Dukungan dan Catatan Rilis

Dua saluran dukungan utama tersedia untuk Anda saat melakukan pengembangan dan pengujian menggunakan Android Q Beta.

  • Laporkan bug di https://developer.android.com/preview/bug untuk bug khusus perangkat, sistem, dan Google App. Telusuri bug yang sudah ada dan cocok dengan masalah Anda sebelum mengajukan bug yang Anda temukan sendiri. Anda dapat menunjukkan bahwa Anda juga mengalami masalah dengan mengklik tombol bintang.
  • Untuk masalah di aplikasi lain, hubungi developer secara langsung.

Untuk membahas masalah atau ide dengan developer lain yang bekerja dengan Android Q Beta, bergabunglah dengan komunitas android_beta di Reddit.

Android Q Beta 5

Tanggal: Juli 2019
Build: QPP5.190530.014
Dukungan emulator: x86 (32/64-bit)
Level patch keamanan: Juli 2019
Layanan Google Play: 17.5.85
Perbedaan API:

Update Android Q Beta 5 mencakup API final dan API 29 SDK resmi untuk developer serta pengoptimalan terbaru dan perbaikan bug, yang cocok untuk pengembangan, pengujian, dan penggunaan umum. Harap perhatikan bahwa Android Q Beta 5 masih dalam pengembangan aktif, sehingga sistem dan aplikasi Android mungkin tidak berfungsi seperti yang diharapkan.

Seperti pada versi sebelumnya, Android Q mencakup perubahan perilaku untuk membantu meningkatkan performa, masa pakai baterai, keamanan, dan privasi. Pada beberapa kasus, perubahan ini dapat memengaruhi aplikasi sebelum diupdate agar mendukung Android Q, sehingga Anda mungkin akan mengalami masalah dari yang kecil hingga yang signifikan. Secara umum, sebagian besar aplikasi berfungsi seperti yang diharapkan, tetapi harap tinjau masalah umum yang tercantum di bawah ini untuk lebih memahami apa saja yang diharapkan dari Android Q Beta 5.

Anda dapat menginstal rilis ini di perangkat Pixel apa pun atau perangkat apa pun dari partner kami yang terdaftar sebagai pendukung Beta 5 di halaman perangkat Android Q Beta. Image sistem GSI Beta 5 terupdate juga tersedia untuk membantu Anda dalam pengujian. Jika Anda tidak memiliki perangkat fisik, Anda dapat menguji menggunakan emulator Android. Lihat Mendapatkan Android Q untuk mengetahui detail cara memulai Android Q Beta 5.

Saran umum

Harap perhatikan catatan umum tentang rilis ini:

  • Rilis ini mungkin memiliki berbagai masalah stabilitas, baterai, atau performa pada perangkat yang didukung.
  • Untuk pengguna yang memerlukan aksesibilitas, rilis ini mungkin tidak sesuai untuk penggunaan sehari-hari.
  • Beberapa aplikasi mungkin tidak berfungsi seperti yang diharapkan saat berjalan pada rilis ini. Termasuk aplikasi Google serta aplikasi lainnya.
  • Perangkat Android Q Beta bukanlah perangkat yang telah disetujui Compatibility Test Suite (CTS), tetapi telah lulus pengujian awal dan menyediakan sekumpulan API pra-rilis yang stabil untuk developer. Aplikasi yang bergantung pada build yang disetujui CTS mungkin tidak berfungsi seperti yang diharapkan pada Android Q Beta 5.
  • Untuk daftar perangkat yang dapat menjalankan Android Q beta, lihat halaman Perangkat Android Q Beta.

Masalah umum, Platform Android

Lokasi

  • Aplikasi dengan izin akses lokasi yang diaktifkan di Android Pie akan menerima izin akses lokasi "sepanjang waktu" saat diupgrade ke Q. Untuk menguji perilaku upgrade, aplikasi yang memiliki izin akses lokasi apa pun di Beta 4 atau yang lebih rendah juga akan diberikan izin akses lokasi "sepanjang waktu" saat perangkat di-upgrade ke Beta 5. Pengguna mungkin menerima notifikasi pengingat lokasi jika aplikasi ini mengakses lokasi mereka di latar belakang.
  • Jika sebelumnya telah menetapkan izin "selama digunakan" untuk beberapa aplikasi, pengguna harus menyetel lagi izin ini secara manual untuk aplikasi tersebut menggunakan petunjuk di bawah ini:
    • Buka Setelan > Lokasi > Izin aplikasi.
    • Lihat aplikasi di bagian "Diizinkan sepanjang waktu", dan cari aplikasi yang hanya memerlukan izin "selama digunakan".
    • Untuk setiap aplikasi yang terpengaruh, ketuk nama aplikasi, lalu ketuk "Izinkan hanya saat aplikasi digunakan".

Setelan

  • Dalam beberapa kasus, Setelan menampilkan teks "null" di hasil penelusuran.

WebView

  • Beberapa aplikasi WebView tidak berfungsi dengan benar.

Android Enterprise

  • Jika perangkat terkelola sepenuhnya yang telah disediakan di-tap terhadap tag NFC dengan parameter penyediaan yang valid, perangkat akan memicu alur penyediaan, bukan menampilkan notifikasi yang sudah disiapkan.

Masalah umum, Google app

Berdasarkan pengujian kami, Anda mungkin mengalami masalah fungsional saat menggunakan Google app berikut pada Beta 5. Masalah ini sudah diketahui, jadi Anda tidak perlu mengajukan laporan tambahan untuk masalah serupa.

Berikut ini daftar masalah paling umum yang terkait dengan Google app:

Android Q Beta 4

Tanggal: Juni 2019
Build: QPP4.190502.019
Dukungan emulator: x86 (32/64-bit)
Level patch keamanan: Juni 2019
Layanan Google Play: 17.4.55
Perbedaan API:

Tentang Android Q Beta 4

Update Android Q Beta 4 mencakup API final dan API 29 SDK resmi untuk developer serta pengoptimalan terbaru dan perbaikan bug, yang cocok untuk pengembangan, pengujian, dan penggunaan umum. Harap perhatikan bahwa Android Q Beta 4 masih dalam pengembangan aktif, sehingga sistem dan aplikasi Android mungkin tidak berfungsi seperti yang diharapkan.

Seperti pada versi sebelumnya, Android Q mencakup perubahan perilaku untuk membantu meningkatkan performa, masa pakai baterai, keamanan, dan privasi. Pada beberapa kasus, perubahan ini dapat memengaruhi aplikasi sebelum diupdate agar mendukung Android Q, sehingga Anda mungkin akan mengalami masalah dari yang kecil hingga yang signifikan. Secara umum, sebagian besar aplikasi berfungsi seperti yang diharapkan, tetapi harap tinjau masalah umum yang tercantum di bawah ini untuk lebih memahami apa saja yang diharapkan dari Android Q Beta 4.

Anda dapat menginstal rilis ini di perangkat Pixel apa pun atau perangkat apa pun dari partner kami yang terdaftar sebagai pendukung Beta 4 di halaman perangkat Android Q Beta. Image sistem GSI Beta 4 terupdate juga tersedia untuk membantu Anda dalam pengujian. Jika Anda tidak memiliki perangkat fisik, Anda dapat menguji menggunakan emulator Android. Lihat Mendapatkan Android Q untuk mengetahui detail cara memulai Android Q Beta 4.

Saran umum

Harap perhatikan catatan umum tentang rilis ini:

  • Rilis ini mungkin memiliki berbagai masalah stabilitas, baterai, atau performa pada perangkat yang didukung.
  • Untuk pengguna yang memerlukan aksesibilitas, rilis ini mungkin tidak sesuai untuk penggunaan sehari-hari.
  • Beberapa aplikasi mungkin tidak berfungsi seperti yang diharapkan saat berjalan pada rilis ini. Termasuk aplikasi Google serta aplikasi lainnya.
  • Perangkat Android Q Beta bukanlah perangkat yang telah disetujui Compatibility Test Suite (CTS), tetapi telah lulus pengujian awal dan menyediakan sekumpulan API pra-rilis yang stabil untuk developer. Aplikasi yang bergantung pada build yang disetujui CTS mungkin tidak berfungsi seperti yang diharapkan pada Android Q Beta 4.
  • Untuk daftar perangkat yang dapat menjalankan Android Q beta, lihat halaman Perangkat Android Q Beta.

Masalah utama yang dialami pengguna

Perhatikan masalah teratas yang dihadapi pengguna berikut.

Masalah utama yang belum diselesaikan

  • Beberapa game dan aplikasi perbankan populer mungkin error dikarenakan perubahan internal pada Android Q. Lihat Library bionic dan jalur penghubung dinamis untuk mengetahui detail teknis.
  • Aplikasi perbankan dan keuangan mungkin tidak berfungsi seperti yang diharapkan.

Masalah utama yang telah diselesaikan

Setelah menginstal Beta 4, pengguna akan melihat masalah yang sudah diselesaikan tersebut.

  • Izin Aktivitas fisik sekarang membuka akses ke jumlah langkah pengguna.

Masalah umum, Platform Android

Jalur linker dinamis dan library Bionic

Beberapa aplikasi dan game yang bergantung pada DRM atau library keamanan mungkin mengalami error karena perubahan ke jalur linker dinamis dan library Bionic di Android Q. Developer aplikasi dan library harus membaca informasi detail lainnya di Perubahan Perilaku untuk Semua Aplikasi.

Izin

  • Jika aplikasi diberi izin Aktivitas fisik dan aplikasi kemudian diupdate untuk menargetkan Android Q, izin akan disetel ulang. Pengguna perlu memberikan izin kembali di aplikasi.

Android Enterprise

  • Aplikasi Pengontrol Kebijakan Perangkat yang menargetkan Android Q seharusnya tidak lagi memanggil WifiManager.saveConfiguration(). Metode ini sudah tidak lagi digunakan.
  • Jika perangkat terkelola sepenuhnya yang telah disediakan di-tap pada tag NFC dengan parameter penyediaan yang valid, perangkat akan memicu alur penyediaan, bukan menampilkan notifikasi yang sudah disiapkan.
  • Jika Sembunyikan konten kerja sensitif diaktifkan untuk profil kerja:
    • Layar kunci akan gagal menyembunyikan isi notifikasi profil kerja.
    • Panel samping notifikasi akan salah menyembunyikan isi notifikasi profil kerja.
  • Perangkat dalam mode mengunci tugas tidak mendukung navigasi yang sepenuhnya menggunakan gestur.
  • Layar tantangan keamanan profil kerja tidak merespons gestur untuk beranda ketika navigasi yang sepenuhnya menggunakan gestur diaktifkan.

Masalah umum, Google app

Berdasarkan pengujian kami, Anda mungkin mengalami masalah fungsional saat menggunakan Google app berikut pada Beta 4. Masalah ini sudah diketahui, jadi Anda tidak perlu mengajukan laporan tambahan untuk masalah serupa.

Google Foto

Google Foto di Android Q Beta 4 dapat mengirim metadata yang salah untuk video ke layanan Foto, sehingga dapat menyebabkan masalah dengan stempel waktu dan memengaruhi urutan video di galeri. Masalah ini akan ditangani oleh update aplikasi yang akan datang.

YouTube

Aplikasi YouTube mungkin tidak menampilkan jendela picture-in-picture seperti yang diharapkan ketika mode navigasi gestur diaktifkan pada perangkat.

Android Q Beta 3

Tanggal: Mei 2019
Build: QPP3.190404.015
Dukungan emulator: x86 (32/64-bit)
Level patch keamanan: Mei 2019
Layanan Google Play: 16.8.90
Perbedaan API:

Tentang Android Q Beta 3

Update Android Q Beta 3 mencakup beberapa API dan fitur baru serta pengoptimalan terbaru dan perbaikan bug untuk developer dan pengguna awal. Ini cocok untuk pengembangan, pengujian, dan penggunaan umum. Harap perhatikan bahwa Android Q Beta 3 masih dalam pengembangan aktif, sehingga sistem dan aplikasi Android mungkin tidak berfungsi seperti yang diharapkan.

Seperti pada versi sebelumnya, Android Q mencakup perubahan perilaku untuk membantu meningkatkan performa, masa pakai baterai, keamanan, dan privasi. Pada beberapa kasus, perubahan ini dapat memengaruhi aplikasi sebelum diupdate agar mendukung Android Q, sehingga Anda mungkin akan mengalami masalah dari yang kecil hingga yang signifikan. Secara umum, sebagian besar aplikasi berfungsi seperti yang diharapkan, tetapi harap tinjau masalah yang diketahui yang tercantum di bawah ini untuk mendapatkan ide yang lebih baik tentang apa yang diharapkan dari Android Q Beta 3.

Anda dapat menginstal rilis ini di perangkat Pixel apa pun atau perangkat apa pun dari partner kami yang terdaftar di halaman perangkat Android Q Beta. Image sistem GSI Android Q Beta 3 juga tersedia untuk pengujian. Jika Anda tidak memiliki perangkat fisik, Anda dapat menguji menggunakan emulator Android. Lihat Mendapatkan Android Q untuk detail tentang cara memulai Android Q Beta 3.

Saran umum

Harap perhatikan catatan umum tentang rilis ini:

  • Rilis ini mungkin memiliki berbagai masalah stabilitas, baterai, atau performa pada perangkat yang didukung.
  • Untuk pengguna yang memerlukan aksesibilitas, rilis ini mungkin tidak sesuai untuk penggunaan sehari-hari.
  • Beberapa aplikasi mungkin tidak berfungsi seperti yang diharapkan saat berjalan pada rilis ini. Termasuk aplikasi Google serta aplikasi lainnya.
  • Perangkat Android Q Beta bukanlah perangkat yang telah disetujui Compatibility Test Suite (CTS), tetapi telah lulus pengujian awal dan menyediakan sekumpulan API pra-rilis yang stabil untuk developer. Aplikasi yang bergantung pada build yang disetujui CTS mungkin tidak berfungsi seperti yang diharapkan pada Android Q Beta 3.
  • Untuk daftar perangkat yang dapat menjalankan Android Q beta, lihat halaman Perangkat Android Q Beta.

Masalah utama yang dialami pengguna

Pengguna yang menjalankan Android Q Beta 3 kemungkinan akan mengalami masalah umum berikut. Silakan laporkan masalah khusus aplikasi langsung ke developernya.

Masalah utama yang belum diselesaikan

  • Aplikasi perbankan dan keuangan mungkin tidak berfungsi seperti yang diharapkan.

Masalah utama yang telah diselesaikan

  • Aplikasi seperti Google Foto dan aplikasi foto/kamera lainnya yang sebelumnya tidak dapat menemukan foto atau video, sekarang seharusnya sudah berfungsi dengan baik.

Masalah umum, Platform Android

Jalur linker dinamis dan library Bionic

Beberapa aplikasi dan game yang bergantung pada DRM atau library keamanan mungkin mengalami error karena perubahan ke jalur linker dinamis dan library Bionic di Android Q. Developer aplikasi dan library harus membaca informasi detail lainnya di Perubahan Perilaku untuk Semua Aplikasi.

Izin

  • Izin Aktivitas fisik disetel ulang saat aplikasi diupdate untuk menargetkan Android Q. Pengguna harus memberikan izin kembali di aplikasi.
  • Izin Aktivitas fisik tidak mengontrol akses ke jumlah langkah pengguna dengan benar.

Android Enterprise

  • Aplikasi Pengontrol Kebijakan Perangkat yang menargetkan Android Q seharusnya tidak lagi memanggil WifiManager.saveConfiguration(). Metode ini sudah tidak lagi digunakan.
  • Perangkat yang disediakan menggunakan kode QR dapat menampilkan layar hitam setelah penyiapan selesai. Untuk melanjutkan, kembali ke layar utama perangkat.
  • Jika update sistem manual dicoba di perangkat yang sedang menjalankan update sistem, perangkat akan memulai kembali.
  • Jika perangkat terkelola sepenuhnya yang telah disediakan di-tap pada tag NFC dengan parameter penyediaan yang valid, perangkat akan memicu alur penyediaan, bukan menampilkan notifikasi yang sudah disiapkan.
  • Jika Sembunyikan konten kerja sensitif diaktifkan untuk profil kerja:
    • Layar kunci akan gagal menyembunyikan isi notifikasi profil kerja.
    • Panel samping notifikasi akan salah menyembunyikan isi notifikasi profil kerja.
  • Aktivitas yang diluncurkan di profil kerja tidak menerapkan tema yang disetel di perangkat.
  • Perangkat dalam mode mengunci tugas tidak mendukung navigasi yang sepenuhnya menggunakan gestur.
  • Layar tantangan keamanan profil kerja tidak merespons gestur untuk beranda ketika navigasi yang sepenuhnya menggunakan gestur diaktifkan.
  • Membatalkan penyediaan profil kerja menyebabkan perangkat mengalami error.
  • Link ke setelan notifikasi mungkin tidak terbuka dari balon notifikasi untuk aplikasi yang hanya diinstal di profil kerja.
  • Panggilan dari kontak profil kerja tidak dapat dilakukan.

Perubahan API

Deteksi perender hung

Patch Android Q Beta 2

Tanggal: April 2019
Build: QPP2.190228.023
Dukungan emulator: x86 (32/64-bit)
Tingkat patch keamanan: April 2019
Layanan Google Play: 16.0.88
Perbedaan API:

Tentang patch Android Q Beta 2

Update patch untuk Android Q Beta 2 ini mencakup sejumlah kecil perbaikan bug untuk developer dan pengguna awal. Sangat cocok untuk pengembangan, pengujian, dan penggunaan umum. Android Q Beta 2 adalah Beta awal dan masih dalam pengembangan aktif, sehingga sistem dan aplikasi Android mungkin tidak selalu berfungsi sesuai harapan.

Seperti pada versi sebelumnya, Android Q mencakup perubahan perilaku untuk membantu meningkatkan performa, masa pakai baterai, keamanan, dan privasi. Pada beberapa kasus, perubahan ini dapat memengaruhi aplikasi sebelum diupdate agar mendukung Android Q, sehingga Anda mungkin mengalami dampak mulai dari masalah kecil hingga batasan fungsionalitas yang lebih signifikan. Secara umum, sebagian besar aplikasi akan berfungsi seperti yang diharapkan, tetapi harap pelajari berbagai masalah umum yang tercantum di bawah untuk mendapatkan ide yang lebih baik tentang apa yang bisa diharapkan dari Android Q Beta 2.

Anda dapat menginstal rilis ini di perangkat Pixel dan emulator Android apa pun. Lihat Mendapatkan Android Q untuk penjelasan tentang cara memulai Android Q Beta.

Saran umum

Harap perhatikan catatan umum tentang rilis ini:

  • Rilis ini mungkin memiliki berbagai masalah stabilitas, baterai, atau performa pada perangkat yang didukung.
  • Untuk pengguna yang memerlukan aksesibilitas, rilis ini mungkin tidak sesuai untuk penggunaan sehari-hari.
  • Beberapa aplikasi mungkin tidak berfungsi seperti yang diharapkan saat berjalan pada rilis ini. Termasuk aplikasi Google serta aplikasi lainnya.
  • Perangkat Android Q Beta bukanlah perangkat yang sudah disetujui Compatibility Test Suite (CTS), tetapi telah lulus pengujian awal dan menyediakan sekumpulan API pra-rilis yang stabil untuk developer. Aplikasi yang bergantung pada build yang disetujui CTS mungkin tidak akan berfungsi normal pada Android Q Beta 2.
  • Android Q Beta tersedia di Pixel, Pixel XL, Pixel 2, Pixel 2 XL, Pixel 3, dan Pixel 3 XL.

Masalah utama yang dialami pengguna

Pengguna yang menjalankan Android Q Beta 2 kemungkinan akan mengalami masalah umum berikut. Silakan laporkan masalah aplikasi langsung ke developernya.

Masalah utama yang belum diselesaikan

  • Pengguna mungkin mengalami masalah dengan aplikasi yang mengakses foto, video, media, atau file lain yang tersimpan di perangkat Anda, seperti saat menjelajahi atau berbagi di aplikasi media sosial.
  • Aplikasi perbankan dan keuangan mungkin tidak berfungsi seperti yang diharapkan.
  • Google Foto dan aplikasi lain yang berfungsi dengan foto dan kamera mungkin tidak dapat menemukan foto atau video setelah Anda mengupdate perangkat ke Beta 2. Untuk mengetahui cara mengatasi masalah ini, lihat bagian aplikasi Google Foto dan Kamera di bawah ini.

Masalah utama yang telah diselesaikan

Masalah berikut telah diselesaikan di update patch untuk Android Q Beta 2:

  • Aplikasi yang sebelumnya mengalami error saat memulai karena mengalami masalah dengan memori execute-only, sekarang seharusnya sudah berfungsi secara normal. Kami telah memodifikasi perubahan perilaku Android Q terkait sehingga sekarang hanya berlaku untuk aplikasi yang menargetkan Android Q atau versi lebih tinggi, bukan aplikasi yang menargetkan API 26 atau versi lebih tinggi.
  • Izin yang dikelola melalui Setelan sekarang seharusnya berfungsi secara normal setelah penginstalan ulang aplikasi atau reboot perangkat, termasuk izin untuk Sumber Tidak Dikenal dan lainnya. Kami telah memperbaiki masalah operasi aplikasi yang menyebabkan izin disetel ulang.

Masalah umum, platform Android

Android Q Beta 2 memiliki masalah umum terkait platform di bawah ini.

Akses ke file di penyimpanan eksternal

Android Q memperkenalkan fitur baru bernama Scoped Storage yang memberi pengguna kontrol lebih baik atas akses aplikasi ke Foto dan Video atau koleksi Audio melalui izin runtime baru. Aplikasi dapat menggunakan sandbox pribadinya tanpa izin, tetapi perlu izin baru untuk mengakses koleksi bersama untuk foto, video dan audio. Aplikasi yang menggunakan file dalam koleksi bersama — misalnya, galeri dan pemilih foto dan video, penjelajahan media, dan penyimpanan dokumen — dapat berperilaku berbeda pada Scoped Storage.

Sebaiknya mulailah menggunakan Scoped Storage sesegera mungkin. Panduan developer menyediakan penjelasan tentang berbagai kasus penggunaan utama. Jika kasus penggunaan aplikasi Anda tidak didukung oleh Scoped Storage, beri tahu kami sesegera mungkin.

Pada Beta 2, Scoped Storage diaktifkan secara default untuk penginstalan aplikasi baru, serta untuk penginstalan dan pemulihan aplikasi setelah perangkat disetel ulang sepenuhnya pada Beta 2. Untuk pengujian, pastikan mengaktifkan Scoped Storage untuk aplikasi Anda menggunakan perintah adb.

Performa dan baterai

Performa sistem dan aplikasi diketahui lambat dan tersendat pada waktu tertentu, dan perangkat terkadang menjadi tidak responsif. Masalah-masalah ini bisa menjadi lebih akut setelah penggunaan yang lama.

Memori execute-only

Pada Android Q, segmen executable pada biner/library bawaan sistem dipetakan ke memori execute-only (tidak dapat dibaca) sebagai teknik hardening terhadap serangan penggunaan kembali kode. Hal ini dapat memengaruhi beberapa aplikasi yang mencoba membaca memori execute-only. Lihat dokumentasi untuk perubahan ini untuk mengetahui detail tentang cara mengidentifikasi error memori execute-only dan cara menandai segmen yang perlu dibaca aplikasi Anda.

WebView

Pengguna dan aplikasi dapat mengalami error saat menggunakan WebView versi Beta. Untuk mengatasinya, uninstal update di Setelan menggunakan tombol Uninstal update pada halaman info aplikasi. Versi beta mendatang WebView tidak akan diinstal pada perangkat Anda sampai versi tersebut kompatibel dengan Q, jadi Anda hanya perlu melakukan langkah ini sekali saja.

Android Enterprise

  • Aplikasi Pengontrol Kebijakan Perangkat yang menargetkan Android Q tidak perlu lagi memanggil WifiManager.saveConfiguration(), karena metode ini tidak lagi digunakan.
  • Jika admin profil kerja atau perangkat terkelola sepenuhnya menyetel kualitas kunci layar ke complex, DevicePolicyManager.getPasswordComplexity() akan salah menampilkan PASSWORD_COMPLEXITY_NONE.
  • Jika update sistem manual dicoba pada perangkat yang sedang menjalankan update sistem, perangkat akan dimulai ulang.
  • Jika Sembunyikan konten kerja sensitif diaktifkan untuk profil kerja:
    • Layar kunci akan gagal menyembunyikan isi notifikasi profil kerja.
    • Panel samping notifikasi akan salah menyembunyikan isi notifikasi profil kerja.
  • Aktivitas yang diluncurkan di profil kerja tidak menerapkan tema yang disetel di perangkat.
  • Beberapa layar penyediaan dapat menampilkan grafik tidak lengkap yang menyerupai animasi pemuatan (lingkaran berputar). Untuk melanjutkan penyediaan, tap Berikutnya.
  • Perangkat yang disediakan menggunakan kode QR dapat menampilkan layar hitam setelah penyiapan selesai. Untuk menghindarinya, kembalilah ke layar utama perangkat.
  • Jika perangkat terkelola sepenuhnya disediakan dengan PROVISIONING_LEAVE_ALL_SYSTEM_APPS_ENABLED tambahan yang disetel ke false:
    • Kotak penelusuran tidak akan ditampilkan di Setelan.
    • Baris prediksi peluncur akan menampilkan animasi pemuatan tanpa batas waktu.
  • Jika perangkat terkelola sepenuhnya yang telah disediakan di-tap terhadap tag NFC dengan parameter penyediaan yang valid, perangkat akan memicu alur penyediaan, bukan menampilkan notifikasi yang sudah disiapkan.

Masalah umum: Android Studio dan fitur

  • Untuk mengompilasi dan menggunakan API SDK Android Q, setel berikut di file build.gradle aplikasi:

    compileSdkVersion: 'android-Q'
        buildToolsVersion: "29.0.0 rc1"
        targetSdkVersion: 'Q'
        
  • Untuk Beta 2, nilai default untuk android:extractNativeLibs diubah kembali ke true dari false dalam elemen <application> untuk file manifes aplikasi. Langkah ini akan memulihkan perilaku yang sama yang ada sebelum Android Q Beta 1.

    Untuk mengetahui informasi selengkapnya tentang manfaat menggunakan android:extractNativeLibs="false", lihat Menghindari ekstraksi library native.

  • Pada beberapa versi Android Studio, membuat app bundle dengan minSdkVersion="Q" mungkin akan gagal. Masalah ini sedang diperbaiki dalam bundletool 0.9.0 dan Android Studio 3.4 RC2. Jika Anda masih melihat masalah ini, lakukan update ke Android Studio versi terbaru pada saluran Canary atau rilis beta.

  • Jika menggunakan adb dari Platform Tools 28.0.2 atau yang lebih tinggi, Anda mungkin tidak dapat mengizinkan emulator (AVD) untuk akses adb. Masalah ini diperbaiki pada Emulator Canary 28.1.12+ dan Stable Emulator 28.0.25+. Untuk mengatasi masalah ini, lakukan update untuk menggunakan Emulator 28.0.25 atau yang lebih tinggi pada saluran Stable, atau Emulator 28.1.12 atau yang lebih tinggi pada saluran Canary.

  • Pada Android Studio 3.3, jendela Profiler tidak dapat memuat profiler untuk perangkat Android Q. Harap lakukan update ke Android Studio versi Canary terbaru untuk pembuatan profil di perangkat Android Q.

  • Emulator Android Q mungkin gagal melakukan booting di Android Studio versi lama. Untuk mengatasi masalah ini, lakukan update ke Emulator 28.1.12 atau yang lebih tinggi pada Android Studio versi terbaru.

Masalah umum, Google app

Berdasarkan pengujian kami, Anda mungkin mengalami masalah fungsional saat menggunakan Google app berikut pada Beta 2. Masalah ini sudah diketahui, jadi Anda tidak perlu mengajukan laporan tambahan untuk masalah serupa.

Aplikasi Google Foto dan Kamera

  • Google Foto di Android Q Beta 2 mungkin tidak dapat membuat kolase atau mengelola foto dan video seperti yang diharapkan.
  • Dalam beberapa kasus, aplikasi Google Foto atau kamera/aplikasi foto lainnya mungkin tidak dapat menyimpan, menemukan, atau menghapus foto, video, dan screenshot setelah Anda mengupdate perangkat ke Beta 2. Jika Anda mengalami masalah dengan aplikasi kamera atau galeri foto, coba salah satu solusi di bawah ini:

    Menyetel ulang izin penyimpanan aplikasi di Setelan.

    1. Pertama, setel ulang izin penyimpanan di aplikasi foto. Buka Setelan > Aplikasi & notifikasi> Pengelola izin > Penyimpanan > <nama aplikasi>. Setel izin penyimpanan ke Tolak, lalu setel ulang izin penyimpanan ke Izinkan.
    2. Selanjutnya, setel ulang izin penyimpanan di aplikasi kamera. Buka Setelan dan setel ulang aplikasi kamera dengan menggunakan metode yang sama seperti yang dijelaskan pada langkah 1.
    3. Hapus cache aplikasi Buka Setelan > Penyimpanan > <nama aplikasi> , dan tekan Hapus cache.
    4. Terakhir, jika tersedia, paksa berhenti aplikasi. Buka Setelan > Penyimpanan > <nama aplikasi>, dan tekan Paksa berhenti.

    Menyetel ulang izin aplikasi menggunakan fitur adb

    • Jika aplikasi foto dan kamera masih tidak berfungsi secara normal, gunakan fitur adb untuk menyetel ulang izin dengan perintah di bawah ini. Ganti nama-paket dengan nama paket aplikasi.
    adb shell cmd appops set package-name android:legacy_storage allow && \
        adb shell am force-stop package-name
        

    Untuk Google Foto, perintahnya adalah sebagai berikut:

    adb shell cmd appops set com.google.android.apps.photos android:legacy_storage allow && \
        adb shell am force-stop com.google.android.apps.photos
        

    Untuk Google Kamera, perintahnya adalah sebagai berikut:

    adb shell cmd appops set com.google.android.GoogleCamera android:legacy_storage allow && \
        adb shell am force-stop com.google.android.GoogleCamera
        

Gmail

Gmail mungkin mengalami error saat menggunakan versi Beta WebView. Untuk mengetahui informasi selengkapnya, lihat catatan di WebView di atas.

Masalah umum: Android Auto

Android Auto memiliki masalah umum berikut ini pada Android Q Beta 2.

Audio

Pengguna mungkin mengalami masalah audio terputus-putus saat menggunakan Android Auto dari Android Q.

  • Saat pengguna mencoba memanggil Asisten dengan kata cepat, suara Asisten akan diputar, tetapi Asisten tidak merespons.
  • Tidak ada suara yang keluar saat memilih aplikasi musik.
  • Jika pengguna menerima panggilan telepon selagi mendengarkan musik, audio akan salah dialihkan ke speaker telepon begitu panggilan selesai.
  • Audio melompat kira-kira satu kali per menit.

Izin

Pengguna mungkin mengalami masalah berikut terkait izin pada perangkatnya.

  • Google Maps tidak dapat menemukan lokasi pengguna di Android Auto jika mereka memilih Izinkan hanya selama aplikasi digunakan di Setelan > Aplikasi > Maps > Izin > Lokasi. Google Maps berfungsi seperti yang diharapkan saat Izinkan sepanjang waktu dipilih.
  • Waze macet dan tidak memuat ulang dengan lokasi saat ini jika diberi izin lokasi Selama digunakan.
  • Pengguna tidak dapat memulai sesi proyeksi nirkabel dengan HU jika mereka tidak menetapkan izin lokasi ke Selalu. Jika izin ditetapkan ke Selama digunakan, koneksi nirkabel tidak akan berfungsi meskipun pengguna tetap dapat terhubung ke HU melalui kabel USB.

Lainnya

Pengguna juga mungkin mengalami masalah berikut dengan Android Auto.

  • Toast peringatan akan ditampilkan saat Proyeksi dimulai karena adanya penguncian total aktivitas latar belakang.
  • Pengguna mungkin tidak dapat terhubung ke mobil saat HU melaporkan "Terjadi error koneksi USB".

Android Q Beta 2

Tanggal: April 2019
Build: QPP2.190228.021
Dukungan emulator: x86 (32/64-bit)
Tingkat patch keamanan: April 2019
Layanan Google Play: 16.0.88
Perbedaan API:

Tentang Android Q Beta 2

Selamat datang di Android Q Beta 2. Rilis ini ditujukan untuk developer dan pengguna awal, dan cocok untuk keperluan pengembangan, pengujian, dan penggunaan umum. Android Q Beta 2 adalah Beta awal dan masih dalam pengembangan aktif, sehingga sistem dan aplikasi Android mungkin tidak selalu berfungsi sesuai harapan.

Seperti pada versi sebelumnya, Android Q mencakup perubahan perilaku untuk membantu meningkatkan performa, masa pakai baterai, keamanan, dan privasi. Pada beberapa kasus, perubahan ini dapat memengaruhi aplikasi sampai aplikasi tersebut diupdate agar mendukung Android Q, sehingga Anda mungkin mengalami dampak mulai dari masalah kecil hingga batasan fungsionalitas yang lebih signifikan. Secara umum, sebagian besar aplikasi akan berfungsi seperti yang diharapkan, tetapi harap pelajari berbagai masalah umum yang tercantum di bawah untuk mendapatkan ide yang lebih baik tentang apa yang bisa diharapkan dari Android Q Beta 2.

Anda dapat menginstal rilis ini di perangkat Pixel dan emulator Android apa pun. Lihat Mendapatkan Android Q untuk penjelasan tentang cara memulai Android Q Beta.

Saran umum

Harap perhatikan catatan umum tentang rilis ini:

  • Rilis ini mungkin memiliki berbagai masalah stabilitas, baterai, atau performa pada perangkat yang didukung.
  • Untuk pengguna yang memerlukan aksesibilitas, rilis ini mungkin tidak sesuai untuk penggunaan sehari-hari.
  • Beberapa aplikasi mungkin tidak berfungsi seperti yang diharapkan saat berjalan pada rilis ini. Termasuk aplikasi Google serta aplikasi lainnya.
  • Perangkat Android Q Beta bukanlah perangkat yang telah disetujui Compatibility Test Suite (CTS), tetapi telah lulus pengujian awal dan menyediakan sekumpulan API pra-rilis yang stabil untuk developer. Aplikasi yang bergantung pada build yang disetujui CTS mungkin tidak akan berfungsi normal pada Android Q Beta 2.
  • Android Q Beta tersedia di Pixel, Pixel XL, Pixel 2, Pixel 2 XL, Pixel 3, dan Pixel 3 XL.

Masalah utama yang dihadapi pengguna

Pengguna yang menjalankan Android Q Beta 2 kemungkinan akan mengalami masalah umum berikut. Silakan laporkan masalah aplikasi langsung ke developernya.

  • Pengguna mungkin mengalami masalah dengan aplikasi yang mengakses foto, video, media, atau file lain yang tersimpan di perangkat Anda, seperti saat menjelajahi atau berbagi di aplikasi media sosial.
  • Aplikasi perbankan dan keuangan mungkin tidak berfungsi seperti yang diharapkan.
  • Beberapa aplikasi mungkin akan macet saat dijalankan karena adanya perilaku lama.
  • Beberapa izin yang dikelola melalui Setelan mungkin perlu disetel lagi setelah aplikasi diinstal ulang atau perangkat di-reboot, termasuk Sumber Tidak Dikenal dan lainnya.

Fitur terupdate

Android Q Beta 2 berisi update berikut untuk fitur yang dirilis di versi program beta sebelumnya.

Visibilitas ikon peluncur

Di Android Q Beta 2, paket yang tidak menyatakan izin dalam file manifes masing-masing disembunyikan dari baki Semua aplikasi, seperti jenis aplikasi berikut:

  • Aplikasi sistem
  • Aplikasi yang tidak berisi komponen dalam tag <application> manifesnya masing-masing

Masalah umum: Platform Android

Android Q Beta 2 memiliki masalah umum terkait platform di bawah ini.

Akses ke file di penyimpanan eksternal

Android Q memperkenalkan fitur baru bernama Scoped Storage yang memberi pengguna kontrol lebih baik atas akses aplikasi ke Foto dan Video atau koleksi Audio melalui izin runtime baru. Aplikasi dapat menggunakan sandbox pribadinya tanpa izin, tetapi perlu izin baru untuk mengakses koleksi bersama untuk foto, video dan audio. Aplikasi yang menggunakan file dalam koleksi bersama — misalnya, galeri dan pemilih foto dan video, penjelajahan media, dan penyimpanan dokumen — dapat berperilaku berbeda pada Scoped Storage.

Sebaiknya mulailah menggunakan Scoped Storage sesegera mungkin. Panduan developer menyediakan penjelasan tentang berbagai kasus penggunaan utama. Jika kasus penggunaan aplikasi Anda tidak didukung oleh Scoped Storage, beri tahu kami sesegera mungkin.

Pada Beta 2, Scoped Storage diaktifkan secara default untuk penginstalan aplikasi baru, serta untuk penginstalan dan pemulihan aplikasi setelah perangkat disetel ulang sepenuhnya pada Beta 2. Untuk pengujian, pastikan mengaktifkan Scoped Storage untuk aplikasi Anda menggunakan perintah adb.

Performa dan baterai

Performa sistem dan aplikasi diketahui lambat dan tersendat pada waktu tertentu, dan perangkat terkadang menjadi tidak responsif. Masalah-masalah ini bisa menjadi lebih akut setelah penggunaan yang lama.

Izin

Karena masalah dalam operasi aplikasi, beberapa izin yang dikelola melalui Setelan mungkin harus disetel ulang setiap kali paket aplikasi diinstal dan perangkat di-reboot. Masalah ini akan diperbaiki dalam versi beta mendatang.

Memori execute-only

Pada Android Q, segmen executable pada biner/library bawaan sistem dipetakan ke memori execute-only (tidak dapat dibaca) sebagai teknik hardening terhadap serangan penggunaan kembali kode. Hal ini dapat memengaruhi beberapa aplikasi yang mencoba membaca memori execute-only. Lihat dokumentasi untuk perubahan ini untuk mengetahui detail tentang cara mengidentifikasi error memori execute-only dan cara menandai segmen yang perlu dibaca aplikasi Anda.

WebView

Pengguna dan aplikasi dapat mengalami error saat menggunakan WebView versi Beta. Untuk mengatasinya, uninstal update di Setelan menggunakan tombol Uninstal update pada halaman info aplikasi. Versi beta mendatang WebView tidak akan diinstal pada perangkat Anda sampai versi tersebut kompatibel dengan Q, jadi Anda hanya perlu melakukan langkah ini sekali saja.

Android Enterprise

  • Aplikasi Pengontrol Kebijakan Perangkat yang menargetkan Android Q tidak perlu lagi memanggil WifiManager.saveConfiguration(), karena metode ini tidak lagi digunakan.
  • Jika admin profil kerja atau perangkat terkelola sepenuhnya menyetel kualitas kunci layar ke complex, DevicePolicyManager.getPasswordComplexity() akan salah menampilkan PASSWORD_COMPLEXITY_NONE.
  • Jika update sistem manual dicoba pada perangkat yang sedang menjalankan update sistem, perangkat akan dimulai ulang.
  • Jika Sembunyikan konten kerja sensitif diaktifkan untuk profil kerja:
    • Layar kunci akan gagal menyembunyikan isi notifikasi profil kerja.
    • Panel samping notifikasi akan salah menyembunyikan isi notifikasi profil kerja.
  • Aktivitas yang diluncurkan di profil kerja tidak menerapkan tema yang disetel di perangkat.
  • Beberapa layar penyediaan dapat menampilkan grafik tidak lengkap yang menyerupai animasi pemuatan (lingkaran berputar). Untuk melanjutkan penyediaan, tap Berikutnya.
  • Perangkat yang disediakan menggunakan kode QR dapat menampilkan layar hitam setelah penyiapan selesai. Untuk menghindarinya, kembalilah ke layar utama perangkat.
  • Jika perangkat terkelola sepenuhnya disediakan dengan PROVISIONING_LEAVE_ALL_SYSTEM_APPS_ENABLED tambahan yang disetel ke false:
    • Kotak penelusuran tidak akan ditampilkan di Setelan.
    • Baris prediksi peluncur akan menampilkan animasi pemuatan tanpa batas waktu.
  • Jika perangkat terkelola sepenuhnya yang telah disediakan di-tap terhadap tag NFC dengan parameter penyediaan yang valid, perangkat akan memicu alur penyediaan, bukan menampilkan notifikasi yang sudah disiapkan.

Masalah umum: Android Studio dan fitur

  • Untuk mengompilasi dan menggunakan API SDK Android Q, setel berikut di file build.gradle aplikasi:

    compileSdkVersion: 'android-Q'
        buildToolsVersion: "29.0.0 rc1"
        targetSdkVersion: 'Q'
        
  • Untuk Beta 2, nilai default untuk android:extractNativeLibs diubah kembali ke true dari false dalam elemen <application> untuk file manifes aplikasi. Langkah ini akan memulihkan perilaku yang sama yang ada sebelum Android Q Beta 1.

    Untuk mengetahui informasi selengkapnya tentang manfaat menggunakan android:extractNativeLibs="false", lihat Menghindari ekstraksi library native.

  • Pada beberapa versi Android Studio, membuat app bundle dengan minSdkVersion="Q" mungkin akan gagal. Masalah ini sedang diperbaiki dalam bundletool 0.9.0 dan Android Studio 3.4 RC2. Jika Anda masih melihat masalah ini, lakukan update ke Android Studio versi terbaru pada saluran Canary atau rilis beta.

  • Jika menggunakan adb dari Platform Tools 28.0.2 atau yang lebih tinggi, Anda mungkin tidak dapat mengizinkan emulator (AVD) untuk akses adb. Masalah ini diperbaiki pada Emulator Canary 28.1.12+ dan Stable Emulator 28.0.25+. Untuk mengatasi masalah ini, lakukan update untuk menggunakan Emulator 28.0.25 atau yang lebih tinggi pada saluran Stable, atau Emulator 28.1.12 atau yang lebih tinggi pada saluran Canary.

  • Pada Android Studio 3.3, jendela Profiler tidak dapat memuat profiler untuk perangkat Android Q. Harap lakukan update ke Android Studio versi Canary terbaru untuk pembuatan profil di perangkat Android Q.

  • Emulator Android Q mungkin gagal melakukan booting di Android Studio versi lama. Untuk mengatasi masalah ini, lakukan update ke Emulator 28.1.12 atau yang lebih tinggi pada Android Studio versi terbaru.

Masalah umum: Aplikasi Google

Berdasarkan pengujian kami, Anda mungkin mengalami masalah fungsional saat menggunakan Google app berikut pada Beta 2. Masalah ini sudah diketahui, jadi Anda tidak perlu mengajukan laporan tambahan untuk masalah serupa.

Google Foto

Pada Android Q Beta 2, Google Foto mungkin tidak dapat membuat kolase atau mengelola foto dan video seperti yang diharapkan.

Masalah umum: Android Auto

Android Auto memiliki masalah umum berikut ini pada Android Q Beta 2.

Audio

Pengguna mungkin mengalami masalah audio terputus-putus saat menggunakan Android Auto dari Android Q.

  • Saat pengguna mencoba memanggil Asisten dengan kata cepat, suara Asisten akan diputar, tetapi Asisten tidak merespons.
  • Tidak ada suara yang keluar saat memilih aplikasi musik.
  • Jika pengguna menerima panggilan telepon selagi mendengarkan musik, audio akan salah dialihkan ke speaker telepon begitu panggilan selesai.
  • Audio melompat kira-kira satu kali per menit.

Izin

Pengguna mungkin mengalami masalah berikut terkait izin pada perangkatnya.

  • Google Maps tidak dapat menemukan lokasi pengguna di Android Auto jika mereka memilih Izinkan hanya selama aplikasi digunakan di Setelan > Aplikasi > Maps > Izin > Lokasi. Google Maps berfungsi seperti yang diharapkan saat Izinkan sepanjang waktu dipilih.
  • Waze macet dan tidak memuat ulang dengan lokasi saat ini jika diberi izin lokasi Selama digunakan.
  • Pengguna tidak dapat memulai sesi proyeksi nirkabel dengan HU jika mereka tidak menetapkan izin lokasi ke Selalu. Jika izin ditetapkan ke Selama digunakan, koneksi nirkabel tidak akan berfungsi meskipun pengguna tetap dapat terhubung ke HU melalui kabel USB.
  • Toast peringatan akan ditampilkan saat Proyeksi dimulai karena adanya penguncian total aktivitas latar belakang.
  • Pengguna mungkin tidak dapat terhubung ke mobil saat HU melaporkan "Terjadi error koneksi USB".

Android Q Beta 1

Tanggal: Maret 2019
Build: QPP1.190205.018.B4 (Pixel, Pixel XL, Pixel 2, Pixel 2 XL, Pixel 3, Pixel 3 XL)
Dukungan emulator: x86 (32/64-bit)
Tingkat patch keamanan: Maret 2019
Layanan Google Play: 12.4.46
Diff API: API 28 → Beta1

Saran umum

Rilis Beta ini didesain untuk digunakan dalam pengujian kompatibilitas dan pengembangan awal saja. Harap perhatikan catatan umum tentang rilis ini:

  • Rilis ini dapat berisi berbagai masalah stabilitas dan performa di perangkat sehingga dapat membuatnya tidak cocok untuk penggunaan sehari-hari di ponsel atau tablet.
  • Performa sistem dan aplikasi diketahui lambat dan tersendat pada waktu tertentu, dan perangkat kadang menjadi tidak responsif.
  • Masa pakai baterai mungkin melemah dalam rilis awal ini untuk kasus penggunaan layar menyala dan layar mati.
  • Beberapa aplikasi mungkin tidak berfungsi normal di Beta 1. Termasuk aplikasi Google serta aplikasi lainnya.
  • Build awal ini belum disetujui Compatibility Test Suite (CTS).
  • Rilis beta awal Android Q ini tersedia sebagai update OTA serta melalui program Android Beta.

Fitur baru

Android Q Beta 1 mencakup fitur baru berikut.

Visibilitas ikon peluncur

Di Android Q, baki Semua aplikasi menampilkan ikon peluncur untuk setiap paket yang diinstal pada perangkat, kecuali untuk kasus berikut:

  • Aplikasi sistem
  • Aplikasi yang tidak berisi komponen dalam tag <application> manifesnya masing-masing

Yang lebih penting, jika aplikasi berisi kode, namun tidak memiliki aktivitas yang dapat diluncurkan, ikonnya tetap muncul di baki Semua aplikasi. Saat memilih ikon ini, pengguna akan dibawa ke layar setelan aplikasi.

Masalah umum

Performa dan baterai

  • Performa sistem dan aplikasi diketahui lambat dan tersendat pada waktu tertentu, dan perangkat kadang menjadi tidak responsif. Masalah-masalah ini bisa menjadi lebih akut setelah penggunaan yang lama.
  • Masa pakai baterai mungkin melemah dalam rilis awal ini untuk kasus penggunaan layar menyala dan layar mati.

Fitur baru

  • Visibilitas ikon peluncur - Di Android Q, baki Semua aplikasi menampilkan ikon peluncur untuk setiap paket yang diinstal di perangkat, kecuali untuk kasus berikut:

    • Aplikasi sistem
    • Aplikasi yang tidak berisi komponen dalam tag <application> manifesnya masing-masing

    Yang penting, jika aplikasi berisi kode, namun tidak memiliki aktivitas yang dapat diluncurkan, ikonnya tetap muncul di baki Semua aplikasi. Saat memilih ikon ini, pengguna akan dibawa ke layar setelan aplikasi.

Aplikasi Android Beta Feedback

  • Membagikan screenshot ke aplikasi secara langsung dari notifikasi sistem dapat mengakibatkan error. Untuk menguranginya, bagikan screenshot dari aplikasi File.
  • Jika menggunakan profil kerja, pemberian izin Telepon ke aplikasi dapat menyebabkan upload gagal atau error aplikasi. Untuk menguranginya, nonaktifkan atau tolak izin Telepon di setelan aplikasi.

Android Studio

  • Untuk mengompilasi dan menggunakan API SDK Android Q, setel berikut di file build.gradle aplikasi:
    • compileSdkVersion "android-Q"
    • buildToolsVersion "29.0.0 rc1"
    • targetSdkVersion "Q"

SDK

  • Android Studio kadang mengalami keterlambatan saat membuat profil dengan menggunakan gambar sistem emulator Android Q.

  • Jika Anda masih menggunakan library dukungan appcompat lama (com.android.support), Android Studio memberikan peringatan lint bahwa library dukungan ini sebaiknya tidak menggunakan compileSdkVersion yang berbeda. Version 28 adalah versi akhir com.android.support, jadi sebaiknya Anda bermigrasi ke library AndroidX (androidx.appcompat) di masa mendatang. Peringatan lint ini tidak dipicu saat menggunakan library AndroidX.

  • Untuk Beta 1, nilai default value android:extractNativeLibs diubah dari true ke false dalam elemen <application> untuk file manifes aplikasi. Jika aplikasi Anda menargetkan Android Q, berisi native code, dan tidak secara eksplisit menentukan android:extractNativeLibs="false", sebaiknya setel android:extractNativeLibs ke true di file manifes aplikasi Anda untuk mempertahankan perilaku aplikasi Anda saat ini. Untuk mengetahui informasi selengkapnya tentang manfaat menggunakan android:extractNativeLibs="false", lihat Menghindari ekstraksi library native.

  • Untuk aplikasi dengan minSdkVersion="Q", pembuatan paket aplikasi gagal dengan pesan error yang mirip dengan berikut:

    Execution failed for task ':app:packageDebugBundle'.
        > java.util.concurrent.ExecutionException: com.android.tools.build.bundletool.utils.xmlproto.UnexpectedAttributeTypeException: Attribute 'minSdkVersion' expected to have type 'decimal int' but found:
          namespace_uri: "http://schemas.android.com/apk/res/android"
          name: "minSdkVersion"
          value: "Q"
          resource_id: 16843276
        

    Kami berharap memiliki update untuk masalah ini nanti dalam siklus Beta.

  • Saat menggunakan Gradle 3.2.0 untuk proyek yang menargetkan Android Q, Anda mungkin menemukan masalah terkait lint dengan pesan error yang mirip dengan "Tidak dapat mentransformasi android.jar ke mockable jar". Masalah ini tidak terjadi di Gradle 3.3.0 dan lebih baru.

    Jika Anda mengerjakan aplikasi yang menargetkan Android Q dan tidak dapat mengupgrade ke Gradle 3.3.0 atau lebih baru, Anda dapat menggunakan salah satu solusi berikut:

    • Nonaktifkan lint untuk build rilis
    • Buka kompresi dan kompresi ulang android.jar

Android Enterprise

  • Aktivitas yang diluncurkan di profil kerja tidak menerapkan tema yang disetel di perangkat.
  • Jika perangkat terkelola sepenuhnya disediakan dengan PROVISIONING_LEAVE_ALL_SYSTEM_APPS_ENABLED tambahan yang disetel ke false, kotak penelusuran tidak akan ditampilkan di Setelan.
  • Batasan pengguna DISALLOW_CONFIG_PRIVATE_DNS juga mencegah Pengelola Kebijakan Perangkat mengonfigurasi DNS pribadi pada perangkat terkelola sepenuhnya. Sebagai solusinya, penelepon harus terlebih dahulu mengonfigurasi mode DNS Pribadi, baru kemudian menetapkan batasan pengguna.
  • Layar setelan Admin Perangkat menampilkan entri duplikat.