Save the date! Android Dev Summit is coming to Sunnyvale, CA on Oct 23-24, 2019.

Android Lollipop

Selamat datang di Android 5.0 Lollipop—rilis terbesar dan paling ambisius untuk Android dari semua yang pernah ada!

Rilis ini dibekali dengan berbagai fitur baru bagi pengguna dan ribuan API baru bagi developer. Rilis ini memperluas Android lebih jauh, dari ponsel, tablet, dan perangkat yang dapat dikenakan, hingga TV dan mobil.

Untuk melihat API developer baru lebih dekat lagi, lihat Ringkasan Android 5.0 API. Atau, baca selengkapnya tentang Android 5.0 untuk konsumen di www.android.com.

Catatan: Pembaruan Android 5.1 Lollipop MR1 tersedia bersama fitur tambahan dan perbaikan. Untuk informasi selengkapnya, lihat Ringkasan Android 5.1 API.

Desain material

Android 5.0 menghadirkan Desain material ke Android dan memberi Anda toolkit UI yang telah diperluas agar mudah mengintegrasikan pola desain baru dalam aplikasi.

Tampilan 3D yang baru memungkinkan Anda menyetel z-level untuk menaikkan elemen hierarki tampilan dan membentuk bayangan realtime, meskipun saat bergerak.

Transisi aktivitas bawaan membawa pengguna dari satu status ke status lain secara mudah dengan gerakan animasi yang indah. Tema material menambahkan transisi bagi aktivitas Anda, termasuk kemampuan menggunakan elemen visual bersama di seluruh aktivitas.

Untuk memutar ulang film, klik layar perangkat

Animasi riak tersedia untuk tombol, kotak centang, dan kontrol sentuh lain dalam aplikasi Anda.

Anda juga bisa mendefinisikan sumber daya dapat digambar yang berupa vektor dalam XML dan menganimasikannya dalam berbagai cara. Sumber daya dapat digambar yang berupa vektor bisa diubah skalanya tanpa kehilangan definisi, sehingga cocok untuk ikon satu-warna dalam-aplikasi.

Thread pemrosesan baru yang dikelola oleh sistem yang disebut RenderThread menjaga animasi tetap mulus meskipun ada penundaan dalam thread UI utama.

Fokus kinerja

Android 5.0 menyediakan pengalaman berkomputer yang lebih cepat, lebih mulus, dan lebih andal.

Android kini berjalan secara eksklusif pada waktu proses ART baru, yang dibangun dari nol untuk mendukung paduan mendahului-waktu (AOT), tepat waktu (JIT), dan kode yang diinterpretasikan. Ini didukung pada arsitektur ARM, x86, dan MIPS serta kompatibel sepenuhnya dengan 64-bit.

ART meningkatkan kinerja dan daya respons aplikasi. Pengumpulan sampah yang efisien mengurangi jumlah dan durasi jeda untuk kejadian GC, yang sangat cocok dengan jendela v-sync sehingga aplikasi Anda tidak melewatkan bingkai. ART juga secara dinamis memindahkan memori untuk mengoptimalkan kinerja penggunaan latar depan.

Android 5.0 memperkenalkan dukungan platform untuk arsitektur 64-bit—yang digunakan oleh NVIDIA Tegra K1 di Nexus 9. Optimalisasi menyediakan ruang alamat yang lebih besar dan peningkatan kinerja untuk beban kerja komputasi tertentu. Aplikasi yang ditulis dalam bahasa Java dijalankan sebagai aplikasi 64-bit secara otomatis—tidak perlu modifikasi. Jika aplikasi Anda menggunakan kode asli, kami telah memperluas NDK guna mendukung ABI baru untuk ARM v8, x86-64, dan MIPS-64.

Dengan melanjutkan fokus pada kinerja yang lebih lancar, Android 5.0 menawarkan sinkronisasi A/V yang ditingkatkan. Dilengkapi saluran audio dan grafik agar stempel waktu lebih akurat, sehingga memungkinkan aplikasi video dan game menampilkan materi dengan lancar dan sinkron.

Notifikasi

Notifikasi di Android 5.0 lebih terlihat, bisa diakses, dan bisa dikonfigurasi.

Beragam detail notifikasi dapat muncul di layar kunci jika diinginkan oleh pengguna. Pengguna bisa memilih untuk menampilkan semua, sebagian, atau tanpa materi notifikasi di layar kunci yang aman.

Peringatan notifikasi utama seperti panggilan masuk muncul dalam notifikasi pendahuluan—berupa jendela mengambang dan memungkinkan pengguna merespons atau menutupnya tanpa meninggalkan aplikasi saat ini.

Sekarang Anda bisa menambahkan metadata baru ke notifikasi untuk mengumpulkan kontak terkait (untuk peringkat), kategori, dan prioritas.

Template notifikasi media baru menyediakan kontrol media yang konsisten untuk notifikasi dengan hingga 6 tombol tindakan, termasuk kontrol khusus seperti "jempol ke atas"—tidak perlu lagi RemoteViews!

Aplikasi Anda di layar TV

Android TV menyediakan platform TV lengkap untuk pengalaman layar TV bagi aplikasi Anda. Android TV memberikan pengalaman layar beranda yang disederhanakan untuk memungkinkan pengguna menemukan materi secara mudah dengan saran yang dipersonalisasi dan pencarian menggunakan suara.

Dengan Android TV sekarang Anda bisa menciptakan pengalaman besar dan elegan bagi aplikasi atau materi game serta mendukung interaksi dengan pengontrol game dan perangkat masukan lainnya. Untuk membantu Anda membangun UI sinematik 3 meter bagi televisi, Android menyediakan kerangka kerja UI leanback dalam pustaka dukungan v17.

Android TV Input Framework (TIF) memungkinkan aplikasi TV menangani aliran video dari banyak sumber seperti masukan HDMI, TV-tuner, dan penerima IPTV. Juga memungkinkan pencarian TV langsung dan saran lewat metadata yang dipublikasikan oleh Masukan TV dan menyertakan HDMI-CEC Control Service untuk menangani beberapa perangkat dengan satu pengontrol jarak jauh.

TV Input Framework menyediakan akses ke berbagai macam sumber masukan TV langsung dan menyatukannya dalam antarmuka pengguna tunggal agar pengguna bisa menjelajahi, melihat, dan menikmati materi. Membangun layanan masukan TV bagi materi Anda bisa membantu materi menjadi lebih mudah diakses pada perangkat TV.

Aplikasi berorientasi dokumen

Kejadian terbaru berorientasi dokumen.

Android 5.0 memperkenalkan ruang Overview yang telah didesain ulang (sebelumnya disebut Recents) yang lebih serba guna dan bermanfaat untuk multitasking.

API baru memungkinkan Anda menampilkan aktivitas terpisah dalam aplikasi sebagai dokumen terpisah bersama layar terbaru lainnya.

Anda bisa memanfaatkan beberapa dokumen sekaligus untuk menyediakan akses instan ke materi atau layanan lainnya kepada pengguna. Misalnya, Anda bisa menggunakan beberapa dokumen sekaligus untuk menyatakan file dalam aplikasi produktivitas, adu pemain dalam game, atau chat dalam aplikasi perpesanan.

Konektivitas canggih

Android 5.0 menambahkan API baru yang memungkinkan aplikasi melakukan beberapa operasi sekaligus dengan Bluetooth Low Energy (BLE), yang memungkinkan pemindaian (mode sentral) dan pengiklanan (mode periferal).

Fitur multi-jaringan memungkinkan aplikasi mendeteksi jaringan yang tersedia untuk mengetahui fitur yang tersedia, misalnya apakah berupa Wi-Fi, seluler, berkuota, atau menyediakan fitur jaringan tertentu. Kemudian aplikasi bisa meminta koneksi dan merespons hilangnya konektivitas atau perubahan jaringan lainnya.

NFC API sekarang memungkinkan aplikasi mendaftarkan ID aplikasi NFC (AID) secara dinamis. Juga bisa menyetel layanan emulasi kartu yang disukai per layanan aktif dan membuat rekaman NDEF berisi data teks UTF-8.

Grafik berkinerja tinggi

Dukungan untuk Khronos OpenGL ES 3.1 sekarang menyediakan kemampuan grafik 2D dan 3D kinerja tertinggi di game dan aplikasi pada perangkat yang didukung.

Rival Knights dari Gameloft menggunakan ASTC (Adaptive Scalable Texture Compression) dari AEP dan Compute Shaders dari ES 3.1 untuk membuat efek HDR (High Dynamic Range) Bloom dan memberikan grafik lebih detail.

OpenGL ES 3.1 menambahkan perhitungan shader, tekstur stensil, efek visual dipercepat, kompresi tekstur ETC2/EAC berkualitas tinggi, rendering tekstur canggih, ukuran tekstur terstandardisasi, dan format render-buffer, dan lainnya.

Android 5.0 juga memperkenalkan Android Extension Pack (AEP), seperangkat ekstensi OpenGL ES yang memberi Anda akses ke berbagai fitur seperti tessellation-shader, geometry-shader, kompresi tekstur ASTC, interpolasi per-sampel dan shading, serta kemampuan rendering canggih lainnya. Dengan AEP Anda bisa menghasilkan grafik berkinerja tinggi di berbagai jenis GPU.

Audio yang lebih andal

Desain perekaman audio baru menawarkan masukan audio rendah-latensi. Desain baru menyertakan: thread perekaman cepat yang tidak pernah memblokir kecuali selama pembacaan; klien penangkapan lagu cepat pada laju sampel asli, jumlah saluran, dan kedalaman bit; serta klien perekaman normal yang menawarkan penyampelan ulang, campuran saluran naik/turun, dan kedalaman bit naik/turun.

Pencampuran aliran audio multi-saluran memungkinkan aplikasi audio profesional mencampur hingga delapan saluran termasuk saluran 5.1 dan 7.1.

Aplikasi bisa mengekspos materi media dan menjelajahi media dari aplikasi lain, kemudian meminta pemutaran. Materi diekspos melalui antarmuka yang bisa dikueri dan tidak perlu berada di perangkat.

Aplikasi memiliki kontrol detail yang lebih halus atas sintesis teks-ke-suara melalui profil suara yang dikaitkan dengan lokal setempat, kualitas, dan peringkat rating latensi. API baru juga meningkatkan dukungan untuk pemeriksaan kesalahan sintesis, sintesis jaringan, penemuan bahasa, dan fallback jaringan.

Android kini menyertakan dukungan untuk perangkat tambahan audio USB standar, sehingga pengguna bisa menghubungkan headset USB, speaker, mikrofon, atau periferal digital berkinerja tinggi lainnya. Android 5.0 juga menambahkan dukungan untuk codec audio Opus.

MediaSession API baru untuk mengontrol pemutaran media sekarang memudahkan penyediaan kontrol media yang konsisten di seluruh layar dan pengontrol lainnya.

Kamera & video yang disempurnakan

Android 5.0 memperkenalkan API kamera serba baru yang memungkinkan Anda merekam format mentah seperti YUV dan Bayer RAW, serta mengontrol parameter seperti waktu eksposur, sensitivitas ISO, dan durasi bingkai berbasis per-bingkai. Saluran baru kamera yang sepenuhnya disinkronkan memungkinkan Anda merekam gambar YUV resolusi penuh yang tidak dikompresi pada 30 FPS di perangkat yang didukung.

Selain memberikan kontrol lebih besar pada perekaman gambar, API yang baru juga mengekspos detail informasi tentang properti dan kemampuan kamera serta menyediakan metadata yang menjelaskan setelan rekaman dari setiap bingkai.

Aplikasi yang mengirim aliran video lewat jaringan sekarang bisa memanfaatkan High Efficiency Video Coding (HEVC) H.265 untuk enkode dan decoding data video yang dioptimalkan.

Android 5.0 juga menambahkan dukungan untuk multimedia tunneling untuk menyediakan pengalaman terbaik bagi materi definisi ultratinggi (4K) dan kemampuan memutar data audio dan video yang dikompresi bersama-sama.

Android di tempat kerja

Pengguna memiliki tampilan terpadu atas aplikasi pribadi dan pekerjaan mereka, yang diberi lencana agar mudah dikenali.

Untuk mengaktifkan bawa-perangkat-Anda-sendiri bagi lingkungan perusahaan, proses penyediaan terkelola yang baru menciptakan profil kerja yang aman pada perangkat. Dalam peluncur, aplikasi ditampilkan bersama lencana Work untuk menunjukkan bahwa aplikasi dan datanya dikelola dalam profil pekerjaan oleh administrator TI.

Notifikasi untuk profil pribadi maupun pekerjaan terlihat dalam tampilan terpadu. Data untuk setiap profil selalu dipisahkan dan diamankan satu sama lain, termasuk bila aplikasi yang sama digunakan oleh kedua profil.

Untuk perangkat yang dimiliki perusahaan, administrator TI bisa memulai dengan perangkat baru dan mengonfigurasinya dengan pemilik perangkat. Perusahaan bisa mengeluarkan perangkat ini bersama aplikasi pemilik perangkat sudah terpasang, yang bisa mengonfigurasi setelan perangkat global.

Merekam dan berbagi layar

Android 5.0 memungkinkan Anda menambahkan kemampuan merekam dan berbagi layar ke aplikasi.

Dengan seizin pengguna, Anda bisa merekam video non-aman dari tampilan dan mengirimkannya lewat jaringan jika memilihnya.

Sensor tipe baru

Di Android 5.0, sensor pendeteksi kemiringan baru membantu meningkatkan pengenalan aktivitas pada perangkat yang didukung, dan sensor kecepatan detak jantung melaporkan kecepatan detak jantung orang yang menyentuh perangkat.

Sensor komposit interaksi yang baru sekarang tersedia untuk mendeteksi interaksi khusus seperti isyarat membangunkan, isyarat mengangkat, dan isyarat mengintip.

Chromium WebView

Rilis awal Android 5.0 menyertakan versi Chromium untuk WebView berdasarkan rilis Chromium M37, yang menambahkan dukungan untuk WebRTC, WebAudio, dan WebGL.

Chromium M37 juga menyertakan dukungan asli untuk semua spesifikasi Komponen Web: Elemen Khusus, Shadow DOM, Impor HTML, dan Template. Ini artinya Anda bisa menggunakan Polymer dan elemen desain materialnya dalam WebView tanpa memerlukan polyfill.

Meskipun WebView berbasis Chromium sejak Android 4.4, layer Chromium sekarang bisa diperbarui dari Google Play.

Karena versi baru Chromium telah tersedia, pengguna bisa memperbarui dari Google Play untuk memastikan bahwa mereka memperoleh peningkatan terbaru dan perbaikan bug atas WebView, menyediakan API web terbaru, serta perbaikan bug untuk aplikasi yang menggunakan WebView pada Android 5.0 dan yang lebih tinggi.

Aksesibilitas & masukan

API aksesibilitas baru bisa mengambil informasi detail tentang properti jendela pada layar yang bisa berinteraksi dengan pengguna yang mampu melihat dan mendefinisikan standar atau tindakan masukan yang disesuaikan untuk elemen UI.

API baru Input Method Editor (IME) memungkinkan peralihan lebih cepat ke IME lain secara langsung dari metode masukan.

Alat untuk membangun aplikasi hemat baterai

API penjadwalan tugas yang baru memungkinkan Anda mengoptimalkan daya tahan baterai dengan menangguhkan tugas sistem untuk dijalankan pada waktu nanti atau dengan ketentuan yang ditetapkan, seperti saat perangkat diisi dayanya atau dihubungkan ke Wi-Fi.

Perintah dumpsys batterystats yang baru menghasilkan statistik penggunaan baterai yang bisa Anda gunakan untuk memahami penggunaan daya di sistem dan dampak aplikasi pada baterai perangkat. Anda bisa melihat riwayat kejadian daya, perkiraan penggunaan daya per UID dan komponen sistem, dan lainnya.

Battery Historian adalah alat baru untuk mengonversi statistik dari dumpsys batterystats ke dalam visualisasi untuk debug yang berkaitan dengan baterai. Anda bisa menemukannya di https://github.com/google/battery-historian.