkan Switch Access, tombol volume tentu sudah ditetapkan.

Untuk menjelajahi aplikasi dengan Switch Access menggunakan pemilihan grup, selesaikan langkah-langkah berikut:

  1. Tekan tombol "Pilih" (naikkan volume) untuk menyorot semua item yang dapat ditindaklanjuti di layar saat ini. Temukan masalah berikut:

    • Apakah hanya item yang dapat ditindaklanjuti yang disorot?
    • Apakah semua item yang dapat ditindaklanjuti disorot?
    • Apakah kepadatan item yang disorot sudah tepat?
  2. Buka layar lain untuk menghapus sorotan.

Untuk mempelajari lebih lanjut cara menjelajahi aplikasi dengan pemilihan grup, lihat Tips menggunakan Switch Access.

Layanan lainnya

Android menyediakan beberapa alat tambahan untuk menguji aksesibilitas aplikasi Anda.

BrailleBack

Google BrailleBack adalah aplikasi yang memungkinkan pengguna menghubungkan tampilan Braille yang dapat dimuat ulang ke perangkat Android melalui Bluetooth. BrailleBack berfungsi dengan TalkBack untuk memberikan gabungan pengalaman Braille dan ucapan.

Untuk menguji aplikasi dengan tampilan Braille, pelajari cara menginstal dan mengaktifkan BrailleBack.

Untuk melihat braille (dan terjemahan ASCII) yang akan dirender BrailleBack, tanpa menghubungkan layar Braille, Anda dapat menggunakan opsi overlay di setelan BrailleBack:

  1. Di perangkat, buka aplikasi Setelan.
  2. Buka Aksesibilitas, lalu pilih BrailleBack.
  3. Pilih Setelan > Opsi developer > Keluaran Braille tampil di layar.

Voice Access

Voice Access memungkinkan pengguna mengontrol perangkat Android melalui perintah lisan. Voice Access tersedia di perangkat yang menjalankan Android 5.0 (API level 21) dan yang lebih tinggi. Untuk menguji aplikasi Anda dengan Voice Access, pelajari cara memulai Voice Access.

Alat analisis

Pengujian dengan alat analisis dapat menemukan peluang penyempurnaan aksesibilitas yang mungkin terlewat dengan pengujian manual.

Accessibility Scanner

Aplikasi Accessibility Scanner memindai layar dan memberikan saran untuk meningkatkan aksesibilitas aplikasi Anda. Accessibility Scanner menggunakan Framework Pengujian Aksesibilitas dan memberikan saran spesifik setelah melihat label konten, item yang dapat diklik, kontras, dan sebagainya.

Pelajari lebih lanjut:

Laporan pra-peluncuran di Google Play

Jika mendistribusikan aplikasi di Google Play, Anda memiliki akses ke laporan pra-peluncuran untuk aplikasi Anda. Google Play membuat laporan ini segera setelah Anda mengupload aplikasi ke saluran rilis menggunakan Konsol Google Play. Laporan pra-peluncuran, yang juga tersedia di Konsol Google Play, menampilkan hasil pengujian yang dijalankan Google Play atas aplikasi Anda.

Secara khusus, Google Play menjalankan pengujian aksesibilitas menggunakan Framework Pengujian Aksesibilitas. Hasil pengujian ini muncul dalam tabel di tab Aksesibilitas pada laporan pra-peluncuran aplikasi Anda.

Tabel ini mengatur peluang penyempurnaan ke dalam kategori berikut:

Ukuran target sentuh
Elemen interaktif dalam aplikasi Anda yang memiliki area yang dapat difokus, atau ukuran target sentuh, yang lebih kecil daripada yang direkomendasikan.
Kontras rendah
Situasi ketika pasangan warna yang digunakan untuk elemen teks dan latar belakang di balik elemen tersebut memiliki rasio kontras warna lebih rendah daripada yang direkomendasikan.
Pelabelan konten
Elemen UI yang tidak memiliki label yang menjelaskan tujuan elemen tertentu.
Implementasi
Atribut yang ditetapkan ke elemen UI yang mempersulit layanan aksesibilitas sistem untuk menafsirkan elemen dengan benar. Contohnya mencakup penentuan deskripsi untuk label View yang dapat diedit dan penggunaan elemen urutan traversal yang tidak cocok dengan susunan logis elemen.

Berdasarkan tabel, laporan pra-peluncuran menunjukkan ringkasan aplikasi Anda. Ringkasan ini menunjukkan peluang teratas untuk menyempurnakan aksesibilitas aplikasi Anda di setiap kategori. Dengan memilih sebuah screenshot, Anda dapat melihat detail selengkapnya, termasuk penyempurnaan yang disarankan dan daftar lengkap area dalam aplikasi Anda di mana penyempurnaan yang sama dapat diterapkan.

Gambar 1 menunjukkan contoh tabel yang muncul di tab Aksesibilitas laporan pra-peluncuran di Google Play. Gambar ini juga mencakup salah satu ringkasan aplikasi, yang menunjukkan bahwa tombol Berikutnya memiliki ukuran target sentuh lebih kecil daripada yang direkomendasikan.

Screenshot bagian laporan pra-peluncuran
Gambar 1. Contoh tabel ringkasan (kiri) dan screenshot (kanan) dari tab Aksesibilitas dalam laporan pra-peluncuran

UI Automator Viewer

Alat uiautomatorviewer menyediakan GUI yang mudah digunakan untuk memindai dan menganalisis komponen UI yang sedang ditampilkan di perangkat Android. Anda dapat menggunakan UI Automator untuk memeriksa hierarki tata letak dan menampilkan properti komponen UI yang terlihat di latar depan perangkat. Informasi ini memungkinkan Anda membuat pengujian yang lebih mendetail, misalnya dengan membuat pemilih UI yang cocok dengan properti terlihat tertentu. Alat ini berada di direktori tools Android SDK.

Dalam pengujian aksesibilitas, alat ini berguna untuk men-debug masalah yang ditemukan melalui metode pengujian lainnya. Misalnya, jika pengujian manual menghasilkan tampilan yang tidak memiliki teks lisan, padahal semestinya ada, atau tampilan yang menerima fokus, padahal semestinya tidak, Anda dapat menggunakan alat ini untuk membantu menemukan sumber bug.

Untuk mempelajari UI Automator Viewer lebih lanjut, lihat Menguji UI untuk beberapa aplikasi.

Lint

Android Studio menampilkan peringatan lint untuk berbagai masalah aksesibilitas dan menyediakan link ke tempat-tempat dalam kode sumber yang berisi masalah ini. Dalam contoh berikut, gambar tidak memiliki atribut contentDescription. Deskripsi konten yang hilang menghasilkan pesan berikut:

    [Accessibility] Missing 'contentDescription' attribute on image
    

Gambar 2 menunjukkan contoh tampilan pesan ini di Android Studio:

Screenshot pesan
Gambar 2. Pesan di Android Studio yang menunjukkan atribut contentDescription yang hilang

Jika pengguna layanan aksesibilitas, seperti pembaca layar, menemukan gambar ini dalam aplikasi itu sendiri, mereka tidak akan dapat memahami arti gambar tersebut.

Pengujian otomatis

Platform Android mendukung beberapa framework pengujian, termasuk Espresso dan Robolectric, yang masing-masing memungkinkan Anda membuat dan menjalankan pengujian otomatis yang mengevaluasi aksesibilitas aplikasi Anda.

Untuk melihat video ringkasan pengujian aksesibilitas dengan Espresso dan Robolectric, tonton video berikut dari menit 31:54 sampai 34:19: Inclusive design and testing: Making your app more accessible - Google I/O 2016.

Espresso

Espresso adalah library pengujian Android yang didesain untuk menjadikan pengujian UI cepat dan mudah. Espresso memungkinkan Anda berinteraksi dengan komponen UI yang diuji dalam aplikasi Anda dan menegaskan bahwa perilaku tertentu terjadi atau kondisi tertentu terpenuhi.

Mengaktifkan pemeriksaan

Anda dapat mengaktifkan dan mengonfigurasi pengujian aksesibilitas melalui pemeriksaan AccessibilityChecks:

Kotlin

    AccessibilityChecks.enable()
    

Java

    AccessibilityChecks.enable();
    

Secara default, pemeriksaan berjalan saat Anda melakukan tindakan view apa pun yang ditentukan dalam ViewActions. Pemeriksaan ini mencakup view tempat tindakan dilakukan dan juga semua view turunannya. Anda dapat memeriksa seluruh hierarki view sebuah layar menggunakan kode berikut:

Kotlin

    AccessibilityChecks.enable().setRunChecksFromRootView(true)
    

Java

    AccessibilityChecks.enable().setRunChecksFromRootView(true);
    

Untuk contoh kode lainnya, lihat pengujian demonstratif ini.

Menyembunyikan masalah umum

Saat mengaktifkan pemeriksaan pertama kali, Anda mungkin menemukan sejumlah masalah yang tidak bisa segera Anda tangani. Anda dapat menyembunyikan kegagalan pengujian yang diakibatkan oleh masalah ini dengan menetapkan matcher untuk hasil yang ingin Anda sembunyikan. Untuk melakukannya, dapatkan objek AccessibilityValidatordengan memanggil metode enable() dari class AccessibilityChecks, lalu gunakan metode setSuppressingResultMatcher() dari objek AccessibilityValidator yang ditampilkan untuk mengonfigurasi matcher penyembunyi.

Dalam contoh berikut, semua masalah yang terkait dengan ukuran target sentuh di objek View dengan ID resource "overflow" akan disembunyikan:

Kotlin

    val validator: AccessibilityValidator = AccessibilityChecks.enable().apply {
        setSuppressingResultMatcher(
                allOf(
                        matchesCheckNames(`is`("TouchTargetSizeViewCheck")),
                        matchesViews(withId(R.id.my_overflow))
                )
        )
    }
    

Java

    AccessibilityValidator validator = AccessibilityChecks.enable();
    Matcher<AccessibilityViewCheckResult> myMatcher =
            allOf(
                    matchesCheckNames(is("TouchTargetSizeViewCheck")),
                    matchesViews(withId(R.id.my_overflow)));
    validator.setSuppressingResultMatcher(myMatcher);
    

Robolectric

Robolectric adalah library pengujian Android open source yang memungkinkan Anda menguji kode Android sebenarnya di JVM, tanpa perlu memulai emulator. Pelajari cara memulai Robolectric.

Menyembunyikan masalah umum

Saat pertama kali mengaktifkan pemeriksaan dengan Robolectric, Anda mungkin menemukan sejumlah masalah yang tidak bisa segera Anda tangani. Anda dapat menyembunyikan error ini dengan menyetel matcher untuk hasil yang ingin disembunyikan. Untuk informasi selengkapnya, lihat dokumentasi untuk metode setSuppressingResultMatcher() dari class AccessibilityUtil yang tersedia di Robolectric.

Pengujian pengguna

Bersama dengan metode pengujian lainnya dalam panduan ini, pengujian pengguna dapat memberikan insight yang spesifik dan berharga tentang kegunaan aplikasi Anda.

Untuk menemukan pengguna yang dapat menguji aplikasi Anda, gunakan metode seperti berikut:

  1. Menghubungi organisasi, perguruan tinggi, atau universitas setempat yang menyediakan pelatihan untuk penyandang disabilitas.
  2. Bertanya kepada lingkaran sosial Anda. Mungkin ada penyandang disabilitas yang bersedia membantu.
  3. Bertanya kepada layanan pengujian pengguna (seperti usertesting.com) apakah mereka dapat menguji aplikasi Anda dan menyertakan penyandang disabilitas.
  4. Bergabung dengan forum aksesibilitas, seperti Accessibility atau Eyes-free, dan meminta relawan untuk mencoba aplikasi Anda.

Untuk tips lainnya, tonton bagian pengujian pengguna dari menit 31:10 sampai 44:51 video ini: Behind the scenes: What's new in Android accessibility - Google I/O 2016.